Indeks Kesalehan Sosial: Makin Taat Ibadah, Seseorang Makin Beradab

Solopos.com, SOLO – Hasil studi Indeks Kesalehan Sosial oleh Kementerian Agama RI menemukan semakin orang taat ibadah, makin beradab lah dia. Dalam konteks lebih luas, seseorang makin saleh dalam ritual, makin saleh pula dalam bersosial.

Menurut studi yang digelar Puslitbang Bimas dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pada 2019 menemukan Indeks Kesalehan Sosial Indonesia tergolong tinggi 83,58 dengan skala 0-100. Kesalehan sosial itu berhubungan kuat dengan kuat dengan etika dan budi pekerti 88,61, melestarikan lingkungan 75,09, patuh pada aturan negara dan pemerintah 84,01, relasi antarmanusia (kebhinekaan) 88,19, dan kepedulian sosial 82,04.

Soal NF Tersangka Pembunuhan Sadis Sawah Besar, Ini Kata Kak Seto

Dalam studi Indeks Kesalehan Sosial itu juga menunjukkan kesalehan sosial itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni kesalehan ritual (saleh individual) 81,83, pengetahuan tentang kesalehan sosial 73,13, dan terpaan kinerja Kementerian Agama dengan skor 50,08.

”Kinerja Kementerian Agama memang memiliki nilai tidak terlalu tinggi, hal tersebut karena belum diarusutamakan materi tentang kesalehan sosial, terutama melestarikan lingkungan ke dalam penyuluhan dan kegiatan kementerian,” kata peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Wakhid Sugiyanto, dalam laporannya sebagaimana dikutip Solopos.com, Rabu (4/3/2020).

Sopir Ceroboh Jip Merapi Lava Tour Dihukum Tak Boleh Ngaspal Sebulan

Lalu, hal-hal apa saja yang membikin orang makin saleh? Studi itu mengungkap beribadah rutin mendorong orang makin saleh (98,33). Selain itu, membaca kitab suci, mendengarkan ceramah agama, dan berderma juga turut mempertebal kesalehan seseorang. Kesalehan juga dibentuk dari membaca buku/artikel agama (73,23).

Membangun Kesalehan Sosial

Tak hanya itu, kesalehan sosial juga dibangun dari pengetahuan tentang kesalehan sosial itu sendiri, misalnya bersikap sopan santun (58,25), menjaga keluhuran budaya (42,38), sikap tidak termasuk melestarikan lingkungan hidup (80,31), sikap peduli (56,00), dan sikap adil (87,25).

Secara struktural, Kementerian Agama RI juga berperan dalam membangun kesalehan sosial itu, yakni mendorong orang taat kepada peraturan pemerintah, peraturan menteri, UU, UUD, dan NKRI (63,00), dan tunduk pada peraturan daerah (60,56).

Selain itu, Kementerian Agama juga berperan dalam mengajarkan etika dan budi pekerti di ruang publik (60,56), membuang sampah pada tempatnya (55,88), dan menghargai kebudayaan yang luhur (56,25).

Penelitian Indeks Kesalehan Sosial ini berangkat dari pesan universal setiap agama memiliki kesamaan pada aspek kebaikan terhadap sesama. Dalam Islam, misalnya mengenal istilah ibadah muta’addiyah dalam Islam dan Social Piety sebagai bentuk dari Godlines atau Jalan Tuhan dalam Kristen.

Sejarah Terukir! F1 Digelar Tanpa Penonton Akibat Virus Corona

Selain itu, umat Katolik juga diterangkan tentang Bonum Commune yang mengenalkan prinsip subsidiaritas atau saling membantu. Sedangkan, dalam ajaran Hindu mengenal Strada dan Bakti.

Pesan kebaikan terhadap sesama juga ditemukan dalam Sad Paramitha atau enam perbuatan luhur dalam ajaran Buddha. Tak hanya itu, ajaran Kebajikan melalui hubungan manusia dan alam (Di) dan manusia dengan manusia (Ren) juga ditemukan dalam Konghucu.

Studi Indeks Kesalehan Sosial itu digelar di 40 kota kabupaten dan kota pada Juli-September 2019. Responden ditarik melalui teknik clustered random sampling sebanyak 1.600 responden dari pemeluk enam agama.

Studi ini juga melibatkan 20 koordinator penelitian, 80 surveyor, dan 3 spot checker. Analisis menggunakan tabulasi silang dan SEM, tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,1%.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho