Tutup Iklan
Kendaraan melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, saat dibuka sementara untuk peserta Tour D\'Indonesia, Senin (19/8/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Bagian tengah Jl. Jenderal Sudirman -koridor-jensud-solo-dipercepat-pengaturan-lalu-lintas-diubah" title="Penataan Koridor Jensud Solo Dipercepat, Pengaturan Lalu Lintas Diubah">(koridor Jensud) akan dibuka dan bisa dilalui kendaraan umum paling cepat per Senin (26/8/2019).

Jalan yang ditutup untuk keperluan penataan sejak beberapa bulan lalu ini sempat dibuka pada Minggu (18/8/2019) untuk rute pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

-lagi-begini-pengaturan-lalu-lintas-koridor-jensud-solo-mulai-besok" title="Berubah Lagi, Begini Pengaturan Lalu Lintas Koridor Jensud Solo Mulai Besok">Koridor Jensud juga dibuka sehari setelahnya yaitu Senin (19/8/2019) karena menjadi jalur untuk Balap Sepeda Tour D’ Indonesia 2019. Kini, renovasi ruas jalan selebar 12 meter mulai dari Patung Slamet Riyadi hingga bagian depan Gedung Bank Indonesia (BI) lama itu hampir selesai.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan pembukaan ruas jalan untuk kendaraan umum itu rencananya dilakukan sesudah Pawai Pembangunan selesai.

Namun hal itu urung dilakukan karena menunggu rampungnya pengerjaan saluran drainase di samping Kantor Telkom Solo. “Sebenarnya beton bagian tengah sudah cukup umur dan kuat. Tapi menunggu sisi utara itu selesai, paling sepekan lagi. Ini berdasarkan saran beberapa pihak setelah pertemuan kemarin,” kata dia, Senin.

Setelah-lintas-koridor-jensud-solo-berubah-lagi-netizen-pusing-deh" title="Lalu Lintas Koridor Jensud Solo Berubah Lagi, Netizen: Pusing Deh!"> Jl. Jenderal Sudirman bagian tengah dibuka untuk umum, sisi samping barat dan timur atau kanan kiri selebar masing-masing empat hingga lima meter tersebut gantian ditutup. Penutupan ruas sebelah timur dan barat dilakukan untuk melanjutkan renovasi.

“Kendaraan kan lebarnya maksimal tiga meter, ruas tengah itu 12 meter, dipotong pembatas jalan, lebar masing-masing lajur sekitar lima meter,” jelasnya.

Arif mengatakan metode pengerjaan ruas barat dan timur Jl. Jenderal Sudirman tidak berbeda dengan ruas tengah. Jalanan akan dikeruk kemudian dibeton menggunakan agregat kering berupa abu batu atau batu kerikil yang dihaluskan.

Kelebihan agregat kering saat dilintasi kendaraan di atasnya lebih lentur. Gesekan kendaraan teredam, sehingga tidak mudah pecah. Selain itu, pengerjaan lebih cepat karena beton yang sudah kering bisa langsung digilas dengan road roller atau stoom walls kecil sebelum pemasangan paving dan batu andesit.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan [Dishub]. Nanti bagian tengah diberi water barrier. Kendaraan dari Pasar Gede mau ke selatan bisa [lewat Jl. Jenderal Sudirman] tetapi tidak boleh belok ke timur [Jl. Mayor Kusmanto]. Kendaraan dari Jl. Mayor Kusmanto belok ke arah Gladag maupun ke arah Balai Kota itu juga bisa. Kurang lebihnya sepekan, ya, Senin pekan depan semoga bisa,” jelasnya.

Kasi Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di lokasi itu akan disampaikan dua hari jelang pembukaan.

“Saat ini kami masih membicarakan detailnya dengan kontraktor maupun Dinas PUPR. Kami akan merancang lalu lintasnya seperti apa,” kata dia dihubungi terpisah.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten