New Normal, SMPN 1 Jogonalan Klaten Berlakukan Ganjil-Genap
Ilustrasi new normal di sekolah. (Antara-Syaiful Arif)

Solopos.com, KLATEN – Meski banyak pihak yang mengkhawatirkan normal baru, SMPN 1 Jogonalan, Klaten, justru mengaku sangat antusias menyongsong masuk new normal. Pimpinan sekolah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan belajar mengajar di sekolah setempat.

Sesuai rencana, SMPN 1 Jogonalan bakal menjalankan normal baru secara bertahap, dimulai dari para guru hingga para siswa. Kepala SMPN 1 Jogonalan, Endah Sulistyowati, mengatakan para guru sudah mulai membahas SOP kenormalan beberapa waktu terakhir.

Hasil Autopsi Pastikan George Floyd Mati karena Dibunuh

New normal ini diwarnai aturan para siswa dan guru masuk lingkungan SMPN 1 Jogonalan dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Di antaranya mengenakan masker, pemeriksaan dengan thermo gun, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, dan lainnya.

“Sesuai rencana kenormalan baru untuk aparatur sipil negara (ASN) di sini dimulai 13 Juni 2020. Sedangkan para siswa dimulai 13 Juli 2020. Mulai saat ini, kami sedang membahas SOP-nya,” katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (2/6/2020).

Gedung Putih Dikepung Demonstrasi, Donald Trump Ancam Kerahkan Militer

Dengan jumlah siswa mencapai 861 orang, SMPN 1 Jogonalan harus membuat pembatasan keluar-masuk di era normal baru. Endah Sulistyowati mengatakan SMPN 1 Jogonalan bakal menerapkan dua gerbang sebagai pintu masuk para siswa dan guru.

Di setiap pintu tersebut disediakan petugas dengan membawa thermo gun. Selanjutnya, SMPN 1 Jogonalan juga bakal mengatur tempat duduk para siswa dengan menaati protokol pencegahan Covid-19.

Alih-Alih New Normal, Kasus Positif Covid-19 di Salatiga Tambah Lagi

Ganjil-Genap

Selama new normal, SMPN 1 Jogonalan akan memberlakukan beberapa opsi pembatasan. Salah satunya soal desain posisi duduk yang disilang untuk menjaga jarak antarsiswa.

“Opsi yang kami siapkan, waktu masuk anak-anak menyongsong kenormalan baru akan dibagi. Bisa jadi, hari pertama diawali dengan siswa dengan nomor absen ganjil. Hari berikutnya, yang nomor genap. Begitu terus seterusnya," kata dia.

Ratusan Kasus, Klaster-Klaster Baru Covid-19 Bermunculan di Semarang

Selama di ruang kelas, SMPN 1 Jogonalan mengaku akan mengatur mobilitas siswa saat masuk di era new normal. Selain itu guna menghindari berbagai hal yang tak diinginkan, anak yang menderita batuk dan pilek diimbau tetap di rumah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto, mengajak ASN dan pemerintah desa menerapkan new normal. Nantinya, hal itu dilakukan secara bertahap termasuk ke kalangan pedagang di pasar tradisional.

Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia

“Yang terpenting dalam menghadapi kenormalan baru, tetap mengenakan masker. Seluruh protokol pencegahan Covid-19 tetap ditaati,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho