Kondisi rumah Wakini yang ambruk karena tiang-tiangnya lapuk di Dukuh Soko RT 011, Desa Jabung, Plupuh, Sragen, Sabtu (21/9/2019). (Istimewa/Polsek Plupuh)

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah warga Dukuh Soko RT 011, Desa Jabung, Plupuh, Sragen, Wakini, 50, mendadak ambruk padahal tak ada hujan dan angin, Sabtu (21/9/2019).

Rumah berukuran 6 meter x 7 meter itu ambruk karena tiang-tiangnya lapuk dimakan usia. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Nenek-nenek penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Kapolsek Plupuh AKP Sunarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan rumah itu diketahui ambruk pada pukul 14.00 WIB. Akibat musibah itu seluruh isi rumah rusak, seperti peralatan dapur, meja, kursi, lemari, dan lainnya.

Sunarso memperkirakan kerugian material senilai Rp10 juta. Peristiwa nahas itu terjadi karena tiang-tiang penyangga sudah lapuk. Warga sekitar langsung bergotong-royong membersihkan puing-puing reruntuhan rumah yang terdiri atas kayu dan bambu.

Untuk sementara Mbah Wakini tidur di rumah tetangga terdekat, Totok. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan Wakini merupakan warga miskin.

Dia mengisahkan awalnya Wakini bekerja membatik di wilayah Kampung Batik Pungsari, Plupuh. Saat pulang pukul 14.00 WIB, Wakini mendapati rumahnya ambruk dan berteriak minta pertolongan warga. Kejadian itu dilaporkan ke Pemerintah Desa setempat.

“Kami mencatat kerugian bisa mencapai Rp25 juta. Korban sempat shock dan mengungsi ke rumah tetangga. Kami memberikan bantuan pangan dan nonpangan untuk bertahan hidup,” ujar Sugeng.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten