Financial Planning Bagi Generasi Milenial di Era New Normal

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Karren Gabriella K, Vaisa Yeshe D.T. dari SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo.

 
Karren Gabriella K, Vaisa Yeshe D.T. dari SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. (Istimewa, dokumen pribadi)

SOLOPOS.COM - Karren Gabriella K, Vaisa Yeshe D.T. dari SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. (Istimewa, dokumen pribadi)

“Perencanaan keuangan yang benar, seperti membuat anggaran, menabung untuk dana darurat, berinvestasi, menyiapkan biaya untuk masa pensiun dapat membantu Anda hidup lebih sejahtera, meskipun ada badai keuangan.” – Ben Bernanke

Di era new normal ini, kita masih menghadapi masa pandemi covid-19 yang terus berkelanjutan tanpa diketahui kapan berakhirnya. Berbagai problematika yang dihadapi masyarakat, sangat berpengaruh pada berbagai bidang kehidupan, baik keluarga, pekerjaan, pendidikan, termasuk di bidang perekonomian. Salah satu problematika di bidang perekonomian, yaitu pengelolaan keuangan. Problematika tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya pendapatan bulanan bekurang, pekerja terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), atau pembatasan kegiatan di luar rumah.

Di masa pandemi, pemerintah menyarankan warganya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau sering disebut dengan #stayathome atau #workathome. Hal itu memunculkan problematika bagi masyarakat dalam mengelola keuangan. Akibat faktor ini, masyarakat melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah ketika bekerja, sekolah, dan masih banyak lagi. Penggunaan teknologi terkini menjadi salah satu jalan keluar untuk mempermudah aktivitas di dalam rumah. Seperti untuk berbelanja, pesan antar makanan dan barang, serta masih banyak lagi.

Hal ini erat kaitannya dengan perusahaan startup di bidang e-commerce yang mulai banyak digunakan oleh masyarakat, terutama di era new normal. Dikutip dari katadata.co.id, Tokopedia hanyalah salah satu e-commerce yang pertumbuhannya terus melaju di saat pandemi. Ada empat pemain besar lain di Indonesia yang menikmati kenaikan pengunjung. Menurut data iPrice, jumlah pengguna marketplace di kuartal ke-3 tahun ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, Shopee merupakan marketplace dengan jumlah pengunjung terbanyak hingga 96,5 juta atau meningkat sekitar 72%.

Apakah kalian sudah mengenal perusahaan atau bisnis startup?

Pada dasarnya, startup (atau start-up) adalah sebuah perusahan yang baru berjalan di bawah 5 tahun alias perusahaan yang baru saja dirintis. Menurut Wikipedia, startup adalah perusahaan yang belum lama beroperasi. Oleh karena itu, startup disebut sebagai perusahaan rintisan. Namun sejak tahun 2000-an, makna startup di dunia bisnis mulai mengalami pergeseran arti. Saat ini startup memiliki arti yaitu sebuah usaha yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core bussiness-nya dan memecahkan sebuah masalah di masyarakat.

Perusahaan startup banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Bisnis startup biasanya berkaitan dengan teknologi, sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus banyak beraktivitas di luar rumah. Dengan adanya berbagai kemudahan itu, permasalahan yang muncul adalah ketika seseorang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya dan mulai mengeluarkan banyak uang tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu keadaan finansial dan kebutuhannya.

Lalu, apa yang menjadi sumber permasalahannya?

Sumber permasalahannya adalah sifat boros atau perilaku konsumtif. Seperti yang mulai banyak terjadi di kalangan remaja (milenial), misalnya remaja perempuan membeli banyak barang untuk mempercantik diri atau hanya sekadar untuk mengikuti tren saat ini. Kebiasaan ini bisa menjadi kebiasaan buruk, apabila tidak dipertimbangkan keadaan finansial dan skala prioritas kebutuhannya.

Mari kita coba hubungkan dengan permasalahan finansial yang dihadapi para milenial. Tentu kita pernah merasa bingung untuk memilih cara yang tepat dalam mengelola keuangan atau merasa lupa untuk apa sajakah uang yang sudah kita dapatkan. Kita juga tidak pernah menghitung uang yang sudah terpakai selama sehari, seminggu, ataupun sebulan ini. Bahkan, tanpa kita sadari uang di tabungan sudah semakin menipis. Financial planning dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut.

Apa itu financial planning?

Financial planning adalah sebuah proses ketika seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan yang komprehensif. Financial planning itu sangat penting untuk kita pelajari dan terapkan, terutama untuk generasi milenial.

Tujuan dari financial planning masing-masing individu tergantung pada kebutuhannya. Seiring waktu, tujuan ini akan berubah-ubah. Contohnya, seorang perempuan berusia 16 tahun membuat financial planning dengan tujuan untuk membeli suatu barang yang ia inginkan. Lalu, ketika berusia 20 tahun, ia mengubah financial planning-nya untuk tabungan kuliah.

Berikut beberapa tips membuat financial planning untuk generasi milenial :

  • Membuat tujuan keuangan. Untuk membuat tujuan keuangan, kita dapat menggunakan prinsip SMART yaitu spesifik, measurable (terukur), achieveable (dapat tercapai), relevant (sesuai), dan time bound (batas waktu).
  • Financial check-up. Dengan rutin mengecek keadaan keuangan kita hari ini.
  • Risk protection, proteksi diri dari risiko. Misal, saat ini kita masih dalam masa pandemi, sehingga kita dapat membuat dana darurat.
  • Must to do financial habit. Kita dapat menerapkan dengan membuat kalender finansial. Kalender finansial mempermudah kita untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran harian.
  • Membuat batasan. Misalnya, dengan cara membuat batas maksimum pengeluaran sehari. Dapat dilakukan juga dengan memberi batas minimum yang dikeluarkan untuk dana darurat setiap ada pemasukan.

Itulah beberapa poin utama tentang cara perencanaan keuangan (financial planning) untuk kita, kaum milenial. Namanya sebuah rencana, tentu tidak akan menjamin seratus persen keberhasilan. Tetapi tanpa rencana, keberhasilan akan semakin sulit diperoleh. Kita tidak tahu pasti kapan orangtua kita akan meminjam uang kepada kita disaat atm rusak, kapan kita akan sakit, kapan kita akan mengeluarkan uang untuk tugas praktik sekolah, atau kapan kita berdonasi untuk korban bencana alam. Kita juga dapat melatih tanggung jawab dalam mengelola rezeki yang kita dapatkan, karena kita harus percaya bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu, menerapkan perencanaan keuangan akan memberikan banyak manfaat bagi kita. Yuk! Jadi milenial yang tidak hanya pandai dalam berpenampilan, melainkan juga pandai dalam merecanakan keuangan. Live a beautiful life!


Berita Terkait

Espos Premium

Peringati Sumpah Pemuda dengan Gerakan Menjaga Iklim

Peringati Sumpah Pemuda dengan Gerakan Menjaga Iklim

Gerakan jaga iklim dari rumah adalah menambah ilmu seputar menjaga iklim melalui berbagai diskusi virtual, melakukan aksi hemat pemakaian energi listrik dan air, dan tidak membuang makanan.

Berita Terkini

Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Shafa Salsabila dan Abrar Adzkia Ahmad dari MAN 13 Jakarta.

Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Raphael Valentino dan Kevin Falurentius dari SMK Kristen Terang Bangsa, Semarang.

Pakai QRIS Lebih Praktis

Artikel karya peserta FAM 2021 Yeni Solikah dan Ikvina Hasanatika dan SMK Telekomunikasi Tunas Harapan.

Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

Inovasi-inovasi teknologi pun terus bermunculan menawarkan banyak trobosan baru yang pastinya berdampak positif terhadap kualitas layanan masyarakat.

Digitalisasi Keuangan dan Ekonomi, Indonesia Makin Bergengsi

Era digital yang dibersamai dengan hadirnya pandemi Covid-19 meningkatkan penggunaan keuangan dan ekonomi digital.

Simplifikasi Keuangan Model Lawas Menuju Financial Technology, Peluang atau Ancaman?

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Saila Salsabila Arum Al Khakim dan Alma Dwi Yulia Sari dari SMAN 1 Gresik.

Ternyata QRIS Masih Belum Diketahui Milenial, Simak Faktanya!

Perubahan di segala bidang kehidupan pasti terjadi seiring berjalannya waktu. Kita sedang hidup di zaman milenial, era dimana transformasi, digitalisasi, dan simplifikasi merupakan kunci utamanya.

Digitalisasi, Solusi UMKM Hadapi Pandemi

Artikel peserta FAM 2021 atas nama Novita Anggun Pratiwi dan Rosyid Hidayatul Fadilah dari SMAN 1 Karanganyar.

Meningkatnya Produktivitas Teknologi Dompet Digital

Artikel karya peserta FAM 2021 Rachma Firdayana dan Marzhativa Ananda Putri dari SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa.

Evolusi Barter Hingga QRIS

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Aiko Hanantyo, Gracia Victoria dari SMA PL Santo Yosef Solo.

Ekonomi Anti Sial dengan Literasi Finansial Digital

Artikel karya peserta FAM 2021 Hanung Abdul Muqiit R.A. dan Kezia Virginia Elok S. dari SMAN 3 Solo.

Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

Bank Indonesia mempunyai status atau kedudukan khusus sebagai pihak yang mengawasi dan mengatur berbagai bank di Indonesia.

Transformasi Pasar Tradisional Menjadi Pasar Online

Artikel peserta FAM 2021 atas nama Liviana Dwi Putri danYuspina Kurbayanti dari MA UF NW Paok Lombok.

Keuangan dan Ekonomi Digital Menuju Indonesia Maju

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Elis Safitri, Dyah Wulan Handayani dar SMK Kriya Sahid Sukoharjo.

Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Banyak dari kita kaum milenial yang sekarang serba online, misalnya seperti belanja, transportasi, serta sekolah pun dilakukan secara online.

Financial Planning Bagi Generasi Milenial di Era New Normal

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Karren Gabriella K, Vaisa Yeshe D.T. dari SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo.