Pintu utama RSIS Yarsis, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis Kartasura, Sukoharjo, akhirnya memperoleh izin operasi setelah beberapa waktu menunggu. Izin tersebut keluar pada Rabu (23/10/2019) sore.

Rumah sakit yang sesuai izinnya masuk tipe C ini akan buka secara penuh pada pekan depan. Manajemen RSIS Yarsis tinggal menunggu surat izin praktik (SIP) dokter.

“Insya Allah pekan depan rumah sakit sudah bisa buka full. Mengurus SIP dokter kan gampang, kalau besok keluar langsung saya buka. Pada dasarnya sudah tidak ada masalah,” ujar Ketua Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis), Muhammad As’ad, saat memberi keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya Kamis (24/10/2019).

Menurut dia, saat ini ada kira-kira 320 karyawan di RSIS Yarsis. Sedangkan dokter sekitar 56 orang terdiri atas lima orang dokter umum dan sisanya dokter spesialis.

Jenazah Berpakaian Pengantin Bawa Boneka Di Bong Mojo Solo Bikin Merinding

Dia mengklaim seluruh alat sudah dikalibrasi sehingga diharapkan bisa bekerja dengan baik. Bahkan RSIS juga sedang mendatangkan alat CT Scan dari Amerika Serikat.

Untuk sementara RSIS Yarsis yang buka dengan kategori rumah sakit tipe C ini menyediakan 100 bed. As'ad meminta maaf kepada masyarakat karena untuk sementara ini belum bisa menangani pasien BPJS.

Di sisi lain, dia optimistis RSIS Yarsis segera mampu bangkit dari keterpurukan setelah berhenti beroperasi beberapa lama akibat konflik internal. Hal itu didukung fasilitas mumpuni, di antaranya klinik unggulan bedah torak kardio vascular (BTKV) yang diklaim menjadi satu-satunya di Solo, bahkan di Indonesia.

Susi Pudjiastuti Tersingkir dari Kabinet Jokowi-Maruf, Inikah Penyebabnya?

“Alat yang digunakan untuk melakukan BTKV itu di Asia cuma ada dua. Satu di Guangzhou, Tiongkok, dan satu lagi di sini [RSIS]. Dokter spesialisnya di Solo ada tiga orang. Kalau operasi di sana bisa menelan biasa Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Sedangkan kalau di sini [RSIS] paling Rp50 juta,” ujar As’ad.

Direktur Umum RSIS, Tri Iswati, mengatakan untuk sementara 100 tempat tidur yang disediakan dibagi untuk kelas I, II, III, dan ICU. Kelas III ada 20 unit, ICU lima unit, selebihnya kelas I dan II.

“Poliklinik yang diwajibkan RS tipe C adalah poli anak, obsgin, bedah dan dalam. Tapi kita juga ada dokter spesialis yang lain seperti spesialis mata, THT, syaraf, jantung, dan sebagainya. Insya Allah untuk spesialis kami sudah komplet,” ujar dia.

Namun, dia mengakui untuk subspesialis seperti bedah anak belum ada. Demikian pula dengan layanan penunjang rumah sakit tipe C dia mengklaim sudah lengkap semua.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten