Curhat Pedagang Pasar Tradisional Solo di Tengah Pandemi: Pasrah, Libur Gak Bisa Makan
Pedagang, Tir, 70, menjajakan sayuran di area Pasar Jongke, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (31/3/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO – Pedagang di Pasar Jongke Solo, Mamat, 33, mengaku pasrah dengan situasi yang berubah akibat pandemi corona. Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu terancam tidak bisa mudik saat Lebaran.

Mamat merantau ke Solo dan menjadi pedagang di Pasar Jongke untuk menafkahi anak kembarnya, Ribka dan Ribki, yang berusia lima tahun. Tetapi, situasi darurat akibat pandemi corona membuatnya bingung.

“Ada corona serba bingung. Kalau enggak jualan, enggak makan,” katanya kepada Solopos.comSelasa (31/3/2020)

Corona Sukoharjo: Grogol Zona Merah, 3 Kecamatan Ini Masih Bersih dari PDP

Kisah serupa dialami pedagang sayur di Pasar Jongke Solo bernama Tir. Wanita 70 tahun itu dilarang tetangganya pulang ke kampungnya di Karangpandan, Karanganyar.

Saat ini dia tinggal bersama sang anak di Solo. Tir mengaku tidak khawatir dengan virus corona dan hanya bisa pasrah.

“Saya tinggal bersama anak di Solo. Saya tetap jualan dan enggak khawatir dengan virus. Pasrah aja sama yang buat urip,” ujarnya.

Meski tahu bahaya virus corona, baik Mamat dan Tir sering tidak memakai masker. Mereka mengaku tidak terbiasa dan tidak nyaman ketika memakai masker.

Data Terbaru: 1.528 Kasus Positif Corona di Indonesia, Jateng Tambah 13

Hal serupa dirasakan Sri, pedagang di kios darurat Pasar Purwosari. Wanit 64 tahun itu tida memakai masker saat bertransaksi dengan pelanggan.

“Kalau pakai masker ngomongnya enggak nyaman. Saya menjaga daya tahan tubuh dengan minum jamu temu lawak setiap hari,” ujarnya.

Imbauan DKK Solo

Para pedagang di pasar tradisional Solo itu sebenarnya cemas dengan persebaran virus corona yang kian masif. Namun, mereka hanya bisa pasrah lantaran harus tetap bekerja demi sesuap nasi.

Imbas Corona, Listrik Digratiskan Selama 3 Bulan

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi, menjelaskan pengunjung pasar maupun pedagang wajib mencuci tangan sebelum masuk dan keluar area pasar menggunakan sabun dan air mengalir yang telah disediakan. Ia menekankan pola hidup bersih dan sehat bagi warga pasar.

“Walaupun pasar sudah disemprot disinfektan bukan berarti sudah aman. Karena disinfektan ada durasi. Suatu saat kandungan di disinfektan bisa hilang sehingga virus bisa muncul. Saya tekankan pada pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan mencuci tangan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho