Pasien berlatih lari menggunakan treadmill di instalasi rehabilitasi medik Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) di Pabelan, Kartasura, Jumat (1/11/2019). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, siap memberikan pelayanan prima terhadap pasien rawat jalan mulai Senin (4/11/2019).

Pelayanan pasien didukung sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan peralatan medis memadai.

Beberapa poliklinik di RSIS dibuka untuk melayani pasien seperti umum, anak, penyakit dalam, onstetri dan ginekologi (obsgin), hingga telinga hidung tenggorokan (THT). Pelayanan poliklinik didukung 56 dokter yang terdiri enam dokter umum dan 50 dokter spesialis.

“Ada enam dokter umum fulltimer ditambah empat dokter partime. Jadi jumlah total dokter poli umum sebanyak 10 orang,” kata seorang dokter poli umum di RSIS, Dyah Ayu Wulandari, saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (1/11/2019).

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di instalasi farmasi sudah sesuai ketentuan klasifikasi rumah sakit tipe C. Saat ini, manajemen RSIS bakal melakukan kontrak kerja sama dengan beberapa prinsipal farmasi.

Hal itu bagian dari standardisasi obat atau formarium rumah sakit di instalasi farmasi. Prinsipal farmasi memasok berbagai jenis obat di instalasi farmasi. Sementara para dokter diminta mengindentifikasi daftar obat.

“Komite medik sudah memberi lampu hijau terkait pelayanan pasien. Para dokter bakal stand by mulai Senin termasuk dokter spesialis. Peralatan medis sudah dikalibrasi agar berfungsi secara maksimal,” ujar dia.

Selain pelayanan di poliklinik, RSIS juga dilengkapi instalasi rehabilitasi medik. Pasien yang memiliki keterbatasan gerak dan fungsi tubuh bisa menjalani terapi fisioterapi secara rutin. Terapi fisioterapi juga berfungsi untuk mencegah cacat fisik serta mengurangi risiko cedera dan gangguan pergerakan tubuh.

Para pasien bisa memanfaatkan berbagai peralatan untuk menjaga kebugaran tubuh seperti treadmill, pule, dan sepeda.

“Banyak pasien yang menderita sakit pinggang, nyeri lutut, nyeri pinggang atau cedera olahraga bisa menjalani terapi fisioterapi. Paling tidak dua kali-enam kali terapi,” kata seorang petugas fisioterapi instalasi rehabilitasi medik RSIS, Arif Yulianto.

Selama ini, manajemen RSIS telah melakukan persiapan sebelum rumah sakit beroperasi. Manajemen RSIS juga kerap menyosialisasikan berbagai program rumah sakit lewat pengobatan gratis di beberapa lokasi.

Saat acara car free day (CFD) Solo, RSIS membuka layanan pengecekan gula darah, tensi dan konsultasi kesehatan tanpa dipungut biaya. Hal ini bagian dari upaya membangkitkan pamor RSIS sebagai salah satu rumah sakit primadona di kawasan satelit Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten