Tutup Iklan
Direktur Kiat Motor, Klaten, Ida Hartono. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Direktur Kiat Motor, Ida Hartono, disebut-sebut bakal meramaikan kontestasi Pemilihan Kepala Kepala Daerah (-klaten-usulkan-anggaran-pilkada-2020-rp56-miliar-50-untuk-badan-adhoc" title="KPU Klaten Usulkan Anggaran Pilkada 2020 Rp56 Miliar, 50% Untuk Badan Adhoc">Pilkada) Klaten 2020 mendatang.

Ida merupakan anak pertama pasangan Sukiyat dan Halimah Partini. Pria 35 tahun itu menggantikan posisi ayahnya, Sukiyat, sebagai direktur Kiat Motor sejak 2015 lalu. Sukiyat juga dikenal sebagai penggagas pembuatan mobil Esemka.

Soal kesiapannya maju pada Pilkada Klaten, Ida mengaku akan melihat situasi politik yang berkembang menjelang Pilkada Klaten. Saat ini ia masih fokus mengurus bengkel yang dirintis ayahnya.

Belakangan, Ida ikut mengurusi pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Kepastiannya bakal maju atau tidak dalam -wabup-hasil-pilkada-2020-hanya-menjabat-4-tahun-ini-penjelasan-kpu-klaten" title="Bupati-Wabup Hasil Pilkada 2020 Hanya Menjabat 4 Tahun, Ini Penjelasan KPU Klaten">Pilkada 2020 juga melihat dinamika politik di Kabupaten Bersinar.

“Kalau memang masyarakat menghendaki dan parpol [partai politik] serta bapak-ibu merestui ya bisa [siap maju di Pilkada]. Namun, sekarang saya masih di Kiat Motor,” kata Ida kepada wartawan, Minggu (8/9/2019).

Ida mengaku hingga kini belum ada komunikasi dengan pengurus partai politik (parpol) mana pun di Klaten. Namun, dia tak menampik ada elemen masyarakat yang mendorongnya menjadi bupati Klaten.

“Memang sudah ada elemen masyarakat yang mendorong saya maju. Tetapi, dilihat nanti ke depan seperti apa. Ini kan juga masih panjang,” urai dia.

Sementara itu Sukiyat menyerahkan keputusan kepada Ida soal maju atau tidaknya sebagai calon bupati. Inisiator mobil Esemka dan AMMDes itu siap merestui anaknya jika berminat menjadi kepala daerah Klaten.

“Ya kalau mau membenahi apa yang ada di Klaten, ya tidak apa-apa. Kami sebagai orang tua merestui dan siap membiayai,” urai dia.

Sukiyat mengaku sudah banyak pengurus parpol yang mendatanginya hingga berbicara soal kemungkinan Ida dicalonkan sebagai bupati. “Sudah banyak yang komunikasi karena ingin perubahan di Klaten. Hanya, soal maju atau tidak, itu saya serahkan ke anak saya,” urai dia.

Kandidat lain yang digadang-gadang maju di-klaten-diagendakan-september-2020-kpu-usulkan-dana-rp61-m" title="Pilkada Klaten Diagendakan September 2020, KPU Usulkan Dana Rp61 M"> Pilkada Klaten 2020, Sri Mulyani, juga mulai panen dukungan. Dukungan dari masyarakat itu seperti saat perempuan yang saat ini menjabat Bupati Klaten itu membuka Festival Batik di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, beberapa waktu lalu.

Sejumlah warga membawa poster bertuliskan “2020 Nderek Ibu” hingga “Tegak Lurus”. Poster berisi tulisan mengarah pada dukungan Pilkada 2020 juga ditemui saat Mulyani membuka Kirab Budaya Sura di Dukuh Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Minggu (8/9/2019). Poster itu bertuliskan “Lanjutkan Prestasi !!!”

“Kula manut panjenengan sedanten. Menawi menghendaki kula lanjut, kula lanjut. Kula mboten wantun nak panjenengan mboten menghendaki [Saya ikut anda semua. Kalau menghendaki saya lanjut, saya lanjutkan. Saya tidak berani kalau anda semua tidak menghendaki],” kata Mulyani kepada warga.

Nama lain yang kerap disebut bakal maju di Pilkada Klaten yakni One Krisnata. Pada Pilkada 2015 lalu, One menjadi cabup Klaten berpasangan dengan Sunarto sebagai cawabup. Soal kemungkinannya bakal nyalon kembali, Ketua DPC Partai Demokrat Klaten itu mengaku masih melihat perkembangan politik di Klaten.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten