Tutup Iklan
Kendaraan melintasi pertigaan Klampisan yang sedang dibangun Tugu Adipura di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Rabu (6/11/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemkab Wonogiri tengah membangun Tugu Adipura di pertigaan Klampisan, Kecamatan Selogiri. Tugu itu dibangun tepat di tengah-tengah pertigaan yang merupakan titik temu lalu lintas dari Solo/Sukoharjo dan Wonogiri kota hingga Jawa Timur itu.

Anggaran untuk proyek itu senilai Rp1,249 miliar meliputi pembangunan tugu ditambah pembangunan trotoar di jalan-jalan sekelilingnya. Informasi yang diperoleh Solopos.com, tugu nantinya memiliki fondasi berbentuk segitiga dengan puncaknya replika piala Adipura dari tembaga.

Di sekeliling pembangunan tugu, puluhan pekerja mulai memangkas pohon, membikin trotoar, dan taman pendukungnya. Tidak ada rekayasa lalu lintas selama pembangunan itu.

Isu Gadis Wonogiri Korban Perkosaan Tawarkan Diri, Diduga Cuma Alibi Pelaku

Meski ada proyek tugu, jalan di sekelilingnya masih menyisakan lebar 10 meter untuk lalu lintas kendaraan. Trotoar di pertigaan itu pun memiliki lebar 2 meter hingga 3 meter.

Trotoar itu bisa ditemui di sisi barat mulai dari kantor BPKD Wonogiri sampai mulut pertigaan Klampisan. Lalu di sebelah utara dari mulut pertigaan ke timur sampai jalan ke utara dekat terminal lama.

Proyek itu menurut rencana selesai dalam 48 hari kerja. “Pada pertemuan prakonstruksi sudah disampaikan perlu percepatan pembangunan baik lembur maupun antisipasi cuaca. Menurut pantauan pekerja yang terlibat ada 80-an orang dan akan ditambah hingga 100 orang. Pekerjaan di setiap segmen dikerjakan bersama,” kata Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Toto Prasodjo, mewakili Kepala DLH Wonogiri, Wahyu Widayat, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (6/11/2019).

Viral! Biduan Dangdut Lajang Jadi Kepala Desa di Lamongan

Penentuan titik koordinat tugu itu telah disepakati bersama baik Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Wonogiri. Tugu itu dibuat secara paralel mulai dari konstruksi tiang penyangga dari baja dilapisi aluminium komposit dan di atasnya dipasang replika piala Adipura dari tembaga.

Replika itu dibuat di Cepogo, Boyolali, senilai Rp100 juta. “Pengrajinnya memiliki kualifikasi mumpuni. Karya dia bahkan pernah melanglang ke Jepang, Belgia, dan lainnya,” imbuh Toto.

Petani Madiun Temukan Ratusan Koin Kuno Saat Mencangkul

Tugu itu sengaja dibuat dari bahan logam dengan sistem knock down. Hal itu dipilih dengan pertimbangan jika ada perubahan tata ruang di Klampisan, tugu itu bisa dipindahkan dengan mudah tanpa merupakan konstruksi bangunan. “Jadi pertimbangannya jangka panjang,” beber dia.

Ketua Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Wonogiri, Amir Akbar Nurul Qomar, berpesan memasuki akhir tahun proyek pembangunan fisik agar dikerjakan dengan cara tak biasa. Hal itu penting agar proyek tidak terlambat.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten