Petugas Polsek Wonogiri Kota mengolah lokasi kejadian pencurian ternak dengan modus membunuh kambing di Jaten RT 002/RW 009, Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (10/11/2019) pagi. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Slamet, 67, warga Jaten RT 002/RW 009, Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, kaget bukan kepalang saat memeriksa kandang kambingnya, Minggu (10/11/2019) pukul 05.00 WIB.

Slamet menemukan tiga ekor kambingnya mati dengan leher tersembelih di kandang kambing dekat rumahnya. Sementara dua ekor kambingnya yang lain raib.

Tiga kambing itu diduga dibunuh pencuri yang membawa kabur dua kambing lainnya. Modus kejahatan tersebut dinilai aneh.

Tokoh masyarakat desa setempat, Suyanto, kepada Solopos.com, menceritakan saat itu Slamet hendak memberi makan lima ekor kambing miliknya. Namun, dia terkejut karena mendapati tiga ekor kambingnya mati dengan leher tergorok.

Tugu Adipura Dibangun di Pertigaan Klampisan Wonogiri, Begini Desainnya

Dua ekor kambing lainnya sudah tidak ada. Slamet meyakini kambingnya mati disembelih orang karena luka di leher kambing itu sama dengan luka sayatan pisau atau benda tajam lainnya.

Petugas Polsek Wonogiri Kota mengolah lokasi kejadian pencurian ternak dengan modus membunuh kambing di Jaten RT 002/RW 009, Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (10/11/2019) pagi. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
Petugas Polsek Wonogiri Kota mengolah lokasi kejadian pencurian ternak dengan modus membunuh kambing di Jaten RT 002/RW 009, Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (10/11/2019) pagi. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Kabar tersebut dengan cepat tersebar sehingga memunculkan berbagai asumsi. Ada pihak yang menduga kambing itu disembelih pencuri. Pelaku membunuh lantaran saat beraksi kambing-kambing itu mengembik. Setelah itu pelaku membawa kabur kambing-kambing lainnya.

“Saat malam atau dini hari Pak Slamet tidak mendengar suara apa pun karena terlelap. Kemungkinan kejadiannya dini hari. Soalnya pada tengah malam waktu Pak Slamet belum tidur tidak terdengar suara gaduh kambing,” kata cakades terpilih Wonokerto itu saat dihubungi Solopos.com.

Bisnis Sedot WC Wonogiri, Limbah Tinjanya Dibuang Ke Mana?

Dia melanjutkan peristiwa tersebut merupakan kali kedua. Sepekan sebelumnya peristiwa yang sama terjadi di Paseban, Jumapolo, Karanganyar, yang berjarak 5 km-6 km dari Jaten, Wonokerto.

Saat itu empat dari tujuh ekor kambing warga setempat ditemukan mati di kandang. Tiga ekor kambing lainnya raib. Sebagai informasi, Wonokerto berbatasan langsung dengan Karanganyar dan Sukoharjo.

Selain modus, dua peristiwa itu mempunyai karakter yang sama, yakni lokasi kandang kambing sama-sama berada di tepi dusun dekat hutan atau perkebunan. Pelaku diduga memilih lokasi tersebut agar mudah melarikan diri.

Hujan Angin Di Sragen Rusak 25 Rumah, 1 Orang Patah Tulang

Pelaku kemungkinan satu atau lebih dari satu orang dengan membawa beronjong untuk mengangkut hasil kejahatan.

“Peristiwa ini membuat warga, terutama yang memiliki ternak kambing resah. Mereka khawatir aksi yang sama kembali terjadi. Kambing bagi warga adalah harta yang sewaktu-waktu bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan. Semoga polisi bisa menangkap pelakunya,” imbuh Suyanto.

Kapolsek Wonogiri Kota, AKP Budiyono, mengatakan masih menyelidiki kasus yang mengakibatkan kerugian material senilai lebih kurang Rp7,5 juta tersebut. Petugas sudah mengolah tempat kejadian dan menemukan sebuah silet cutter.

Diduga kuat cutter itu digunakan pelaku untuk membunuh kambing. Dia mengimbau warga lebih waspada dan meningkatkan pengamanan ternak, seperti dengan cara mengecek secara berkala, terutama saat malam atau dini hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten