Di Balik Viralnya Es Teh Rp2.500 Di Purwodiningratan Solo, Seenak Itukah?

Es teh warung wedagang Pak Sin di Jl, Surya, Purwodiningratan, Solo, viral.

 Oxana Firsta menunjukkan es teh yang dibelinya di warung wedagang Pak Sin di Jl. Surya, Purwodningratan, Jebres, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Oxana Firsta menunjukkan es teh yang dibelinya di warung wedagang Pak Sin di Jl. Surya, Purwodningratan, Jebres, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Warung wedangan di Jl. Surya, tepatnya sebelah barat Puskesmas Purwodiningratan, Jebres, Solo, ini belakangan menjadi viral di media sosial, terutama karena es tehnya.

Penasaran, Solopos.com mendatangi warung wedangan itu pada pukul 13.20 WIB, Kamis (21/11/2019). Warung tersebut lumayan ramai siang itu.

Namun, para pekerja proyek, anak sekolah, dan pengguna jalan yang ingin membeli es teh banyak yang kecewa karena pemilik warung memasang tulisan "Es Teh Habis" pada selembar kertas yang ditempel di dekat pintu warung.

Tampak satu orang, Firman, 28, sedang menyantap gorengan yang dijajakan warung wedangan tersebut. Ia memesan satu gelas teh hangat.

Mulai 2020, Pengangguran Digaji Pemerintah Hingga Rp7 Jutaan

Meski sudah ada tulisan es teh habis di pintu, Solopos.com mencoba peruntungan dengan bertanya kepada pemilik warung apakah masih ada es teh. Pemilik warung, Warsiyem, 60, mengatakan masih ada es batu untuk satu porsi.

Keistimewaan Yogyakarta Digugat, Hemas: Keraton Tak Minta Ganti Saat Gabung NKRI

Warung wedagang Pak Sin yang es tehnya viral di Purwodiningratan, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
Warung wedagang Pak Sin yang es tehnya viral di Purwodiningratan, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

“Esnya sisa untuk satu es teh. Ini baru nunggu penjual es batu. Ini dari tadi sudah habis 16 bal es batu,” katanya kepada Solopos.com.

Khasiat Habbatussauda Diklaim Sembuhkan Segala Penyakit Kecuali Kematian

Es teh pesanan Solopos.om pun datang. Es teh racikan Warsiyem terasa kental, manis, dan memiliki aroma melati. Terasa segar diminum saat cuaca panas.

Warsiyem terlihat cemas menunggu pemasok es yang tak kunjung datang. Apalagi pengunjung yang datang jua semakin ramai siang itu.

Tips Jitu Hentikan Kebiasaan Mengompol pada Anak

Lalu seorang pria datang membawa es batu. Warsiyem dengan cekatan menuangkan teh ke plastik bening dan membungkus es teh hampir penuh untuk pembeli yang sudah mengantre.

Warung wedangan Warsiyem itu berukuran 4 meter x 2 meter. Bangunannya menempel di pagar rumah warga di trotoar. Dindingnya dari anyaman bambu dan tripleks. Di bagian depan tertulis nama Wedangan Pak Sin.

Ketagihan Pakai Tisu Magic? Lakukan 5 Hal Ini Biar Perkasa

Salah satu pembeli, Oxana Firsta P.W., menjelaskan baru kali pertama membeli es teh di warung wedangan Pak Sin tersebut. Gadis 18 tahun itu penasaran setelah warung wedangan tersebut viral.

“Saya bungkus es teh. Belum cobain rasanya karena baru kali pertama beli setelah dapat informasi dari media sosial,” katanya.

Pembeli lainnya, Fajar, juga mengaku baru pertama itu membeli es teh di warung wedangan Pak Sin. Ia heran karena antreannya banyak.

Laris Manis, Warung di Sragen Ini Jual Nasi Soto Rp1.000/Mangkok

“Rasanya [es teh] manis, kental, dan ada sepet-sepetnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kevin mengaku habis dua porsi es teh. Dia mengakui dibanding teh di tempat lain, apalagi teh-teh kemasan, es teh yang dijual di warung wedangan Pak Sin memang lebih enak.

Daftar UMK 2020 Se-Jateng: Semarang Tertinggi, Soloraya di Bawah Rp2 Juta

"Kental dan sepetnya terasa. Porsi kecil dan porsi besar pun rasanya konsisten. Aroma melatinya juga masih melekat meski ditambahi banyak es batu. Biasanya teh kalau ditambahi es batu kan aroma melatinya hilang," kata Kevin.

Sementara itu, pemilik warung, Warsiyem, mengaku tidak memiliki resep khusus untuk meracik es yang ia jual. Ia menggunakan delapan kemasan 40 gram teh merek Gopek untuk satu dandang air.

Canggih! Ada Fitur Pendeteksi Gempa Bumi di HP Xiaomi

Warung wedagang Pak Sin di Jl. Surya, Purwodiningratan, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Warung wedagang Pak Sin di Jl. Surya, Purwodiningratan, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)

“Sengaja teh dibikin kental. Tehnya sekali pakai,” ungkapnya.

Wajib Tahu! Ini Sederet Manfaat dan Bahaya Kerokan

Warung wedangan Pak Sin dirintis Warsiyem beserta suaminya, Daryanto, sejak 1994. Angkringan tersebut pernah buka 24 jam. Satu tahun lalu, Daryanto meninggal dunia dan membuat Warsinem tidak lagi membuka warung 24 jam.

Jadwal Baru KA Prameks Sore dari Jogja Dikeluhkan Pramekers Solo, Kenapa?

“Pak Sin itu panggilan suami saya. Nama aslinya Daryanto,” katanya.

Warsiyem berjualan pukul 08.00 WIB sampai habis dibantu anak tunggalnya, Sri Atin, dan satu karyawan, Ika.

Waduh, Kalori Kerupuk Setara Sepiring Nasi

“Saya nyantai. Nek kesel leren gak meksa [kalau capai istirahat tidak maksa berjualan]. Alhamdulillah omzet meningkat akhir-akhir ini,” katanya.

Dia menjual es teh seharga Rp2.500 per gelas atau per bungkus, satu gorengan Rp500, dan nasi oseng/nasi bandeng Rp2.000 per bungkus.

Dianggap Sudutkan Kaum Hawa, Penulis Nakhoda Kapal Pecah Diserang Netizen

Ia mendapatkan laba bersih sedikitnya Rp100.000 per hari.

“Kalau musim hujan omzetnya menurun,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Nelayan Tepian Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sewakan Perahu untuk Wisata

Nelayan di tepian Waduk Gajah Mungkur, tepatnya dekat Pasar Sapi Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menyediakan daya tarik wisata baru, yakni perahu wisata.

Obituari Putut Gunawan: Salah Satu Penggagas Musrenbang

Politkus senior PDIP Solo, Putut Gunawan, menjadi salah satu penggagas lahirnya musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang kini diadopsi di semua daerah.

Anak Bawah Umur di Tanon Sragen Diduga Diperkosa Hingga Hamil

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan penyandang disabilitas mental hingga korban hamil terjadi di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dinas Pertanian Klaten Gagas Pengadaan Drone Penyemprot Hama

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten memiliki rencana untuk membeli drone pertanian meski belum jelas kapan.

9 Kasus Omicron Terdeteksi di Jateng, di Solo Ada?

Sembilan kasus Covid-19 varian Covid-19 di Jawa Tengah salah satunya ada di Sukoharjo. Sementara di Kota Solo belum ditemukan.

Putut Gunawan Sumber Ilmu hingga Katalog Hidup Kuliner Soloraya

Sejumlah kolega di DPRD Sragen menyebut Putut Gunawan adalah sosok yang berpengalaman dan katalog kuliner. Politikus PDIP dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo itu meninggal Sabtu (22/1/2022).

Belum Sebulan, Warga Laweyan Solo Dua Kali Terendam Banjir

Belum genap sebulan, warga Kelurahan Pajang, Laweyan, Kota Solo, dua kali diterjang banjir luapan Kali Jenes. Banjir terbaru dinilai lebih parah kondisinya ketimbang sebelumnya.

DLH Sukoharjo Belum Punya Data Terbaru Soal Ruang Terbuka Hijau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo mengaku hanya memiliki data soal luasan ruang terbuka hijau (RTH) hasil pendataan 2017.

Pariwisata Solo Butuh Atraksi dan Inovasi

Asita Jogja memberikan masukan perihal pariwisata Kota Solo yang masih membutuhkan atraksi dan inovasi agar wisatawan lebih lama berkunjung di Kota Solo.

Soal Komentar Paundrakarna, Lilik: Biar Saja, Enggak Perlu Ditanggapi

Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, K.R.M.T. Lilik Priarso Tirtodiningrat, mengaku tak memiliki wewenang untuk mengomentari pernyataan GPH Paundrakarna soal Suksesi Mangkunegaran.

Bus Sekolah Gratis Wonogiri Beroperasi Lagi Pekan Depan, Ini Rutenya

Layanan Bus Sekolah tersebut baru dioperasikan kembali karena Dishub Kabupaten Wonogiri perlu menyiapkan hal-hal administratif terlebih dahulu.

Karanganyar Bakal Punya Training Camp untuk Atlet Paralympic

Karanganyar dipilih menjadi lokasi pembangunan traning camp atlet Paralympic oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

BPBD Sukoharjo Waspadai Banjir Susulan, Siagakan 70 Personel

BPBD Sukoharjo mewaspadai banjir susulan menyusul masih tingginya potensi curah hujan. Mereka menyiagakan 70 personel yang ditempatkan di masing-masing pos.

Libatkan Damkar, Begini Evakuasi Mobilio Nyungsep di Jimbung Klaten

Tim Damkar Satpol PP Klaten yang dikirim ke Jimbung terdiri atas satu regu, proses evakuasi mobil juga melibatkan aparat keamanan, seperti Polsek Bayat, Koramil Bayat, dan Satlantas Polres Klaten.

+ PLUS Telan 155 Korban Jiwa, Begini Kedahsyatan Banjir di Soloraya pada 1966

Banjir bandang yang terjadi di Soloraya pada 1966 mengakibatkan 155 korban jiwa, ratusan korban terluka dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.