Ilustrasi uang baru. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Solopos.com, SOLO -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Solo menyiapkan Rp1,9 triliun uang baru sesuai estimasi kebutuhan uang (EKU) untuk perayaan Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 2020.

Masyarakat bisa menukar uang tidak hanya di BI dan bank umum, tapi bisa juga di BPR dan Pegadaian. Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono, mengatakan BI berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah sesuai nominal dan pecahan yang dibutuhkan melalui layanan penukaran uang.

Layanan penukaran uang ini dihadirkan di car free day (CFD) melalui loket penukaran tepatnya di perempatan Ngarsopuro, Minggu (8/12/2019).

50 Napi dari Jakarta Kini Menghuni Rutan Wonogiri

“EKU Desember 2019 ini Rp1,9 triliun. Kegiatan di CFD sekaligus menginformasikan dan mengenalkan kepada masyarakat mulai November 2019 jumlah Ioket atau outlet yang melayani penukaran uang rupiah layak edar pada hari kerja jauh lebih banyak,” katanya saat ditemui Solopos.com, Minggu (8/12/2019).

Penukaran uang bukan hanya di BI dan bank umum, namun juga di BPR yang tergabung dalam Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia serta Pegadaian di Soloraya.

Menurutnya, acara di CFD ini juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keaslian uang rupiah guna meminimalkan peredaran uang palsu serta cara mudah mencintai uang rupiah.

Hiii... Pria Diduga Pedofil di Sekitar Bandara Adi Soemarmo Solo Dekati Anak-Anak Sambil Buka Resleting Celana

BI berharap masyarakat dapat mendeteksi keaslian uang rupiah dengan mudah dan cepat melalui tagline 3D (dilihat, diraba, diterawang) dan memperlakukan uang dengan baik melalui tagline 5 Jangan (jangan dilipat, jangan dilubangi, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distepler).

Selain itu, di area CFD disediakan empat loket penukaran. Loket ini dilayani Bank Mandiri, Bank Jateng, BPR Bank Solo, dan Pegadaian Purwotomo. Sedangkan sinergi dalam bentuk sosialisasi ini merupakan kerja sama KPw BI Solo dengan Perhimpunan Kantor Perbankan Soloraya (Perkaso), Sub BMPD Jateng-Solo, Perbarindo Soloraya dan Pegadaian Solo.

Kronologi Peselancar Filipina Selamatkan Atlet Indonesia Tenggelam di Semifinal SEA Games 2019

Sementara itu, Deputi Bisnis Area Pegadaian Solo, Ali Mustaat, mengatakan Pegadaian turut bertanggung jawab atas peredaran uang yang layak di masyarakat. Pegadaian juga merupakan sektor di luar perbankan yang setiap hari bersinggungan dengan mata uang rupiah.

“Kami setiap hari berinteraksi dengan mata uang. Maka dari itu, kami juga membawa misi agar masyarakat menggunakan uang layak edar, tapi sekaligus mengingatkan mereka untuk memperlakukan mata uang dengan baik,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Soloraya, Azis Soleh, menjelaskan sudah dua tahun ini Perbarindo bekerja sama dengan BI untuk pelayanan penukaran uang rupiah. Perbarindo mengaku terbantu adanya kas keliling BI ke daerah-daerah setiap pekan. Di Soloraya mencapai 389 BPR.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten