Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek proyek penataan lansekap Bukit Sidoguro di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Jumat (1/11/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Keindahan taman Bukit Sidoguro di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, sudah telanjur kondang meski penataan taman itu belum selesai.

Banyak pengunjung yang berdatangan ke Bukit Sidoguro lantaran penasaran dengan wajah baru bukit yang disebut-sebut mirip taman di Singapura itu. Kondisi tersebut membuat pelaksana proyek kewalahan menyelesaikan proyek penataan bukit tersebut.

Berdasarkan papan pengumuman proyek, penataan lansekap Bukit Sidoguro itu dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata senilai Rp2,8 miliar. Penyedia jasa proyek yakni PT Tri Mega Indah dengan konsultan CV Cipta Buana Sejati.

Proyek itu dimulai sejak 11 Juli dan ditargetkan rampung pada 7 Desember 2019. Pimpinan pelaksana proyek, Tarmuji, mengatakan progres pelaksanaan proyek hingga pekan kemarin mencapai 82 persen.

Ghoib Alloh Kena Razia Polres Sragen, Didenda Rp40.000

“Saat ini prosesnya pada tahap finishing,” kata Tarmuji saat ditemui wartawan di Bukit Sidoguro, Jumat (1/11/2019).

Tarmuji mengaku belakangan ini proyek penataan lansekap Bukit Sidoguro terkendala banyaknya pengunjung yang datang. Kondisi itu terjadi selama sebulan terakhir setelah foto puncak bukit yang kini dilengkapi empat pohon buatan beredar di media sosial.

“Terutama saat sore atau pagi itu banyak yang datang ke tempat ini. Setiap hari itu antara 50 orang hingga 100 orang,” jelas dia.

Banyaknya pengunjung itu kerap kali membuat material yang baru dipasang rusak hingga proses pemasangan diulang. Dia mencontohkan ketika pekerja memasang keramik pada siang hari, keesokan harinya keramik yang dipasang rusak.

Ini Penyebab Dominan Kasus Pencurian Motor di Wonogiri, Waspadalah!

Begitu pula dengan rumput taman. Penyedia tanaman mengeluhkan kondisi rumput rusak karena terinjak-injak hingga harus ditanami ulang. “Kebetulan rumput itu kami mendapatkan garansi dari penyedia. Jadi mereka bertanggung jawab hingga seluruh tanaman bisa hidup,” kata Tarmuji.

Tarmuji menuturkan upaya agar proyek tak terhambat banyaknya pengunjung sudah dilakukan. Spanduk larangan masuk ke taman Bukit Sidoguro sudah dipasang.

Pintu gerbang menuju bukit itu juga ditutup untuk umum. Namun, masih banyak pengunjung yang terus berdatangan ke bukit itu.

“Pintu utamanya kami tutup tetapi banyak yang lewat jalan-jalan pintasan. Masyarakat itu senang dengan hal-hal baru,” urai dia.

Bos Persis Solo Siap Mundur, Begini Respons Suporter

Tarmuji mengaku tak bisa menolak ketika ada pengunjung yang datang ke Bukit Sidoguro. Tak hanya dari Klaten, pengunjung yang berdatangan berasal dari wilayah lainnya seperti Solo dan Sukoharjo.

Tarmuji berharap para pengunjung bisa membantu pelaksanaan proyek tetap berjalan lancar. “Tidak apa-apa kalau memang mau melihat kondisi Bukit Sidoguro saat ini. Kami tidak bisa menolak. Namun, kami berharap para pengunjung itu melewati jalurnya menuju ke puncak sehingga tidak mengganggu proses merampungkan pembangunan,” urai dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan fasilitas wisata di Bukit Sidoguro bakal lebih lengkap setelah proyek penataan selesai. Selain dilengkapi empat pohon buatan yang kini menjadi primadona baru, bukit itu kini dilengkapi sejumlah spot selfie, taman, serta panggung terbuka.

“Harapannya dari penataan bukit ini bisa memotivasi desa-desa memaksimalkan potensi mereka,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten