Tutup Iklan
Rumah milik warga Desa/Kecamatan Plupuh, Sragen, ambruk diterjang hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (9/11/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Masaran, Sragen, Sabtu (9/11/2019) pukul 16.00 WIB.

Sebanyak 25 rumah mengalami rusak ringan dan lima pohon tumbang dengan kerugian material mencapai Rp25 juta. Bencana itu juga mengakibatkan satu orang terluka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono kepada Solopos.com, Sabtu malam, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi di bagian barat dan utara Sragen.

Lisus Melanda, Warga Sukoharjo Meninggal Tertimpa Gazebo Roboh

Hujan dan angin kencang itu, kata dia, mengakibatkan kerusakan pada atap puluhan rumah dan pohon tumbang. Selain itu seorang warga mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan atap rumah.

Warga yang terluka itu bernama Purwanto, 44, warga Dukuh Getas RT 015, Desa Sambirejo, Plupuh, Sragen. “Korban Purwanto mengalami patah tulang dan dibawa ke RS Karima Utama Solo. Selain itu total 25 rumah rusak, satu rumah kosong rusak berat, satu kandang ternak rusak berat dan lima pohon tumbang. Total kerugian Rp25 juta,” ujarnya.

Isu Gadis Wonogiri Korban Perkosaan Tawarkan Diri, Diduga Cuma Alibi Pelaku

Sugeng mengatakan penanganan pohon tumbang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat di Jl. Masaran-Gemolong. Peristiwa kerusakan rumah terjadi Desa Sidodadi, Masaran, dan Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh, dan Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen.

“Tim reaksi cepat BPBD yang diterjunkan ada tujuh orang dan 30 orang sukarelawan dari berbagai instansi, yakni TNI/Polri, SAR Poldes, perangkat desa, PMI, PSC 119, warga, dan pegiat Tone 88.5,” ujarnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten