Talut Jembatan Diduga Peninggalan Belanda di Kedawung Sragen Ambrol
Kondisi talut dan sayap jembatan penghubung Desa Jenggrik dan Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen, ambrol, Sabtu (15/8/2020). Material talut dan tanah menutupi sebagian pintu air jembatan itu. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Talut dan sayap jembatan di atas Sungai Jengkrik Kecamatam Kedawung, Sragen, ambrol pada Jumat (14/8/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Padahal, jembatan tersebut diduga merupakan jembatan peninggalan Belanda. Jembatan itu menghubungkan Desa Jenggrik dan Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen.

Talut yang ambrol di jembatan di Kedawung, Sragen, tersebut sepanjang 7 meter dan tinggi 6 meter. Talut ambrol diduga tergerus air Sungai Jenggrik.

Akhir Pekan Jelang HUT RI, Lalu Lintas Jalan Solo-Jogja Ramai Lancar

Akibat talut jembatan abrol, akses jalanuntuk sementara ditutup. Tetapi warga yang mengendarai sepeda motor masih nekat lewat di pinggir jembatan yang dianggap masih aman.

Model jembatan di Sragen itu memang model lawas. Jembatan membentang serong dari timur laut ke arah barat daya. Fondasi jembatan ada tiga, yakni di tengah, samping kiri, serta kanan. Bagian bawah jembatan berbentuk seperti terowongan karena rongga jembatan yang dilalui air bergentuk setengah lingkaran.

Seorang warga di Dukuh Ngadirejo RT 002, Desa Mojokerto, Suwati, 65, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (15/8/2020), menyampaikan saat hendak tidur sekitar pukul 22.00 WIB, dia mendengar ada suara gemuruh pada arah jembatan.

Klaim Harimau Jawa Ditemukan di Hutan Angker Jateng, Ganjar: Segera Dikonservasi

Sebelumnya Sudah Retak-Retak

Pada malam itu, Suwati tidak langsung keluar dan memeriksa. “Suara itu hanya sekali. Tetapi saya tidak berani keluar. Kemudian pada keesokan hari, pukul 06.00 WIB, sudah banyak orang yang melihat kondisi jembatan yang ternyata ambrol. Saat pagi hari banyak yang melihatnya,” ujar Suwati.

Nenek-nenek itu mengatakan ambrolnya talut dan sayap jembatan di Sragen terjadi setelah hujan deras reda. Dia mengetahui pada Selasa (11/8/2020) talut jembatan sudah retak-ratak karena hujan deras yang cukup lama. Retakannya sampai 30 sentimeter dengan panjang sekitar 1 meteran.

“Karena mengkhawatirkan sejak Selasa sudah ditutup aksesnya untuk jalur mobil. Kalau untuk jalur sepeda masih bisa. Setelah tiga hari kemudian menjadi ambrol itu,” ujar dia.

Survei BPS: Warga Kabupaten di Soloraya Ini Paling Ngeyel Ogah Pakai Masker

Gegara jembatan peninggalan Belanda di Sragen ini ambrol, warga harus memutar hingga 5 kilometer (km). “Bagi warga Jenggrik yang akan ke Brambang lewatnya harus memutar sejauh 5 km,” imbuh dia.

Suwati menduga jembatan itu dibangun pada zaman Belanda karena saat masih kecil jembatan itu sudah ada dan kelihatan lawas. Dia berharap jembatan itu segera diperbaiki supaya akses warga mudah.

Penanganan Kasus Bullying Solo Berlanjut, Pelaku dan Korban akan Dipertemukan

Camat Kedawung, Sragen, Nugroho Dwi Wibowo, mengatakan kondisi talut dan sayap jembatan yang ambrol itu sudah dilaporkan kepada Bupati Sragen. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.

“Penyebabnya diperkirakan karena hujan deras dan fondasi jembatan sudah rapuh karena dimakan usia. Kami sudah mengantisipasi dengan menutup akses masuk ke jembatan itu sementara dan mengalihkan ke jalur alternatif dan berkoordinasi dengan Desa Jenggrik dan Mojokerto,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom