Tutup Iklan -->
Rp2,9 Miliar untuk Bikin Spot Selfie di Bukit Sidoguro Klaten
Nelayan memasang jaring di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Kawasan Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, bakal ditata menggunakan gelontoran dana alokasi khusus (DAK) dari APBN yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Penataan dilakukan pada lanskap bukit tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Pantoro, mengatakan dana DAK yang diterima untuk penataan Bukit Sidoguro yakni Rp2,9 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan spot selfie, penataan jalan setapak, taman, hingga rest area.

“Wisata yang ditawarkan yakni pesona keindahan alam dari perbukitan,” kata Pantoro saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Pada 2019, pemkab fokus pada penataan objek wisata Bukit Sidugoro. Penataan kawasan bukit itu seiring rencana penataan Rawa Jombor yang bersebelahan dengan Bukit Sidoguro.

Rencana penataan kawasan rawa yang menjadi aset pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dilakukan untuk mengembalikan fungsi rawa sebagai sumber irigasi dan diproyeksikan menjadi objek wisata air. Salah satu rencana penataan yakni memindahkan warung apung dari rawa ke daratan.

Pantoro menjelaskan penataan kawasan rawa dilakukan bertahap. Pada 2018, pemprov sudah memperbaiki jalan lingkar rawa sisi timur. Selain itu, ada revisi detail engineering design (DED) penataan kawasan rawa.

Sementara, pemprov pada 2019 dipastikan sudah menyiapkan anggaran melalui DAK provinsi sekitar Rp3 miliar untuk melanjutkan rencana penataan kawasan rawa.

“Pemprov sudah menyiapkan DAK kemudian nanti ada pemindahan warung apung. Itu programnya dari provinsi. Semua dilakukan secara bertahap tidak bisa dilakukan sekaligus mengingat kebutuhan anggaran yang besar,” urai dia. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho