Tutup Iklan
Presiden Jokowi seusai upacara pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara DPR/MPR Jakarta, Minggu (20/10/2019). (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Sebanyak 13 nama masuk dalam bursa menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf.  Rencananya Jokowi akan mengumumkan nama-nama tokoh yang akan masuk dalam kabinet Jokowi - Ma'ruf.

Dihimpun Solopos.com dari Suara.com dan Kantor Berita Antara, dari 13 nama tersebut tujuh di antaranya dilaporkan oleh Bloomberg berdasarkan nama-nama yang berkembang di media Indonesia dan pengamat politik Indonesia.

Berikut ini ke-13 nama yang diperkirakan masuk bursa Kabinet Jokowi-Ma'ruf:

Sri Mulyani Indrawati

Jokowi telah memberikan beberapa rincian tentang susunan kabinet barunya, selain menjamin dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa Sri Mulyani Indrawati yang saat ini menjabat sebagai menteri keuangan, akan tetap berada di timnya.

Kemungkinan, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dapat dipromosikan ke jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan posisi yang saat ini dipegang oleh Darmin Nasution.

Perry Warjiyo

Perry Warjiyo kemungkinan akan menjadi pengganti Sri Mulyani Indrawati jika dia dipromosikan ke posisi kabinet yang lebih senior menurut daftar yang disusun oleh tim kampanye kepresidenan Jokowi.

Perry Warjiyo adalah satu-satunya calon Jokowi untuk gubernur Bank Indonesia ketika ia diangkat ke jabatan itu pada Mei tahun lalu. Perry membangun kariernya di bank sentral, berurusan dengan sejumlah krisis keuangan.

Cemburu, Suami LC Karaoke di Solo Tusuk Pelanggan Istrinya

Selama memimpin, Perry membuat respons kebijakan yang agresif untuk melawan kekalahan pasar berkembang tahun lalu, menaikkan suku bunga sebesar 175 basis poin untuk membantu menstabilkan mata uang.

Chatib Basri

Chatib Basri yang merupakan mantan menteri keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal mendapatkan posisi lagi di kabinet Jokowi jilid II.

Nadiem Makarim

Pendiri Startup unicorn pertama Indonesia Gojek disebut-sebut sebagai menteri yang mungkin bertanggung jawab atas pendidikan atau usaha kecil dan menengah.

Ini Alasan Driver Gojek Tak Setuju Nadiem Makariem Jadi Menteri

Nadiem Makarim Jadi Menkominfo? Rudiantara Mengaku Sudah Tahu

Penambahan Nadiem Makarim di kabinet akan sejalan dengan preferensi Jokowi yang dinyatakan secara terbuka untuk menyertakan para profesional dan milenial dalam timnya.

Mukhamad Misbakhun

Misbakhun merupakan anggota komisi XI DPR selama masa jabatan pertama Jokowi, dianggap sebagai kandidat yang memungkinkan untuk menjadi menteri perdagangan, sebuah jabatan yang saat ini dipegang oleh Enggartiasto Lukita.

Misbakhun adalah seorang politisi dari partai Golkar, yang telah menjadi anggota kunci dari koalisi yang berkuasa dan merupakan partai terbesar kedua di parlemen.

Prabowo Subianto

Agenda reformasi berat Jokowi telah membuatnya beralih ke partai-partai oposisi, termasuk ke Prabowo Subianto, ketua partai oposisi utama Indonesia, yang dikalahkan presiden untuk kedua kalinya dalam pemilihan awal tahun ini.

Prabowo Subianto: Saya Bantu di Bidang Pertahanan

Keduanya telah mengadakan sejumlah pertemuan yang sangat umum dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan harapan Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal, dapat membawa Partai Gerakan Indonesia Raya-nya ke dalam koalisi yang berkuasa.

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno adalah pasangan calon Prabowo dalam pemilihan presiden 2019 dan disebut-sebut mungkin bergabung dengan kabinet baru. Lulusan Universitas George Washington ini adalah pengusaha sukses.

Erick Thohir

Peneliti sosok Joko Widodo (Jokowi), Andi Zulkarnain mengendus ada lima nama baru yang dianggap cocok mengisi pos menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Salah satunya Erick Thohir. Dia dinilai cocok jadi menteri perekonomian dan perdagangan.

Catat! Ini Doa Pembuka Rezeki Setiap Hari

"Erick Thohir membuktikan diri bagus sebagai pebisnis dan juga sukses memimpin TKN, dia cocok menjadi menteri yang berkaitan dengan perekonomian atau perdagangan," kata Andi Zulkarnain di Jakarta, sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Yenny Wahid

Putri dari Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. Bisa jadi Yenny Wahid jadi menteri sosial. Yenny selama ini berkecimpung begitu aktif di bidang sosial kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat kecil dan pembelaannya pada kaum minoritas yang terpinggirkan lewat The Wahid Foundation.

Bahlil Lahadalia

Bahlil Lahadalia disebut-sebut layak menjadi menteri koperasi dan UKM karena latar belakangnya sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan sukses di bidang UMKM.

Moeldoko

Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menjadi nama yang layak dipertimbangkan menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Moeldoko diangkap mempunyai kemampuan memimpin menko seperti itu, apalagi dia punya rekam jejak yang patut menjadi pertimbangan.

Arief Rosyid

Satu nama lagi terselip generasi muda bernama Arief Rosyid, Andi menyebutnya sebagai perwakilan dari aktivis milenial dan juga mewakili Cipayung. Arief Rosyid menggerakkan milenial se Indonesia, mempunyai jejaring Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Cipayung Plus. Arief Rosyid berpotensi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya ini diprediksi akan menggantikan Sofyan Abdul Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sejak lahir pada 20 November 1961, Bu Risma tinggal di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lalu ia pindah ke Surabaya begitu memasuki SMP sampai saat ini.

Pria Lamongan Ngaku Presiden RI Datangi DPR Minta Dikawal Saat Pelantikan

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1987, Bu Risma meniti karier sebagai PNS. Sepuluh tahun setelah lulus S1, ia diangkat menjadi Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Sejak saat itu karier kepemimpinan Bu Risma makin meroket, hingga pada 2010 ia terpilih menjadi Wali Kota Surabaya dan kembali menduduki jabatan tersebut di periode kedua pada 2016 sampai sekarang.

Perlukah Wanita Pakai Bra? Ini Kata Ahli

Banyak penghargaan dari berbagai kategori diterima Kota Surabaya, begitu juga sang pemimpin sendiri, sejak Bu Risma menjabat wali kota.

Ia juga membuktikan tanggung jawabnya dengan penataan kota menjadi lebih hijau dan segar, sampai dinobatkan sebagai kota terbaik se-Asia Pasifik dalam kategori partisipatif.

Indaco, Pelopor Cat Sehat Ramah Lingkungan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten