Para pengunjung menikmati suasana di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM), Desa Sendang, Wonogiri. Foto diambil beberapa waktu yang lalu. (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mengalokasikan anggaran Rp4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pengembangan daya tarik wisata.

Selain itu, masih ada DAK nonfisik senilai Rp1,2 miliar untuk peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan. Pengembangan daya tarik wisata itu disiapkan untuk pembangunan tourism information center (TIC), pembangunan gazebo, penyediaan sumber air bersih, hingga pembangunan panggung pertunjukan.

Selain itu, ada juga program peningkatan lahan parkir, pengadaan fasilitas kebersihan, dan pengadaan alat komunikasi darurat.

“Peningkatan kualitas pengelolaan atraksi wisata ini sebagai pendukung peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten Wonogiri,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, belum lama ini.

Kethur Kendi, Ritual Unik Jelang Pernikahan di Gemolong Sragen

Selain pembangunan fisik, Pemkab juga berupaya meningkatkan kapasitas SDM pengelola destinasi pariwisata dengan anggaran senilai Rp1,2 miliar. Dana itu menurut rencana diimplementasikan ke dalam delapan kegiatan.

Delapan kegiatan itu meliputi pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, pelatihan homestay, pelatihan geowisata, dan pelatihan pemandu wisata susur goa. Pelatihan lain yang akan digelar yakni pelatihan pemandu wisata paralayang, pelatihan pemandu wisata pedesaan/perkotaan, pelatihan pemandu wisata rekreasi, dan pemandu wisata outbound.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah, fokus program 2020 masih pada sinergi antara pembangunan infrastruktur dengan pengembangan potensi ekonomi.

Tugu Adipura Dibangun di Pertigaan Klampisan Wonogiri, Begini Desainnya

Menurut Bupati, potensi ekonomi Wonogiri sangat besar dan beragam meski belum sepenuhnya tergarap optimal. Hal itu lantaran sejumlah kendala berupa akses pasar dan akses ke pusat-pusat produksi dan pusat ekonomi.

“Maka perlu sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yakni peningkatan kualitas SDM koperasi dan UMKM serta kualitas produksi. Selain itu ada fasilitasi untuk memperoleh izin seperti PIRT, Halal, SNI, Merek Dagang sebagai syarat bersaing dengan produk luar daerah dan menembus pasar modern,” imbuh dia.

Bisnis Sedot WC Wonogiri, Limbah Tinjanya Dibuang Ke Mana?

Peningkatan daya saing UMKM juga ditempuh dengan menyediakan Rumah Kreatif Bersama (RKB) sebagai marketplace produk UMKM baik online maupun offline. RKB sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku UMKM saling belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitasnya.

“Pemeritnah juga menjalin kerja sama dengan Pemkab, Dekranasda dari luar termasuk mengikuti promosi melalui pameran baik regional, nasional, maupun internasional,” ujar dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten