Solo Sangat Panas, Ini Penjelasan BMKG

Suhu udara Kota Solo beberapa hari ini terasa sangat panas.

 Ilustrasi suhu udara yang panas (IST)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi suhu udara yang panas (IST)

Solopos.com, SOLO -- Suhu udara di Kota Solo dalam beberapa hari terakhir terasa sangat panas. Media sosial pun diramaikan netizen yang membagikan hasil tangkapan layar informasi temperatur udara yang menunjukan angka bervariasi mulai 39 derajat Celcius bahkan 44 derajat Celcius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki penjelasan mengenai hal tersebut. Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko, saat dihubungi Solopos.com, Senin (21/10/2019), mengatakan Oktober merupakan puncak musim kemarau panjang tahun ini.

Posisi lintasan matahari sama dengan garis lintang Indonesia sehingga membuat suhu udara menjadi sangat panas.

“Saya coba mengecek data pengamatan di Bandara Adi Soemarmo pukul 13.00 WIB tercatat 37,5 derajat Celcius. Data ini jelas pasti dan akurat karena pengamatan itu menggunakan teknologi yang selalu dikalibrasi untuk keselamatan penerbangan. Data handphone kurang akurat, tiap jenis handphone pasti berbeda,” ujarnya.

Pria Sukoharjo Ditemukan Tak Bernyawa Seusai Pesta Miras

Ia menjelaskan suhu udara panas hanya akan terjadi pada Oktober. Suhu panas juga akan terjadi pada Februari 2020 namun tidak sepanas Oktober.

Saat ini posisi kulminasi utama atau pergerakan matahari tepat di atas pulau Jawa sebagai pertanda memasuki musim penghujan atau pancaroba. Menurutnya, musim penghujan saat ini sedikit terlambat antara 10 hingga 30 hari dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perjuangan Ustaz Demi Kesembuhan Anak Berakhir Tragis di Jembatan Gedong

Secara umum, wilayah Soloraya diprediksi baru memasuki penghujan pada pertengahan November. Biasanya awal November Soloraya sudah musim penghujan.

“Beberapa hari lalu Solo diguyur hujan beserta angin namun hanya sebentar. Hujan itu pertanda musim pancaroba atau satu bulan menjelang musim penghujan. Kalau tahun lalu berbicara El Nino saya setuju, kalau tahun ini baik-baik saja, tidak El Nino maupun La Nina. Ada beberapa penyebab kondisi musim kemarau saat ini lebih lama,” ujarnya.

KA Bandara Beroperasi, 6 Ruas Jalan Solo Ini Berpotensi Macet

Menurutnya, penyebab musim kemarau panjang saat ini yakni belum adanya perubahan arah angin. Suhu muka laut di Indonesia masih dingin sehingga penguapan belum terlalu banyak.

Sementara itu, angin kencang berada di sepanjang pulau Jawa. Angin kencang di lereng Lawu, Karanganyar, merupakan angin lokal yang biasa disebut warga lisus atau puting beliung.

Video Kericuhan di Derbi Mataram, Ada Terjangan ke Pemain Persis Solo

“Suhu panas memicu tekanan udara rendah, angin bergerak pada tekanan udara tinggi ke rendah. Apabila suatu daerah rendah sekali tekanan udaranya akan berpotensi terjadi small tornado atau dikenal puting beliung. Ciri-ciri small tornado ketika cuaca panas tiba-tiba menjadi dingin,” imbuhnya.

Perlukah Wanita Pakai Bra? Ini Kata Ahli

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, Yoga Sambodo, mengatakan pengamatan suhu paling valid di Solo tercatat 37,5 derajat Celcius pada pukul 13.00 WIB.

Namun, suhu maksimal baru dapat dilaporkan ketika pukul 19.00 WIB.

Cemburu, Suami LC Karaoke Di Solo Tusuk Pelanggan Istrinya

“Matahari semula di belahan bumi utara bergerak ke selatan. Hari tanpa bayangan kalau di Solo pada pekan lalu itu berefek seakan-akan matahari berada tepat di atas pulau Jawa. Ini perjalanan ke 23 derajat lintang selatan di benua Australia sehingga cuaca cukup panas. Ditambah belum terbentuk banyak awan,” ujarnya.

Solo Panas Banget, Ratusan Bibit Ikan Nila Mati Di Kolam

Dia mendapat laporan di beberapa wilayah Magelang dan Banjarnegara sedang terjadi angin kencang.

Hal itu disebabkan permukaan bumi yang panas membuat tekanan udara berkurang sehingga angin berkumpul di satu wilayah.

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Ada 80 IPAL, Pencemaran Limbah di Kali Jenes Solo Masih Saja Terjadi

Meski sudah ada 80 IPAL untuk mengolah limbah industri, pencemaran air Kali Jenes di Kota Solo terus saja terjadi dan menjadi keluhan masyarakat di sepanjang DAS.

Saran Warga Solo: Pelaku Vandalisme Dihukum Coret-Coret Rumah Sendiri

Pemkot Solo diharapkan lebih tegas dalam menerapkan aturan dan sanksi bagi para pelaku vandalisme, salah satunya hukuman mencoret-coret rumah sendiri.

Pedagang Gorengan di Sragen Kesulitan Dapat Minyak Goreng di Minimarket

Para pedagang kesulitan mendapatkan minyak di minimarket karena pembelian dibatasi dan saat mau beli sering habis.

Edukasi Budaya, KKN UGM Klego Gelar Lomba Mewarnai Wayang

Tim KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar lomba mewarnai wayang dan pameran lukisan wayang di Klego, Boyolali.

Bertahan Lebih dari 250 Tahun, Begini Kisah Perjalanan Pasar Legi Solo

Pasar Legi Solo telah melewati perjalanan panjang sejarah sejak kali pertama didirikan oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa alias Mangkunagoro I pada 1750-an.

DPC Partai Demokrat Boyolali Ingin Berkolaborasi dengan PDIP

Partai Demokrat Boyolali akan menjalin komunikasi dengan PDIP baik di tingkat DPC, PAC, maupun ranting.

Keren! Kisah Bakul Mi Ayam Solo Diangkat Jadi Serial Drama Komedi

Kisah nyata seorang bakul mi ayam di Kota Solo diangkat menjadi cerita drama seri komedi yang akan tayang di Youtube tak lama lagi.

Panasi Mesin, Partai Demokrat Boyolali Targetkan 1 Dapil 1 Kursi

DPC Partai Demokrat Boyolali menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2024.

Hujan Angin Landa Karangmalang Sragen, 5 Rumah Tertimpa Pohon

Lima rumah di wilayah Bantar RT 007 Kecamatan Karangmalang Sragen tertimpa pohon setelah hujan deras disertai angin kencang di Sragen.

Uji Laboratorium Vaksin Booster, Antibodi Naik 100-800 Kali Lipat

Peningkatan antibodi sampai 100-800 kali lipat itu diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium para nakes yang melakukan vaksinasi booster lebih dulu.

Menu Plaza Rawa Jombor Kini Bervariasi, Ada Soto hingga Chicken Katsu

Sejak pindah ke Plaza Kuliner Nyi Ageng Rakit, eks pengusaha warung apung Rawa Jombor kini tak hanya menyajikan menu olahan ikan air tawar.

Plaza Kuliner Rawa Jombor Dibuka, Diisi 17 Pedagang Eks Warung Apung

Dari 28 kios, Plaza kuliner Nyi Ageng Rakit kini diisi 17 pedagang yang sebelumnya memiliki usaha warung apung dan pemancingan di Rawa Jombor.

Tumbuh Cepat, Eceng Gondok Kembali Penuhi Rawa Jombor

Sekitar 20 persen dari total luas perairan Rawa Jombor hijau gegara tertutup tumbuhan air tersebut.

Seliweran di Kartasura Sukoharjo, 7 Motor Knalpot Brong Disita Polisi

Tujuh pengendara motor yang menggunakan knalpot brong dan berkeliaran di wilayah Kartasura, Sukoharjo, terjaring razia dan motornya disita.

Kosong di Minimarket, Stok Gula Pasir di Pasar Tradisional Solo Normal

Berbeda dengan supermarket dan minimarket, stok gula pasir di pasar tradisional Kota Solo tetap normal meski ada sedikit kenaikan harga.