Polresta Solo Sebut 8 TPS Pilkada 2020 Masuk Kategori Rawan, Pengamanan Digandakan
Ilustrasi pemilu/pilkada. (Solopos/dok)

Solopos.com, SOLO -- Polresta Solo memetakan ada delapan tempat pemungutan suara atau TPS yang masuk kategori rawan gangguan pada Pilkada Solo 2020 pada 9 Desember mendatang.

Polresta tidak memerinci mana saja delapan TPS rawan itu, namun yang jelas tersebar pada seluruh wilayah kecamatan Kota Solo. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Senin (30/11/2020) siang.

Menurut Kapolresta, kriteria rawan itu terkait perkembangan Covid-19 pada lokasi pemungutan suara. Kemudian, potensi bencana dalam beberapa pekan terakhir serta potensi konflik sekitar TPS.

8.237 Surat Suara Pilkada Solo 2020 Rusak, Segera Dimusnahkan!

“Jumlah personel yang bertugas pada TPS rawan Pilkada Solo akan kami gandakan. Ada dua personel kepolisian dibantu petugas keamanan bergerak dari TNI dan Polri. Tim bergerak meliputi Sabhara, Dit Samapta, Brimob Polda Jateng,” papar Kapolresta Solo.

Ia menambahkan kepolisian saat ini sudah siap bertugas mengamankan jalannya Pilkada Solo maupun momen Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Kapolresta menegaskan sudah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi menyelenggarakan pesta malam tahun baru. Menurutnya, kepolisian sudah berkoordinasi agar kegiatan perayaan itu tidak terlaksana karena dapat memicu penularan virus corona.

Total 11 Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Solo Akhirnya Tutup Sementara Operasional Pasar Gede

“Kerumunan akan kami bubarkan, itu harga mati. Masih kami pantau terus terkait pelaksanaan perayaan tahun baru. Kami tidak memberikan izin keramaian serta berpotensi mengumpulkan massa,” imbuhnya.

Swab Test

Ia menambahkan 750 personel Polresta Solo akan ia terjunkan dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada Solo pada TPS maupun untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Kepolisian dalam hal ini mendapat dukungan dari personel TNI. Ia menjelaskan personel kepolisan akan menjalani swab test sebelum bertugas.

Kapolresta Solo Larang Warga Berkerumun Rayakan Malam Tahun Baru: Nekat Langsung Bubarkan!

Hingga saat ini sudah ada 237 personel yang mengikuti swab test dengan hasil negatif. Lalu, sekitar 350 personel lain masih menunggu hasil swab test.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan seluruh anggota yang masuk dalam Operasi Mantap Praja Candi 2020 akan menjalani swab test.

Hal itu sebagai upaya memberi jaminan semua personel yang bertugas dalam pengamanan TPS Pilkada Solo dalam kondisi sehat.

Lebar Dan Tak Lagi Semrawut, Begini Penampakan Simpang Empat Kadilangu Sukoharjo

Kapolda menyebut swab test itu menyasar seluruh anggota mulai pejabat utama hingga anggota lapangan. Menurutnya, 14.000-an personel Polda Jawa Tengah bakal mengamankan jalannya Pilkada serentak.

Jumlah itu terbagi ke 21 lokasi kota atau kabupaten yang melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Ia menyampaikan Boyolali dan Klaten menjadi perhatian khusus karena kondisi siaga Gunung Merapi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom