Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Acara Pembukaan di Stadion Manahan
Peserta Gowes to Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di Griya Solopos, Solo, Minggu (26/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Upacara pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah akan digelar di Stadion Manahan Solo pada 1 Juli 2020. Kapasitas stadion dan kantong parkir jadi pertimbangan pemilihan lokasi pembukaan.

Di Kota Solo, Stadion Manahan memiliki kapasitas lebih banyak ketimbang ketimbang Stadion Sriwedari. Stadion Manahan mampu menampung hingga 20.000 orang, sedangkan Stadion Sriwedari hanya 10.000-11.000 orang.

Sawah Kota Solo: Terus Menyusut Didesak Permukiman

"Stadion Manahan adalah satu-satunya stadion di Solo yang kapasitasnya lebih banyak ketimbang Stadion Sriwedari yang hanya sekitar 10.000-11.000 orang," kata Ketua Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Marpuji Ali, sebagaimana dikutip Solopos.com dari Muhammadiyah.or.id, Senin (9/3/2020).

Marpuji menjelaskan kapasitas stadion menjadi pertimbangan karena Muktamar ke-48 Muhammadiyah bukan hanya hajatan yang dinikmati peserta dan undangan, melainkan seluruh penggembira yang hadir di seluruh Indonesia yang diperkirakan mencapai jutaan orang.

Penggusuran PKL Solo: Penataan Kota Demi Adipura?

Tak hanya itu, keberadaan pohon rindang di sekeliling Stadion Manahan juga menjadi daya dukung kelancaraan acara pembukaan. Sebab, penggembira yang tidak bisa masuk stadion bisa mengikuti pembukaan di luar stadion yang rindang melalui layar proyektor. Ia berharap 10.000-12.000 penggembira itu bisa masuk ke dalam arena pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

“Di samping itu, untuk pengaturan kendaraan di Manahan lebih mudah karena di sekitar Manahan ada beberapa tanah lapang yang bisa dimaksimalkan sebagai kantong parkir,” ujar Marpuji.

Lantai Candi Borobudur Aus hingga 4 cm Akibat Tingginya Kunjungan

Kebersihan Stadion Terjamin

Marpuji menambahkan soal kebersihan stadion selama Muktamar ke-48 Muhammadiyah, panitia menyiapkan pasukan khusus yang akan menyisir sampah di seluruh wilayah stadion agar kebersihannya tetap terjaga. Hal ini pernah dibuktikan dalam Milad Mumahammadiyah di Kompleks Mangkunegaran beberapa waktu yang lalu.

“Kalau soal rumput sudah ada teknologi yang bisa kita gunakan untuk menutupnya. Ini juga syarat yang diajukan oleh pengelola stadion untuk meminjam Manahan. Jika tidak ada penutup, maka lapangan tidak boleh digunakan atau steril,” imbuh dia.

Harga Empon-empon Naik, Siapa Kabupaten yang Paling Kaya?

Muktamar ke-48 Muhammadiyah kali ini juga mengusung isu ramah lingkungan. Panitia saat ini sedang berupaya menyediakan botol minum untuk penggembira. Mereka bisa melakukan isi ulang air minum itu di sejumlah sudut baik di dalam maupun luar stadion.

"Kalau bisa nanti panitia akan menyediakan tumbler bagi para muktamirin. Ini masih dalam proses, karena itu kita ingin menunjukkan bahwa muktamar kali ini adalah muktamar yang ramah lingkungan. Ini menjadi semangat untuk kita dan merupakan pesan langusng dari Pimpinan Pusat,” urai Marpuji.

Nama Desa Unik Soloraya: dari Gadungan hingga Garangan

Marpuji juga menyatakan acara pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang digelar di Stadion Manahan juga sebagai simbol sinergi antara Muhammadiyah dengan Pemerintah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho