Terampil Bungkus Kado Bisa Jadi Peluang Bisnis

Pandemi Covid-19 tidak akan menghentikan orang untuk memberikan hadiah kepada orang dan membuka peluang bisnis bungkus kado.

SOLOPOS.COM - Kado Natal. (Inspiringintens.com)

Solopos.com, JAKARTA — Pandemi tidak akan menghentikan orang untuk memberi hadiah kepada orang yang mereka cintai pada musim liburan akhir tahun. Mereka yang terampil membungkus kado bisa membuat peluang bisnisnya sendiri.

Lebih dari sebelumnya, layanan bungkus kado dalam bentuk keranjang hadiah atau hampers sedang mengalami pengingkatan di tengah pembatasan sosial. Memberi hadiah telah menjadi tanda cinta sejak dulu dan akan lebih bermakna di masa sulit ini.

Dilansir melalui Fits Small Business, Senin (30/11/2020), ada tujuh langkah penting yang perlu Anda lakukan sebelum memulai mewujudkan peluang bisnis jasa bungkus kado untuk keranjang hadiah dan hampers, antara lain:

Ini Yang Perlu Kamu Tahu soal Fengsui Dapur

1. Temukan Niche atau Ceruk Pasar Sesuai Gaya Anda

Menemukan ceruk yang tepat membantu membedakan bisnis Anda dari pesaing. Ceruk pasar menargetkan audiens tertentu atau memenuhi kebutuhan tertentu. Semakin sempit pasar Anda, semakin mudah jasa Anda menjadi solusi tepat bagi audiens tersebut.

Menurut Entrepreneur, konsumen yang membeli keranjang hadiah cenderung memiliki tingkat pendapatan menengah ke atas, sehingga penting untuk diperhatikan dalam merencanakan tempat berjualan, terutama jika ingin membuka etalase.

Konsumen bisnis atau korporasi juga bisa mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dari penjualan Anda. Perusahaan sering kali membeli keranjang hadiah untuk klien, untuk merayakan pencapaian karyawan, dan acara besar dalam hidup lainnya.

Buaya Masuk Area Parkir, Warga Palu Heboh

2. Buat Rencana Bisnis Peluang Bisnis Bungkus Kado Anda

Memiliki rencana untuk bisnis yang menguntungkan sejak awal akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan bisnis Anda untuk menghasilkan keuntungan, dana apa yang Anda butuhkan untuk mempertahankan bisnis Anda sampai titik itu, dan ide apa yang sebenarnya dapat dijalankan.

Rencana bisnis Anda berfungsi sebagai model bagaimana Anda membayangkan bisnis Anda tumbuh, dan seringkali merupakan persyaratan untuk mendapatkan pinjaman usaha kecil atau pendanaan lainnya.

Jika Anda memulai bisnis online dari rumah, biayanya akan jauh lebih rendah. Anda bisa memulai toko keranjang hadiah online dengan beberapa ratus ribu rupiah. Anda hanya perlu berinvestasi dalam platform e-niaga, pemasaran online, persediaan keranjang hadiah, dan alat pengiriman.

Lebih-Kurang Rumah Kuldesak Sesuai Fengsui

3. Pilih Saluran Penjualan untuk Peluang Bisnis Bungkus Kado Anda

Memilih tempat dan waktu untuk menjual jasa keranjang hadiah Anda adalah keputusan penting. Membuka etalase membutuhkan lebih banyak modal di muka daripada memulai toko online.

Jika Anda ingin membangun bisnis jasa yang menghasilkan pendapatan dengan margin lebih tinggi tinggi, Anda memerlukan ruang komersial untuk mengemas dan mengirimkan pesanan. Tetapi, jika Anda ingin menjalankan operasi keranjang hadiah kecil untuk penghasilan tambahan, maka bisnis rumahan mungkin berhasil untuk Anda.

Pilihan lain untuk dipertimbangkan adalah membuka bisnis keranjang hadiah musiman. Penjualan keranjang hadiah cenderung melonjak selama liburan musim dingin, terutama untuk keranjang makanan dan wine. Menandatangani sewa sementara bisa menjadi cara yang bagus untuk menguji keadaan dan memanfaatkan musim penjualan ritel tersibuk.

Simak Tips Kelola Uang Gaji Versi Pandemi Ini!

4. Atur Keuangan Bisnis Bungkus Kado Anda

Sebelum Anda memulai bisnis, langkah penting lain yang perlu dilakukan adalah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis Anda. Memisahkan keuangan Anda diperlukan untuk melindungi aset pribadi serta memudahkan proses pemantauan pengeluaran dan melacak pengurangan pajak.

5. Pilih Pemasok Tepat Peluang Bisnis Bungkus Kado Anda

Pada awalnya, cara termudah untuk membeli produk untuk keranjang hadiah Anda adalah dengan pergi ke toko perlengkapan kerajinan terdekat. Tapi, untuk mendapatkan margin keuntungan terbaik pada keranjang hadiah Anda, Anda harus membeli produk dengan harga grosir. Harga grosir biasanya 50% dari harga eceran standar, terkadang bahkan lebih murah.

Toyota Indonesia Hadirkan Mobil Listrik Baterai

6. Desain & Tetapkan Harga untuk Keranjang Hadiah Anda

Ketika membahas tentang jenis keranjang hadiah yang ingin Anda jual, opsinya tidak terbatas. Kategori keranjang hadiah populer termasuk makanan dan permen berkualitas, perlengkapan mandi, barang musiman, hadiah baby shower hingga pernikahan.

Seperti halnya bisnis ritel lainnya, kunci untuk menghasilkan keuntungan adalah menjual keranjang hadiah Anda dengan harga setidaknya dua kali lipat dari biaya produksi. Ini disebut harga keystone.

Saat menentukan harga jual, selain barang-barang di dalamnya, perhitungkan biaya bahan pembungkus dan pengemas, serta biaya tenaga kerja dalam membuat keranjang.

Ini Fakta di Balik Hebohnya Tagar #RIPMadonna

7. Iklankan Peluang Bisnis Keranjang Kado Anda

Setelah lokasi atau toko online Anda siap, sekarang saatnya untuk mulai beriklan. Strategi periklanan terbaik akan menggabungkan taktik pemasaran online dan tradisional untuk menjangkau jumlah pelanggan terbesar.

Anda bisa melakukan periklanan online melalui media sosial, e-commerce atau membuat website. Selain periklanan online, Anda mungkin ingin menggunakan beberapa teknik pemasaran tradisional untuk mendorong dan menghargai pelanggan setia.

Memulai bisnis keranjang hadiah membutuhkan ide kreatif dan banyak perencanaan yang matang. Anda perlu menemukan ceruk yang menguntungkan, memilih saluran penjualan, dan menulis rencana bisnis yang mendetail dan jika Anda memiliki keterampilan yang tepat tentu akan membuat pekerjaan itu jauh lebih mudah.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Klik di Sini untuk Peluang Bisnis Lainnya:

Ternak Ayam Dibantu Teknologi

Tanaman Buah Dalam Pot

Roti Pendamping Kopi

Cuci Mobil Waterless

Fesyen Muslim

Gorengan

Berita Terbaru

JNE Bahas Langkah Jitu UKM Bertahan di Tengah Pandemi

Solopos.com, SOLO — Bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Alhasil,...

Jangan Berpangku Tangan, Gali Kreativitas Selamatkan Bisnis Perhotelan

Solopos.com, SOLO--Usaha perhotelan dan restoran diklaim menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Meski ada banyak insentif disediakan...

Pandemi Covid-19 Timbulkan Zombie Company

Solopos.com, JAKARTA — Mobilitas selama masa pandemi Covid-19 yang terbatas membuat sejumlah perusahaan terancam menjadi zombie company. Hal itu,...

Asosiasi GM Hotel Tolak PPKM Diperpanjang

Solopos.com, SOLO — Asosiasi General Manager Hotel Indonesia atau Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Tengah tak ingin...

Covid-19 Kukuhkan Ekonomi & Bisnis Digital Tumbuh 2021

Solopos.com, JAKARTA — Pandemi virus corona jenis baru pemicu Covid-19 dinilai berperan mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis digital tahun...

Inspiratif! 30 Pegawai Pertamina Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Solopos.com, SEMARANG -- Sebanyak 30 pegawai Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT) berinisiatif mendonorkan plasma darah mereka untuk membantu kesembuhan...

Hotel di Soloraya Peroleh Sertifikat Bersih, Sehat, dan Aman

Solopos.com, SOLO — Sejumlah hotel berbintang di Soloraya memperoleh sertifikat dari sejumlah kementerian terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19....

Bisnis Dessert Box Undang Peluang Lebar

Solopos.com, JAKARTA — Bisnis makanan penutup tumbuh menjadi tren populer dalam dekade terakhir. Pertumbuhan bisnis makanan penutup yang dikemas...

Peluang Bisnis Taksi Pendaki Bertahan di Gunung

Solopos.com, JAKARTA — Wisata Indonesia yang kaya akan sumber daya alam besar potensinya mendorong Fajar Ismail mengembangkan usaha jasa...

Bertahan di Peluang Bisnis Nasi Biryani

Solopos.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor usaha, tak terkecuali pelaku usaha peluang bisnis kuliner. Demi menghadapi tantangan...