Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Pendaftar calon wakil bupati (cawabup) di PDIP Klaten, Harjanta, menggelar polling menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Polling itu guna mengetahui elektabilitas dan popularitas cawabup yang telah mendaftar di PDIP Klaten.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Tim Penjaringan Cabup dan Cawabup PDIP Klaten menerima 10 pendaftar cabup dan cawabup. Tiga pendaftar cabup, yakni Sri Mulyani (ketua DPC PDIP Klaten sekaligus Bupati Klaten), Ida Hartono (Direktur Kiat Motor), dan Adi Purwono (eksternal PDIP Klaten).

Sedangkan tujuh pendaftar cawabup, yakni Yoga Hardaya (Ketua DPD II Partai Golkar Klaten), Marzuki (kader Nahdlatul Ulama Klaten), Harjanta (mantan pengurus DPC PDIP Klaten), Suroyo, Suradji, Rudiyanta, dan Aris Prabowo (kader PDIP Klaten).

Harjanta mengaku sudah mantap dan optimistis meraih rekomendasi sebagai cawabup dari DPP PDIP. Dia pun memastikan bakal all out memperjuangkan kemenangan di Pilkada.

Baca Juga: Partai Golkar Pastikan Koalisi dengan PDIP di Pilkada Klaten 2020

"Saat ini, saya dan tim saya sudah melakukan polling siapa cawabup yang pantas [diusung]. Kami melakukan polling sejak Senin selama sekitar 10 hari. Dari polling itu akan diketahui sejauh mana posisi seorang Harjanta dan cawabup lainnya. Ini bisa juga menjadi tolok ukur di Pilkada 2020,” kata Harjanta saat ditemui wartawan di aula Desa Karanganom, Klaten Utara, Selasa (1/10/2019).

Harjanta dan timnya juga aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat di Klaten, termasuk ke seluruh kader PDIP, mulai tingkat ranting hingga DPC.

Baca juga: 11 Orang Ambil Formulir Cabup-Cawabup di PDIP Klaten, Ini Datanya

“Polling yang saya lakukan hanya untuk cawabup. Hasil polling akan saya sampaikan ke DPC dan DPP ke depannya. Jika diminta memilih, saya lebih suka mendampingi cabup dari kalangan wanita," kata dia.

Terlepas dari hal itu, Harjanta menyatakan siap tegak lurus dengan perintah partai. Jika tak memperoleh rekomendasi pun, dia bakal tetap di PDIP. "Saya sudah mengabdi di PDIP selama 25 tahun,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten