Didukung 6 Parpol dan Tim Independen, Joswi Pede Tatap Pilkada Sukoharjo 2020
Joko “Paloma” Santosa (kedua dari kiri) melakukan salam komando dengan Ketua PDM Sukoharjo, Wiwaha Aji Santosa (kedua dari kanan), di Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (23/2/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) Joko “Paloma” Santosa-Wiwaha Aji Santosa percaya diri menatap Pilkada Sukoharjo 2020.

Pasangan dengan nickname Joswi ini didukung sedikitnya enam partai politik (parpol) plus tim independen yang sejak semula bekerja untuk Wiwaha.

Joswi diperkenalkan saat acara silaturahmi sukarelawan independen yang tergabung dalam Sahabat Wiwaha di kediaman Wiwaha di Dusun Balesari, Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (23/2/2020).

Kereta Bandara Solo Sampai Klaten, Perlintasan Pasar Nongko Kian Macet

Kepada wartawan, Joko Paloma menyatakan Joswi bakal diusung koalisi gabungan parpol di Sukoharjo. Sedikitnya, ada enam parpol yang telah memberi lampu hijau mengusung Joswi.

Keenam partai itu yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, PKB, Partai Golkar dan Partai Nasdem.

Partai Gerindra dan PAN sama-sama mengajukan Joko “Paloma” Santosa dan Wiwaha Aji Santosa ke pengurus partai pusat di Jakarta.

1 Cakades Mundur, Bagaimana Kelanjutan Pilkades Antarwaktu Doyong Sragen?

“Sekarang kami hanya menunggu rekomendasi dari masing-masing partai,” ujar dia.

Joko memilih Wiwaha tak hanya berdasar faktor chemistry melainkan persamaan visi dan misi. Joko bakal fokus mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan dan pembangunan fisik.

Sementara Wiwaha yang memiliki latar belakang pendidik membangun karakter dengan akhlak mulia.

Jejak Tikus Pithi di 5 Daerah, Hanya Mampu Tembus Pilkada Solo

“Ini bukan deklarasi pasangan Joswi. Pasangan Joswi merupakan agen perubahan yang ingin mewujudkan Sukoharjo benar-benar makmur,” papar dia.

Ketua PDM Sukoharjo, Wiwaha Aji Santosa, menyatakan kolaborasi mesin politik dengan sukarelawan independen diharapkan mampu berbicara banyak dalam pesta demokrasi Kabupaten Jamu.

Wiwaha mengapresiasi perjuangan sukarelawan independen yang berjuang mengumpulkan fotokopi KTP.

Jembatan Pusung Ambrol 2 Bulan Setelah Dibangun, Ini Penjelasan Dinas PUPR Boyolali

“Di lokasi ini dulu digunakan para kiai dan ulama pengikut Pangeran Diponegoro merancang strategi peperangan melawan Belanda. Saya berharap jiwa kepahlawanan diteruskan menuju gerakan perubahan birokrasi maupun demokrasi,” kata dia.

Selain dukungan parpol, sukarelawan independen pendukung Wiwaha juga berjuang dan bergerilya mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) di 167 desa/kelurahan se-Sukoharjo.

Heroik! Mbah Sudiro Selamatkan Belasan Siswi SMPN 1 Turi Hingga Kaki Bercucuran Darah

Hanya dalam waktu 1,5 bulan, sukarelawan Wiwaha mampu mengumpulkan fotokopi KTP lebih dari 40.000 lembar.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para sukarelawan independen. Perjuangan sukarelawan independen tak berhenti justru berlanjut bersinergi dengan mesin politik,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho