Perjalanan UNS Solo: dari Kentingan Menuju Kancah Internasional
Kampus UNS Solo. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO – Perjalanan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo resmi berusia 44 tahun sejak didirikan pada 11 Maret 1976. Selama lebih dari empat dekade itu UNS Solo meluluskan setidaknya 191.586 orang sejak pertama berdiri.

Dikutip dari laman Uns.ac.id, jumlah mahasiswa aktif per Oktober 2019 mencapai 38.410 mahasiswa. Kampus yang dulunya merupakan gabungan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Solo itu kini berkembang menjadi 11 fakultas dan 1 Pascasarjana.

Indeks Kesalehan Sosial: Makin Taat Ibadah, Seseorang Makin Beradab

Perjalanan UNS Solo kini juga memiliki 20 program studi (prodi) Doktor, 46 prodi Magister, 14 prodi Spesialis, 4 prodi Profesi, 66 prodi Sarjana, dan 29 prodi Sekolah Vokasi.
Perjalanan 44 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Informasi yang dihimpun Espos, Perjalanan UNS Solo setidaknya mengalami sejumlah periodisasi perkembangan dimulai dari periode 1976-1977 merupakan tahap konsolidasi dengan Pjs Rektor Brigjen TNI G.P.H. Haryomataram.

Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Acara Pembukaan di Stadion Manahan

Berikutnya ada tahap pembangunan fisik pada periode 1977-1985 dengan Rektor Brigjen TNI dr. Prakosa (1977-1985). Dilanjutkan oleh Rektor Prof. Dr. Koento Wibisono Siswomiharjo (1986-1994) sebagai periode peletakan dasar akselerasi pengembangan pada 1986-1994.

Tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Rektor Prof. Much. Syamsulhadi (2003-2011). Periode ini dikenal sebagai era penguatan tata kelola (otonomi, efisiensi dan akuntabilitas), pencitraan publik dan internasionalisasi. Wacana UNS Solo menuju World Class University (WCU) muncul dalam periode ini. Sebelum itu, laman resmi UNS yakni Uns.ac.id mulai dibentuk pada Oktober 1998.

Sawah Kota Solo: Terus Menyusut Didesak Permukiman

Perjalanan UNS Solo terus melaju. Pada 2004, muncul gagasan pembangunan rumah sakit pendidikan di UNS. Gagasan ini terealisasi dengan peletakan pembangunan pada 2014. Rumah Sakit (RS) UNS yang berlokasi di Pabelan itu resmi beroperasi kali pertama pada 2016.

Kemudian, pada 2009, status PTN UNS berubah menjadi PTN Badan Layanan Umum (BLU). Pada periode ini juga mulai merintis riset tentang kendaraan listrik. Kemudian, lahirlah kendaraan listrik pertama bikinan UNS yakni SMART SV.1.

Penggusuran PKL Solo: Penataan Kota Demi Adipura?

World Class University

Perjalanan UNS Solo tak berhenti di sini. Pada tahun yang sama, UNS mendirikan International Office untuk mendorong penguatan UNS sebagai WCU. Misi WCU ditargetkan tercapai pada 2031.

Dua tahun berikutnya, UNS meraih penghargaan sebagai Pendidikan Inklusi untuk Kategori Perguruan Tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kali ini Rektor UNS dijabat oleh Prof. Ravik Karsidi (2011-2019).

Lantai Candi Borobudur Aus hingga 4 cm Akibat Tingginya Kunjungan

Untuk mendukung pengembangan Mobil Listrik Nasional (Molina), UNS merintis penelitian di bidang energi khususnya baterai Lithium Ion pada 2012. Baterai pertama berhasil dibuat dengan nama Smart UNS.

Setahun berikutnya, UNS menerbitkan purwarupa mobil listrik Semar-T yang bisa melaju dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. UNS lalu meluncurkan dua mobil listrik Estungkara 2.0 dan Samudra 3.0. Lahir pula SmarT EV.3 pada 2014.

Harga Empon-empon Naik, Siapa Kabupaten yang Paling Kaya?

Perjalanan UNS Solo terus berlanjut. Universitas yang dikenal sebagai kampus hijau ini pun meraih penghargaan sebagai Kampus Berwawasan Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sekaligus meletakkan dasar pelaksanaan program Green Campus pada 2014.

Pada 2016, UNS Solo ditetapkan ke dalam Klasifikasi A sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia dari 3.244 PTN yang ada. Pada tahun yang sama, UNS meluncurkan teknologi terbaru soal sistem peringatan dini untuk bencana banjir dengan nama Smart Flood Early Warning System (SMART FEWS).

Nama Desa Unik Soloraya: dari Gadungan hingga Garangan

Kini, di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Jamal Wiwoho, UNS sedang berproses alih status menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Penyusunannya masih dalam tahap pengkajian draf Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penetapan UNS sebagai PTN BH. Pembahasan itu dilakukan sejumlah kementerian yakni Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti).

Perubahan Pemandangan Sriwedari, Mana Sajakah?

Status sebagai PTN BH diyakini akan mempermudah pengelolaan UNS lebih fleksibel. UNS tengah berlari melakukan akselerasi profesionalitas dan kesejahteraan SDM, akselerasi riset, publikasi, dan inovasi, akselerasi reorientasi pembelajaran berbasis 4.0, akselerasi pengembangan institusi, penguatan literasi data dan teknologi serta optimalisasi hukum, birokrasi, dan kerja sama.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho