Seorang dokter spesialis THT, Sudarman, memeriksa pasien di poliklinik THT RSIS Yarsis Surakarta, Kamis (8/11/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis di Kartasura, Sukoharjo, yang baru-baru ini dibuka kembali setelah mendapat izin operasional diperkuat dengan 50 dokter spesialis.

Mereka siap melayani pasien di berbagai poliklinik, seperti gigi, telinga hidung dan tenggorokan (THT), syaraf, dan lain-lain. Masing-masing memiliki jadwal praktik yang sudah ditentukan.

Pantauan Solopos.com, pekan lalu, layanan kesehatan di RSIS Yarsis ramai dikunjungi pasien. Mereka menunggu dipanggil untuk pemeriksaan. Sebagian besar pasien yang berobat ke rumah sakit itu merupakan pasien lama. Mereka telah berulang kali berobat ke rumah sakit sebelum RS itu vakum selama lebih dari enam bulan.

Isu Gadis Wonogiri Korban Perkosaan Tawarkan Diri, Diduga Cuma Alibi Pelaku

Tak hanya pasien lama, ada pasien baru yang ingin memeriksakan diri ke RSIS setelah kembali beroperasi. Mereka antusias menyambut beroperasinya kembali rumah sakit yang pernah menjadi primadona di kawasan satelit Solo.

“Saya baru kali pertama periksa di RSIS. Saraf di pinggang nyeri sejak lima hari lalu. Rumah saya juga cukup dekat dengan RSIS,” kata Suwarti, seorang pasien asal Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (7/11/2019).

Pelayanan poliklinik didukung 50 dokter spesialis. Mereka siap memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien sesuai jadwal praktek di masing-masing poliklinik. Dokter bakal melakukan observasi medis terhadap keluhan yang diderita pasien.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan Pagi Ini

Pemeriksaan fisik dan penunjang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. “Keluhan pasien yang paling banyak adalah syaraf kejepit di pinggang. Gejalanya nyeri di bagian pinggang. Jika kondisinya sudah parah mengakibatkan pasien tak bisa berjalan,” kata dokter spesialis syaraf RSIS Yarsis, A’ad Rahmawati Nori’in, Kamis.

Selain faktor usia, ada beberapa penyebab saraf kejepit seperti kebiasaan duduk, aktivitas olahraga yang rentan cedera dan terjatuh. Selain pemberian obat, pasien bisa menjalani fisioterapi secara rutin untuk menghilangkan rasa nyeri di pinggang.

Fisioterapi dilakukan di instalasi rehabilitasi medik yang ditangani langsung petugas medis. “Baru saja ada pasien yang menderita stroke pendarahan otak di Instalasi Gawat Darurat [IGD]. Sekarang masih menjalani rawat inap di rumah sakit,” ujar dia.

ABG Wonogiri Diperkosa 6 Orang, Ini Curhatan Ibunya

Poliklinik THT juga sudah ramai dikunjungi pasien setiap hari. Para pasien kebanyakan mengeluhkan nyeri di bagian telinga, hidung, atau tenggorokan. Di poliklinik THT, ada dua dokter spesialis yang secara bergantian memeriksa pasien yang berobat.

Poliklinik THT dilengkapi peralatan medis yang memadai seperti endoskopi elektrik yang digunakan untuk mendeteksi gangguan pada organ telinga, hidung atau tenggorokan. “Sudah banyak pasien yang datang hampir setiap hari. Peralatan medis sangat memadai untuk memeriksa pasien,” timpal seorang dokter spesialis THT di RSIS, Sudarman.

Poliklinik lain yang juga ramai dikunjungi pasien adalah gigi. Ada enam dokter yang bertugas di poliklinik gigi. Perinciannya, empat dokter gigi umum dan dua dokter gigi spesialis yakni endodontis dan periodontis.

Petani Madiun Temukan Ratusan Koin Kuno Saat Mencangkul

Dokter gigi endodontis ahli melakukan konservasi gigi mulai dari restorasi, perawatan estetika dan kosmetika gigi, hingga penanggulangan karies. “Pasien bibir sumbing juga bisa dioperasi di RSIS. Ada dokter gigi spesialis yang menangani,” kata dokter gigi di RSIS, Anjar Mastuti.

Sebelumnya, Direktur Umum RSIS, Tri Iswati, menyatakan beberapa poliklinik telah dibuka untuk melayani pasien seperti umum, anak, penyakit dalam, obstetri dan gineakologi (obsgin), hingga telinga hidung tenggorokan (THT). Pelayanan poliklinik didukung 56 dokter yang terdiri enam dokter umum dan 50 dokter spesialis.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten