Sehari Setelah Vaksinasi Covid-19, Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Di Sukoharjo
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (kanan) menyaksikan Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi saat divaksin Corona di RSUD Ir Soekarno setempat pada Senin (25/1/2021). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo belum menerima laporan ada penerima vaksin Covid-19 yang mengalami gejala efek samping yang berat sehari setelah vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilaksanakan di Kabupaten Makmur pada Senin (25/1/2021). Sejumlah penerima mengaku hanya mengalami gejala ringan, pegal, hingga mengantuk.

Jubir Satgas Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan sudah membuka posko pengaduan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sejauh ini belum menemukan ada efek samping yang berbahaya.

Baca Juga: Merasa Sehat-Sehat Saja, 2 Anggota DPRD Solo Ini Heran Positif Covid-19

"Sehari setelah dimulai vaksinasi di Sukoharjo belum ada laporan masuk. Hanya beberapa alami gejala ringan, seperti saya mengantuk dan greges. Tapi sudah baik," kata Yunia kepada Solopos.com, Selasa (26/1/2021).

Yunia masuk daftar 10 orang pertama yang disuntik vaksin Corona di Sukoharjo. Ia mengatakan DKK membuka posko aduan gejala ikutan pascaimunisasi.

Mereka yang telah mendapatkan suntikan vaksin Sinovac bisa menyampaikan jika mengalami keluhan atau gejala ikutan yang timbul. Posko aduan disediakan di tiap-tiap fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani vaksinasi.

Baca Juga: Pengendara Motor Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang Di Ring Road Selatan Sragen

Faskes yang melayani vaksinasi Covid-19 Sukoharjo ada 12 puskesmas dan 10 rumah sakit rujukan serta empat klinik pratama milik TNI/Polri.

Menurut Yunia, kemampuan faskes dalam melayani sasaran vaksin berbeda-beda. Sesuai perhitungan, puskesmas mampu melayani penyuntikan hingga 50 orang per hari. Sedangkan rumah sakit bisa sampai 200 orang per hari.

Kemampuan Puskesmas

Dengan jumlah sasaran awal adalah tenaga kesehatan sebanyak 6.896 orang, vaksinasi targetnya selesai pada Kamis (28/1/2021) mendatang.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Pastikan Tak Ada Kompensasi Untuk Pelaku Usaha Terdampak PPKM

"Kami kira kemampuan puskesmas memberikan pelayanan vaksin bisa lebih banyak. Apalagi selama ini terbiasa melayani imunisasai," jelasnya.

Merujuk data secara keseluruhan, sasaran vaksinasi di Sukoharjo ada sebanyak 579.681 orang. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan 6.896 orang, pelayanan publik 224.489 orang, masyarakat umum dan pelaku ekonomi 196.910 orang, dan lansia 112.935 orang.

Sedangkan 10 orang penerima vaksin tahap pertama adalah Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Perwakilan dari Pemerintah Daerah, Perwakilan dari Rumah Sakit, MUI, Pendeta, Ketua IDI, dan unsur media.

Baca Juga: Waduh, 2 Anggota DPRD Solo Dari Fraksi PDIP Positif Covid-19

Sementara itu, Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi, mengaku tidak mengalami gejala ikutan setelah mendapatkan suntikan vaksin pertama.

Ia tidak merasakan keluhan maupun perubahan kondisi kesehatan. "Masih biasa saja, normal. Tidak ada gejala apa pun, kemarin cuma pegal di tangan. Tapi sudah baik sekarang," ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom