Tutup Iklan
Penampakan puncak Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten sudah dilengkapi pohon buatan serta tempat selfie, Sabtu (19/10/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bukit Sidoguro di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, telah lama dikenal sebagai lokasi tujuan wisata.

Saban tahun di lokasi itu digelar menggelar tradisi kirab gunungan hingga penyebaran ketupat pada puncak perayaan pekan Syawalan (Lebaran).

Bukit yang juga dikenal dengan nama Bukit Turis itu menawarkan pemandangan alam yang cukup aduhai. Dari puncak bukit, keelokan Rawa Jombor terlihat jelas.

Hamparan sawah, rimbunnya pepohonan, hingga deretan perbukitan menambah keelokan panorama dari puncak bukit. Sesekali terdengar nyanyian burung saling bersahutan.

Nyanyian burung itu dari perkampungan para penangkar burung jalak di bawah bukti. Sayangnya, sejumlah fasilitas di bukit itu sempat kurang terawat.

Pria Lamongan Ngaku Presiden RI Datangi DPR Minta Dikawal Saat Pelantikan

Fasilitas seperti tempat bermain anak hingga patung-patung yang menghiasi tepi jalan setapak menuju puncak rusak serta dikelilingi rerumputan tinggi.

Pada tahun ini, Pemkab Klaten mulai membenahi bukit itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. DAK yang diterima pemkab senilai Rp2,8 miliar digunakan untuk menata lansekap bukit.

Proyek pembangunan sudah bergulir beberapa bulan terakhir. Sejumlah fasilitas yang bakal mengubah wajah bukit yang sebelumnya tak terawat mulai terlihat keelokannya meski proyek pembangunan belum rampung.

Hal itu seperti penampakan empat pohon buatan di puncak bukit. Pohon buatan ini disebut mirip denan taman di Singapura.

Tiang-tiang lampu berwarna putih menghiasi tepian jalan setapak menuju puncak bukit. Taman serta tempat selfie juga sudah terlihat di kawasan tersebut. Pohon serta bunga mulai ditanam di berbagai kawasan bukit tersebut.

Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen, DPRD: Kok Baru Dibina Setelah Viral?

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Ety Pusparini, mengatakan proyek pembangunan sudah mencapai 80 persen.

Dia mengatakan perubahan penampakan puncak bukit yang jauh lebih indah dibanding sebelumnya menarik minat wisatawan untuk berdatangan.

“Sudah banyak orang yang berkunjung ke Bukit Sidoguro. Kami perkirakan ada 3.000 orang yang sudah ke sana melihat lansekap bukit yang mulai terlihat,” kata Rini, belum lama ini.

Rini mengatakan proyek pembangunan itu bakal berlanjut pada 2020. Pemkab kembali mendapatkan DAK senilai Rp2 miliar. Dana itu bakal dimanfaatkan untuk perbaikan panggung, tempat kuliner, hingga pintu gerbang menuju bukit.

Rini optimistis Bukit Sidoguro kembali moncer dan memikat banyak wisatawan berdatangan. “Alhamdulillah ada yang sempat berfoto di pohon buatan dan mengunggahnya di media sosial hingga viral. Banyak yang menyebutnya mirip dengan pohon buatan di Singapura,” kata Rini.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten