Kendaraan melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, saat dibuka sementara untuk peserta Tour D\'Indonesia, Senin (19/8/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Pelaksana proyek penataanhttps://soloraya.solopos.com/read/20190107/489/963434/penataan-koridor-jensud-solo-digeber-lagi-mulai-maret" title="Penataan Koridor Jensud Solo Digeber Lagi Mulai Maret"> koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo tahap II tinggal memiliki waktu dua bulan hingga akhir Oktober mendatang untuk menyelesaikan proyek tersebut. 

Pengerjaan proyek senilai Rp11,9 miliar itu dimulai pekan pertama Mei lalu dan ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan. Pelaksana proyek mengebut proyek yang menyasar ruas jalan sepanjang 325 meter dan lebar 20 meter itu dengan mengerahkan pekerja nonstop 24 jam setiap hari. 

Perwakilan pelaksana proyek, Yusak Tarigan, mengatakan hingga pekan terakhir Agustus, sisi barathttps://soloraya.solopos.com/read/20190813/489/1011908/koridor-jensud-solo-dibuka-sementara-untuk-pawai-pembangunan" title="Koridor Jensud Solo Dibuka Sementara Untuk Pawai Pembangunan"> Jl. Jensud sudah dikerjakan dilanjutkan sisi timur pada pekan depan. Dengan waktu yang mepet, ia optimistis pekerjaan rampung sesuai tenggat.

“Kami sudah mengeruk sisi barat. Pekerjaan selanjutnya menata saluran utilitas kemudian dibeton baru dilanjutkan pemasangan batu andesit,” kata dia, kepada Solopos.com, Rabu (28/8/2019).

Salah satu kendala yang dihadapi pelaksana proyek tersebut adalah koordinasi dengan pemilik saluran utilitas. Terkadang, pemilik utilitas bahkan tidak tahu lokasi saluran itu sehingga terkena alat berat. 

"Seperti kejadian Selasa [27/8/2019] kemarin, kami tidak sengaja menjebol jaringan PDAM yang akhirnya membuang waktu seharian," jelas Yusak.

Yusak khawatir kendala tak terprediksi itu menghambat pekerjaan hingga tak rampung di akhir masa kontrak. Kendati begitu, puluhan pekerja siap diterjunkan selama 24 jam nonstop dengan sistem sif. 

Ia berharap ada permakluman dari masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) https://soloraya.solopos.com/read/20190621/489/1000279/tak-kunjung-kelar-proyek-koridor-jensud-solo-ganggu-event-kota" title="Tak Kunjung Kelar, Proyek Koridor Jensud Solo Ganggu Event Kota">Kota Solo jika nantinya terjadi keterlambatan. Beberapa kali pengerjaan proyek terganggu untuk mengakomodasi sejumlah event.

Event itu di antaranya Pawai Pembangunan, Minggu (18/8/2019), dan laluan Balap Sepeda Tour D’ Indonesia 2019, Senin (19/8/2019). Di samping itu, pengerjaan juga terpotong masa libur Lebaran selama sedikitnya dua pekan. 

“Material semuanya sudah siap di lokasi. Pekerja juga total. Saat mengejar Pawai Pembangunan itu, kami lembur 24 jam. Lahan siap, kami hajar terus pekerjaannya. Nah, untuk memasang batu andesit kan menunggu beton berumur minimal dua pekan,” jelas Yusak. 

Sekretaris Dinas PUPR Kota Solo, Arif Nurhadi, menyebut sejumlah alasan yang membuat pengerjaan bagian tengah Jl. Jenderal Sudirman memakan waktu hingga empat bulan. Salah satunya membuat pola kipas bagian tengah agar modul jarak antarbalok betonnya presisi. 

Selain itu, pola lingkaran di Bundaran Gladag. Pola ini untuk mendukung pemasangan batu andesit. Kontraktor harus membuat perhitungan, misalnya dalam jarak lima meter harus berapa batu andesit yang dipasang. 

"Diusahakan tidak menggunakan potongan yang asal. Ketentuannya akhir Oktober. Tapi, kalau terpaksa lebih dari itu bisa diperpanjang karena pekerjaan mereka juga sempat terhenti untuk kegiatan Pemkot,” ungkapnya. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten