Telanjur Melayat Jenazah Covid-19, Puluhan Warga Ngerangan Klaten Waswas
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. (Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, KLATEN -- Kasus pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di Desa Ngeranan, Kecamatan Bayat, Klaten, membuat puluhan warga yang telanjur melayat waswas. Mereka telanjur melayat karena keluarga tak jujur bahwa almarhum positif Covid-19.

Pemakaman pasien Covid-19 berinisial Tk di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Rabu (3/6/2020) pada pukul 00.29 WIB itu, tidak sesuai prosedur. Karena keluarga dan tim dari rumah sakit tidak diberitahu bahwa Almarhum positif Covid-19, warga tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Warga Ngerangan Klaten Kecolongan, Pemakaman Pasien Covid-19 Langgar Prosedur

Karena melayat dan terlibat pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU di Ngerangan, Bayat, Klaten, puluhan warga harus diisolasi. Bahkan Kepala Desa Ngerangan, Sumarno, saat itu tidak diberitahu keluarga soal kondisi jenazah.

Sumarno mengaku sempat curiga dengan keinginan tim medis yang diminta menyiapkan alat penyemprot disinfektan. Warga yang ikut melayat juga tak menaruh curiga sedikit pun saat pemakaman berlangsung.

13 Provinsi Laporkan Penurunan Kasus Baru Positif Covid-19

Warga yang melayat baru sadar TK positif Covid-19 setelah diberitahu sopir mobil yang mengangkut jenazah dari RS Wongsonegoro Semarang ke Klaten. Sopir memberitahu Kades bahwa TK yang baru saja dimakamkan merupakan pasien positif corona.

"Setelah dilakukan pemakaman, saya baru diberitahu sopir ambulans bahwa jenazah yang baru dimakamkan itu positif Covid-19. Kami pun kaget. Sudah terlanjur dimakamkan. Hari ini, kami lakukan pendataan. Total ada 25 orang yang pernah kontak fisik dengan mendiang Tk dan anggota keluarga sejak Lebaran 2020 hingga pemakaman semalam. Kami juga sudah laporkan ke kecamatan," kata Sumarno.

Istana Bantah Dukung Teror Terhadap Diskusi CLS FH UGM

Warga Takut

Sumarno mengaku warganya tidak mempermasalahkan proses pemakaman mendiang Tk asalkan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pemerintah desa. Tak hanya tak jujur terhadap warga yang melayat, keluarga juga tak berkoordinasi dengan aparat di Klaten soal pemakaman jenazah Tk yang positif Covid-19.

"Dari anggota keluarganya pun juga tidak memberi tahu bahwa mendiang Tukimin pasien positif Covid-19," katanya.

New Normal, SMPN 1 Jogonalan Klaten Berlakukan Ganjil-Genap

Hal senada juga disampaikan warga Ngerangan lainnya, Joned. Warga mengaku sangat khawatir setelah mengetahui mendiang Tk merupakan pasien positif Covid-19. Pasalnya, banyak warga yang melayat jenazah salah satu pasien positif Covid-19 Klaten itu tanpa perlindungan.

"Kami jadi takut begitu mendengar kabar itu. Padahal, saat melayat itu banyak warga yang tak mengenakan APD lengkap," katanya.

Hasil Autopsi Pastikan George Floyd Mati karena Dibunuh


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho