33 Artikel Peserta FAM 2021 Siap Mendulang Jempol
Festival Ayo Membaca (FAM) 2021

Solopos.com, SOLO -- Gelaran Festival Ayo Membaca atau FAM 2021 memasuki tahap baru. Kini, 33 tim peserta kompetisi ini berlomba mendapatkan simpati pembaca melalui artikel karya mereka.

Sebanyak 33 artikel karya 33 peserta FAM mulai bisa disimak di festivalayomembaca.solopos.com. Pembaca bisa memberikan tanda like atau memberi tanggapan lainnya. Tanda like tersebut akan menjadi dasar penentuan artikel terfavorit.

Melalui artikel bertema Keuangan dan Ekonomi Digital Menuju Indonesia Maju ini, para peserta yang terdiri atas pelajar jenjang SMA/SMK dan sederajat memaparkan gagasan mereka tentang tema tersebut.

"All The Way" Awali Petualangan Mocca di Awal Tahun

Artikel itu berikut video yang diunggah 33 peserta menjadi dasar bagi juri untuk memnentukan 24 tim yang masuk tahapan Lomba Cerdas Cermat atau LCC virtual.

“Ada 33 sekolah yang mengirimkan artikel. Sedianya peserta FAM 2021 memang 34 sekolah, namun satu sekolah mengundurkan diri. Nah artikel ini menjadi salah satu faktor penentu apakah peserta masuk 24 tim yang berhak berkompetisi di LCC virtual mulai 26 Januari 2021 mendatang,” kata Ketua Panitia FAM 2021, Danang Nur Ihsan, kepada Solopos.com, Jumat (15/1/2021).

Duh, Wonogiri Masuk Zona Merah Lagi

Karya Peserta Menarik

Danang menambahkan secara umum karya para peserta lomba yang didukung Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yamaha Indonesia, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini cukup menarik. Gagasan mereka beragam dan menunjukkan semangat untuk mengenal dan memahami ekonomi dan keuangan digital.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, artikel yang ditayangkan di Solopos.com dan video yang diunggah peserta FAM 2021 di Instagram masing-masing menjadi dasar untuk menentukan 24 tim yang masuk LCC versi juri.

Kasus Wanita Dibakar Di Mobil Xenia Di Sukoharjo Segera Disidangkan

Di samping itu, artikel dan video tersebut juga akan dilombakan dalam kategori artikel dan video terfavorit. Semakin banyak mendulang jempol alias like atau suka, semakin besar kesempatan memenangkan artikel terfavorit.

Sedangkan untuk lomba video, semakin banyak penonton alias tayangan semakin besar pula kemungkinan menjadi pemenang video terfavorit. Lewat LCC dalam rangkaian FAM 2021 ini, peserta ditantang untuk menyajikan informasi tentang keuangan dan ekonomi digital dengan gaya yang populer dan mudah dimengerti.

Berikut ini 33 artikel dari peserta FAM 2021

SMAN 1 Watumalang Wonosobo: Ekonomi Digital Untuk Indonesia Maju

SMKN 1 Giritontro Wonogiri: Marketplace dan Online Shop, Serupa tapi Tak Sama

MA Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta: Peran Financial Technology Menurut Konsep Ekonomi Islam

SMAN Kerjo Karanganyar: Aktualisasi Ekonomi Digital di Daerah Rural

SMAN 4 Solo: Fintech, Tawaran Solutif Indonesia Maju

SMKN Ngargoyoso Karanganyar: Eksistensi QRIS BI, Solusi Pembayaran di Masa Pandemi Covid-19

SMAN 2 Nganjuk: QRIS: Pembayaran Digital Semakin Praktis, Solusi Efektif di Masa Pandemi

SMKS Teknosa Solo: Belanja Online Meningkat, Masyarakat Antusias dalam Penggunaan Digital Keuangan melalui Smartphone

SMK Bina Mandiri Indonesia Solo: Kemajuan Ekonomi Digital dari Sisi E-Commerce (Di Era Pandemi Covid-19)

SMKN 6 Semarang: Daya Tarik QRIS di Masa Pandemi

SMK Pelayaran Wira Samudra Semarang: Peradaban Ekonomi Digital Revolusi 4.0

SMAS UISU Medan: Gojek Transportasi Terbaik

SMKN 1 Pemalang: Implementasi QRIS dalam Menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

SMKN Jenawi Karanganyar: Kemudahan dalam Genggaman BRIlink di Pelosok Jenawi

SMA Warga Solo: Potensi Indonesia dalam menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital

SMA Al Islam 1 Solo: Optimalisasi Go Digital dalam Program UMKM Onboarding di Masa Pandemi

SMK Perintis 29 Ungaran: BI Bergeliat Memajukan Indonesia di Era Ekonomi Digital

SMA Al Azhar Syifa Budi Solo: Financial Planning Bagi Generasi Milenial di Era New Normal

SMAN 1 Semarang: Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

SMK Kriya Sahid Sukoharjo: Keuangan dan Ekonomi Digital Menuju Indonesia Maju

MA UF NW Paok Lombok: Transformasi Pasar Tradisional Menjadi Pasar Online

SMKN 5 Semarang: Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

SMAN 3 Solo: Ekonomi Anti Sial dengan Literasi Finansial Digital

SMA PL Santo Yosef Solo: Evolusi Barter Hingga QRIS

SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa: Meningkatnya Produktivitas Teknologi Dompet Digital

SMAN 1 Gresik: Simplifikasi Keuangan Model Lawas Menuju Financial Technology, Peluang atau Ancaman?

SMAN 1 Karanganyar: Digitalisasi, Solusi UMKM Hadapi Pandemi

SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Solo: Ternyata QRIS Masih Belum Diketahui Milenial, Simak Faktanya!

SMAN Tawangsari Sukoharjo: Digitalisasi Keuangan dan Ekonomi, Indonesia Makin Bergengsi

SMAN 2 Karanganyar: Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

SMK Telekomunikasi Tunas Harapan: Pakai QRIS Lebih Praktis

MAN 13 Jakarta: Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

SMK Kristen Terang Bangsa Semarang: Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom