Bidan di Sambirejo Sragen Ketakutan Sampai Perut Mulas Saat Disuntik Vaksin Covid-19
Seorang nakes memejamkan mata kuat-kuat saat divaksin dokter di Puskesmas Sambirejo, Sragen, Selasa (26/1/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bidan Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, meneteskan air mata saat disuntik vaksin Covid-19 di Puskesmas Sambirejo, Selasa (26/1/2021). Bidan bernama Tamara itu mengaku takut dengan jarum suntik.

Hari itu, Tamara bersama sejumlah tenaga kesehatan (nakes) lain mengantre di Puskesmas Sambirejo, Sragen. Satu per satu mereka dipanggil untuk mengikuti vaksinasi. Semua nakes puskesmas harus selesai divaksin pada Selasa itu.

Mereka harus melewati empat meja pelayanan dalam proses vaksinasi itu. Empat meja itu yakni meja pendaftaran, meja screening, meja vaksinasi, dan meja observasi.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Sudah Sampai Solo, Ada Tambahan 880 Vial

Pada meja screening, nakes Sragen itu dimintai keterangan untuk memastikan ia bisa disuntik vaksin Covid-19. Hingga pukul 11.00 WIB, ada satu nakes yang terpaksa tidak bisa ikut vaksin karena mengalami komorbid komplikasi, seperti hipertensi, dan sejumlah penyakit lainnya.

Selain itu ada tiga nakes yang vaksinasinya ditunda karena terindikasi tensi darahnya tinggi yang mengarah ke hipertensi. Bidan Tamara tampak gelisah saat namanya disebut.

Sejak beberapa hari terakhir, Tamara berusaha mengondisikan dirinya agar siap divaksin. Sebagai seorang bidan, ia sudah biasa memasukkan jarum suntik ke pasien.

Baca Juga: Seusai Banjir Lahar Hujan, Pejuang Sekop Berbondong-Bondong Ke Kali Woro Klaten

Perut Mulas

Kini, giliran lengan kirinya yang menjadi sasaran jarum suntik. Bidan Desa Sambirejo, Sragen, itu mengaku takut dengan suntikan jarum berisi vaksin Covid-19 itu.

Rasa takutnya yang kuat itulah membuat air matanya tak bisa ia bendung saat jarum suntik berisi vaksin Sinovac dimasukkan dokter. Dua orang rekan nakesnya berusaha menguatkan Tamara agar bisa melewati ujian itu.

“Saya takut disuntik itu sejak kemarin-kemarin. Saat takut itulah membuat perut saya mulas juga. Ketakutan itu pula yang membuat saya menangis karena saya belum pernah disuntik. Ya, saya biasa menyuntik pasien tetapi saat saya disuntik harus menguatkan mental dulu,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com di ruang observasi, Selasa siang.

Baca Juga: Sehari Setelah Vaksinasi Covid-19, Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Di Sukoharjo

Tamara baru bisa bernapas lega setelah selesai disuntik. Ia tidak merasakan sakit tetapi hanya sedikit njarem saja. Tak hanya Tamara, nakes lain ada pula yang memejamkan mata erat-erat saat disuntik.

Nakes Sragen itu juga takut saat disuntik vaksin Covid-19 tetapi ia tidak sampai menangis. Ada pula yang menahan dokter sampai tiga kali untuk menusukkan jarum suntik di lengannya. Saat hendak disuntik, bidan Desa Kadipiro, Sambirejo, Arinta, itu bilang “Sik…sik…” sampai tiga kali.

Vaksinator

Kemudian dua orang nakes lainnya ikut membantu meyakinkan Arinta saat disuntik dan akhirnya selesai. “Tadi saya hanya ingin melihat jarum suntiknya saat disuntikkan. Sehabis disuntik hanya pegal-pegal sedikit,” katanya kepada Solopos.com.

Baca Juga: Waduh, 2 Anggota DPRD Solo Dari Fraksi PDIP Positif Covid-19

Di Puskesmas Sambirejo itu ada 51 nakes yang menjadi sasaran vaksinasi hari itu. Vaksinasi tersebut melibatkan delapan orang vaksinator. Selain itu ada tiga orang lagi yang dilatih sebagai vaksinator, yakni satu dokter, satu perawat, dan satu bidan.

“Nanti kami evaluasi. Bagi yang ditunda karena hipertensi dievaluasi dan besok divaksin. Dari luar puskesmas ada delapan nakes yang masuk di data kami,” ujar Kepala Puskesmas Sambirejo dr Wisnu Retnoningsih.

Baca Juga: Merasa Sehat-Sehat Saja, 2 Anggota DPRD Solo Ini Heran Positif Covid-19

Penyuntikan vaksin Covid-19 di Sambirejo, Sragen, itu disupervisi langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto dan Sekretaris DKK Sragen Fanni Fandani.

Selain ke Sambirejo, rombongan Wabup juga berkunjung tiga puskesmas lainnya, yakni Puskesmas Kedawung I, Puksemas Ngrampal, dan Puskesmas Sragen Kota.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom