Keras! Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Sukoharjo Sampai Rp50 Juta

DPRD Sukoharjo kini tengah membahas Raperda tentang protokol kesehatan yang mencantumkan sanksi denda hingga Rp50 juta.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo menerapkan sanksi yang cukup keras dan tegas terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Warga bakal kena sanksi maksimal pidana penjara tiga bulan atau denda Rp50 juta jika melanggar protokol kesehatan yang meliputi pemakaian masker, jaga jarak, dan lain-lain.

Saat ini draf rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penegakan hukum protokol kesehatan tersebut tengah dalam pembahasan oleh DPRD Sukoharjo.

Rudy Pastikan Jadwal Fungsional Flyover Purwosari Solo Tak Berubah, Tetap 21 Desember!

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Sukoharjo Sunarto mengatakan draf Raperda tentang penegakan protokol kesehatan telah masuk ke DPRD. Draf itu masih dalam pembahasan tim panitia khusus (pansus) DPRD.

Raperda tersebut antara lain mengatu tentang pencegahan dan penanganan penyakit menular dan tidak menular. Termasuk mengenai penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19.

Selama ini untuk penegakan protokol kesehatan Covid-19 hanya berdasarkana Peraturan Bupati (Perbup) yang kurang memiliki kekuatan hukum dalam menindak pelanggar kesehatan.

Polresta Solo Sebut 8 TPS Pilkada 2020 Masuk Kategori Rawan, Pengamanan Digandakan

"Jadi kami siapkan Perda khusus dan kini sedang dalam pembahasan tim Pansus DPRD," katanya mengenai raperda protokol kesehatan Sukoharjo itu kepada Solopos.com, Senin (30/11/2020).

Keputusan Pengadilan

Ia mengatakan beberapa poin dalam Raperda itu antara lain mengenai penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, larangan berkerumun, dan penyediaan sarana prasarana tempat cuci tangan.

Bagi pelanggar protokol kesehatan akan kena sanksi maksimal pidana tiga bulan kurungan atau denda Rp50 juta. Pengenaan sanksi ini nantinya sesuai keputusan Pengadilan Negeri (PN) setempat.

8.237 Surat Suara Pilkada Solo 2020 Rusak, Segera Dimusnahkan!

"Hukumannya memang jauh lebih berat dari yang sebelumnya sesuai Perbup. Misalnya tidak memakai masker sanksinya Rp50.000," katanya.

Menurutnya, denda Rp50 juta merupakan sanksi maksimal bagi pelanggar protokol kesehatan Sukoharjo. Sanksi tersebut akan memberikan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi tak hanya bagi warga yang tidak mematuhi tiga M meliputi masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, namun juga warga yang menolak pemakaman pasien Covid-19. Warga tersebut bisa kena sanksi protokol kesehatan.

Kapolresta Solo Larang Warga Berkerumun Rayakan Malam Tahun Baru: Nekat Langsung Bubarkan!

Sunarto berharap Raperda tentang penegakan protokol kesehatan Sukoharjo ini bisa segera menjadi Perda. Dengan demikian bisa segera diterapkan di Kabupaten Sukoharjo.

Kekuatan Pemkab

Tujuannya untuk menekan persebaran virus Corona. Apalagi tren kasus virus Corona Sukoharjo belum menurun. "Kasusnya terus naik. Jadi mudah-mudahan dengan Perda ini bisa menekan kasus Corona," katanya.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi menilai Perda tentang penegakan protokol kesehatan ini menjadi kekuatan pemkab dalam melaksanakan penegakan hukum.

Lebar Dan Tak Lagi Semrawut, Begini Penampakan Simpang Empat Kadilangu Sukoharjo

Menurutnya perda tersebut akan memberikan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan. Hal ini akan berdampak positif terhadap perubahan perilaku warga dalam mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan cuci tangan.

"Targetnya kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo bisa lebih ditekan lagi," katanya.

Total 11 Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Solo Akhirnya Tutup Sementara Operasional Pasar Gede

Saat ini masih ada masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, atau menghindari kerumuman dan rajin mencuci tangan.

"Kalau perda ini ditetapkan otomatis pelaku usaha seperti warung makan dan lainnya akan lebih patuh protokol kesehatan. Begitu juga warga yang akan selalu menggunakan masker," katanya.

Berita Terbaru

PMI Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Sampai Dijaga Aparat

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang ini mendonorkan darah...

Kisah Penyintas Covid-19 Sragen Kini Jadi Agent of Change di Desanya

Solopos.com, SRAGEN -- Salah seorang perangkat desa (perdes) di Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Sragen, Yatno, 33, menceritakan pengalamannya sebagai...

Edukasi Warga Soal Vaksin, Satgas Covid-19 Sukoharjo Bentuk Pokja Vaksinasi

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo membentuk kelompok kerja atau pokja vaksinasi. Pokja ini bertugas mengedukasi...

Galang Donor Plasma, PMI Sragen Himpun Data Penyintas Covid-19 

Solopos.com, SRAGEN -- Palang Merah Indonesia atau PMI Sragen menghimpun data para penyintas Covid-19 untuk menjadi donor plasma. PMI...

PPKM Boyolali, Penyitaan Alat Usaha Sebagai Bentuk Edukasi

Solopos.com, BOYOLALI -- Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Satpol PP Kabupaten Boyolali harus menyita peralatan dagang...

Akan Jadi Orang Pertama di Klaten yang Divaksin Covid-19, Begini Kata Bupati Sri Mulyani

Solopos.com, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan selalu siap divaksin Covid-19, dalam waktu dekat. Sesuai rencana, Sri Mulyani...

Anggota DPRD Klaten Ini Blusukan Sembari Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Solopos.com, KLATEN -- Upaya meningkatkan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terus dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali para anggota...

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...

Jangan Lengah! Vaksinasi Covid-19 Tak Lantas Bikin Orang Jadi Kebal

Solopos.com, KLATEN -- Pemberian vaksin atau vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi dinilai sangat penting dilakukan. Namun meski ditujukan menekan...