Pilar-pilar los masih berdiri tetapi bagian bangunan sudah ludes dilalap api dalam kebakaran hebat di Pasar Nglangon, Sragen Kota, Sragen, Senin (30/9/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen memperkirakan kerugian akibat kebakaran Pasar Nglangon, Senin (30/9/2019) lalu, mencapai Rp4,318 miliar.

Nilai kerugian tersebut dihitung dari kerugian material 100 orang pedagang senilai Rp2,2 miliar dan kerugian material bangunan berupa 66 los dan 31 kios mencapai Rp2,118 miliar.

Kabid Penataan Pasar Disperindag Sragen Tommy Isharyanto kepada Solopos.com, Kamis (3/10/2019), mengungkapkan Kepala Pengelola Pasar Nglangon Margono telah menginventarisasi kerugian setiap pedagang korban kebakaran.

Sementara untuk hitungan kerugian bangunan, ujar Tommy, ada perhitungan per meter persegi dan menyesuaikan kondisi sekarang.

Baca Juga: Pasar Nglangon Terbakar, Pemkab Sragen Siapkan Rp40 Miliar Untuk Rehab

“Seluruh dagangan dan bangunan di Pasar Nglangon itu tidak diasuransikan. Dari Pemkab Sragen juga tidak akan memberi tali asih karena tidak ada anggarannya,” ujarnya.

Tommy menjelaskan Pasar Nglangon akan direvitalisasi dengan standar nasional Indonesia (SNI). Dengan standar itu, kata dia, Pasar Nglangon akan dilengkapi sistem antisipasi kebakaran, seperti lebar gang atau jalan pasar, ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR), instalasi listrik standar, dan seterusnya.

Dari 47 pasar tradisional yang dikelola Pemkab Sragen, hanya ada dua pasar yang berlabel SNI, yakni Pasar Bunder dan Pasar Blimbing. Dari dua pasar itu yang sudah mengantongi sertifikasi baru Pasar Bunder.

“Ke depan, kami mengupayakan standardisasi SNI bagi 45 pasar tradisional lainnya, khususnya untuk pasar-pasar tipe A. Ada 13 pasar tradisional tipe A di Sragen," jelas dia.

Baca Juga: Terungkap, Ini Penyebab Kebakaran Pasar Nglangon Sragen

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, saat ditemui Solopos.com, Kamis siang, mengusulkan kepada Disperindag agar revitalisasi pasar tradisional memperhatikan akses mobil pemadam kebakaran sebagai antisipasi, penyediaan APAR, dan penyediaan hidran.

“Hidran ini harus dicek secara berkala supaya saat terjadi musibah bisa siap pakai. Selain itu perlu adanya simulasi kebakaran secara berkala dan bergilir di semua pasar sehingga ada kesiapan dari pedagang,” kata Sugeng.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten