Pandemi Corona, Pemkot Madiun Bakal Bagi-Bagi Sembako
Wali Kota Madiun, Maidi. (Istimewa-Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun akan segera memberikan bantuan sembako bagi keluarga tidak mampu dan pekerja informal yang terdampak corona. Diperkirakan mulai April 2020 bantuan tersebut bisa diterima masyarakat terdampak.

Seperti diketahui, kebijakan pemerintah yang memberlakukan social distancing dan work from home untuk memutus rantai persebaran Covid-19 benar-benar memukul masyarakat kecil dan pekerja informal.

Pria Pasar Kliwon Solo Kesetrum Listrik Tegangan Tinggi Saat Bersihkan Rumah Tetangga

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan saat ini Pemkot sedang menginventarisasi data warga yang berhak menerima bantuan sembako ini. Hal tersebut penting supaya bantuan merata dan tidak saling tumpang tindih dengan jenis bantuan lain.

"Kita sudah mulai melangkah untuk dampak sosialnya. Warga tidak mampu yang terkena dampak corona akan diberi bantuan sembako," kata Maidi sesuai Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 bersama OPD di ruang 13, Senin (30/3/2020).

Warga China Ucapkan Selamat saat Kasus Corona di AS Tembus 100.000, Meledek?

Maidi menuturkan inventarisasi ini melibatkan petugas di tingkat kelurahan dan kecamatan. Harapannya, setelah inventarisasi data rampung, bulan depan bantuan sembako gratis bagi masyarakat Madiun yang terdampak bisa segera direalisasikan.

Maidi menuturkan warga yang sudah pasti mendapatkan bantuan ini adalah warga yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Selain warga PKH, warga Kota Madiun yang mendapat bantuan sembako ini adalah pekerja informal.

Sidang Online Perdana di Sragen: Hakim dan Jaksa Harus Teriak-Teriak Karena Suara Tak Jelas

Ada sekitar 8.000 pekerja informal yang tercatat di Pemkot Madiun. Data itu mengacu pada jumlah pekerja informal yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemkot. Namun, data tersebut akan dipilah lagi..

"Untuk bantuannya berupa sembako. Ada gula, beras, minyak, dan telur. Dalam kondisi seperti sekarang ini, masyarakat harus tenanh dan tetap kondusif," jelas dia.

Curhat Pedagang Pasar Tradisional Solo di Tengah Pandemi: Pasrah, Libur Gak Bisa Makan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho