Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, yang sudah selesai proyek penataannya, Senin (21/10/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Akses Jl. Jenderal Sudirman Solo akhirnya dibuka total setelah pekerjaan penataan koridor tersebut rampung, Senin (21/10/2019) pagi.

Jalan selebar 20 meter itu direnovasi dengan pemasangan batu andesit. Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan arus lalu lintas di ruas jalan itu kembali dinormalkan.

Sebelumnya, manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dilakukan Dishub seperti pembatasan kendaraan roda empat dari arah Jl. Urip Sumoharjo, Pasar Gede, yang dialihkan lewat Simpang Ketandan.

Selain itu, sejumlah rekayasa lalu lintas lain juga dilakukan di kawasan proyek guna mendukung pemasangan batu andesit.

Rusuh, Pertandingan PSIM Vs Persis Solo Terhenti di Injury Time

“Setelah mendapatkan kabar proyek Jl. Jensud selesai, kami berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR], pelaksana proyek Jensud, dan Satlantas Polresta Solo, arus di Jl. Jensud kami normalkan seperti sebelumnya per pukul 09.00 WIB pagi,” ungkap Mudo kepada wartawan, Senin.

Sebelumnya, proyek yang menelan anggaran hingga Rp11,9 miliar itu diprediksi bakal butuh perpanjangan waktu menjelang tenggat masa kontrak selesai pada akhir Oktober. Namun, pelaksana mengebut hingga pekerjaan itu bisa rampung sebelum masa kontrak rampung.

“Kami menerjunkan puluhan pekerja yang siap diterjunkan selama 24 jam nonstop dengan sistem sif agar proyek ini rampung tepat waktu,” beber dia.

Sejumlah kendala di lapangan mengiringi pelaksanaan proyek, di antaranya menyenggol pipa saluran air bersih milik Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening Solo dan pipa utilitas lain.

Mirip Taman Di Singapura, Begini Penampakan Puncak Bukit Sidoguro Klaten

Selain itu, proyek juga sempat terhenti lantaran dilalui Pawai Pembangunan pada Minggu (18/8/2019) dan laluan Balap Sepeda Tour D’ Indonesia 2019 pada Senin (19/8/2019).

Salah seorang warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, Hasan Nursidi, mengaku puas dengan renovasi tersebut. Namun, ia berharap andesit yang digunakan lebih besar sehingga polanya lebih terlihat.

Ihwal tekstur jalan yang jadi tidak semulus sebelumnya, Hasan mengaku tak masalah. “Saya lebih berpikir soal ide menjadikan kawasan di Jensud seperti penataan kota lama di Jogja, Semarang, dan Bandung,” ucapnya kepada Solopos.com.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten