Jembatan Pusung Ambrol 2 Bulan Setelah Dibangun, Ini Penjelasan Dinas PUPR Boyolali
Jembatan Pusung, Sidodadi, Boyolali, yang roboh, Senin (24/2/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Ambrolnya jembatan Pusung, Sidodadi, Banaran, Boyolali, pada Senin (24/2/2020) pagi menimbulkan keheranan warga. Hal itu karena jembatan itu baru selesai dibangun Desember 2019 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boyolali, Arief Gunarto, membenarkan jembatan itu baru dibangun pada 2019.

Dengan begitu bangunan masih menjadi tanggung jawab rekanan.

Pilkada Wonogiri: Sriyono Jatuh Sakit Saat Tahu Bakal Jadi Cawabup Dampingi Jekek

"Jembatan dibangun menggunakan APBD II senilai Rp1,2 miliar. Saat ini masih dalam masa pemeliharaan jadi masih tanggung jawab rekanan untuk segera memperbaikinya," kata dia kepada Solopos.com, Senin.

Jembatan Pusung, Sidodadi, Boyolali, yang roboh, Senin (24/2/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
Jembatan Pusung, Sidodadi, Boyolali, yang roboh, Senin (24/2/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Berdasarkan analisis sementara, robohnya jembatan itu karena ada retakan di bagian sayap jembatan di sisi atas. Intensitas hujan pun cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Ikut Cari Korban Susur Sungai Sempor, Motor Relawan Hilang Dicuri

Menurutnya, kemungkinan terbesar penyebab kejadian itu adalah celah retakan tersebut terisi air. "Jadi di bagian atas, bukan fondasi. Fondasinya aman," lanjut dia.

Dia menceritakan pada Selasa (18/2/2020) memang ada retakan di dekat sayap jembatan. Dari posisi runtuhan, gelagar maupun pelat jembatan masih utuh.

Arief menduga jembatan itu ambles pelan-pelan sehingga tidak ada entakan yang mengakibatkan rusaknya konstruksi jembatan.

Sosialisasi Politik Pelajar SMA/SMK Sukoharjo Disisipi Kampanye Cabup-Cawabup

"Nanti secara metode kami akan mengamankan gelagar atau pelatnya untuk dapat digunakan lagi. Yang rusak hanya abutment," jelas dia.

Terkait konstruksi jembatan, Arif memastikan sudah sesuai kriteria. Baik dari ketebalan, dimensi, pasangan-pasangannya dan sebagainya sudah sesuai.

"Hanya masalah retakan yang kemudian terisi air. Tanah di dalamnya menjadi jenuh air, akhirnya menjadi tekanan," kata dia.

Heboh Pria Klaten Curi Celana Dalam buat Onani, Inikah Kelainannya?

Sebagaimana diberitakan, jembatan dengan lebar sekitar lima meter dan panjang sekitar 16 meter tersebut ambrol pukul 06.15 WIB.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Banaran, Serda Joko Susanto, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sementara itu Ketua Fraksi Indonesia Adil Sejahtera DPRD Boyolali, Muslimin, mengatakan langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait robohnya jembatan baru itu.

Kepala SMP Kristen Kalam Kudus Solo Dilaporkan Wali Murid Ke Polisi

"Harapan kami jembatan bisa segera diperbaiki sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai jalan penghubung Kampung Pusung-Sidodadi," kata politikus PKS itu.

Dia pun mengajak masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jembatan supaya berjalan dengan baik dan berkualitas baik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho