Curhat Bupati Sragen Soal Kebijakan Covid-19 yang Tak Sinkron Antara Pusat & Daerah
Bupati Sragen Kusdinar untung Yuni Sukowati (Youtube/SoloposTV).

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengeluhkan tidak sinkronnya kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19. Perempuan yang akrab disapa Yuni ini mengaku pusing dengan kebijakan yang dianggap tumpang tindih itu,

Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan Yuni adalah memperbolehkan moda transportasi beroperasi tetapi mudik dilarang.

Penerapan New Normal Dibarengi Pendisiplinan oleh TNI/Polri, Ini Teknis Pelaksanaannya

Hal tersebut mengakibatkan pemudik lebih dari 22.000 datang ke Sragen. Bupati menilai ini menjadi beban yang cukup berat sebagai dalam menangani Covid-19 sebagai kepala daerah Sragen.

"Saya realistis, dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak sinkron menyusahkan kami. Sekarang Pak Menhub mengatakan pembukaan jalur lagi, kami ketar ketir. Kami saja tidak melakukan PSBB. Pemudik [katanya] akan mendapat sanksi, tapi kenyataannya tidak ada penurunan kedatangan warga di Sragen. Ya akhirnya 22.000 lebih, apalagi ini dibuka," jelas Yuni di video berjudul Corona Ditarget Turun Juni, Bupati Sragen: Tidak Realistis yang tayang di kanal Youtube Solopos TV, Kamis (21/5/2020).

Begini Kronologi Damkar Solo Kena Prank Telepon Kebakaran Palsu di Jl Slamet Riyadi

"Haduh ini beban kepala daerah, beban semakin berat. Suruh jaga gawang biar enggak kebobolan, yang di depan nyerang terus. Kita bagaimana, lama-lama stamina akan turun," keluhnya.

Lantaran itu, Bupati Sragen meminta kepada Presiden Jokowi agar turun tangan untuk menjadi komando dalam menangani Covid-19 di Indonesia.

Objek Wisata Jogja Tutup, Warga Pilih Piknik ke Bandara YIA Kulonprogo, Apa Istimewanya?

"Kebijakan itu tetap harus komprehensif, kerja tim sistematis. Kalau semalam saya baca Kepala Gugus Tugas Nasional pusing, apalagi yang di daerah dobel pusing. Nyuwun sewu Pak Presiden harus turun lah, harus jadi komandan lah," ujarnya.

Ragu Juni Akan Turun

Bupati Sragen ini juga meragukan keinginan Presiden Jokowi yang menargetkan Covid-19 akan turun pada Juni 2020. Pasalnya, dengan kebijakan yang tumpang tindih dan juga masyarakat yang sudah bosan di rumah akan susah untuk turun pada Juni mendatang.

"Kalau presiden Juni harus turun, melihat seperti ini saya tidak mau bersikap pesimis. Tapi lihat realita masyarakat rasanya kok enggak mungkin. Karena apa, kita sudah tidak tegas dalam memberikan regulasi yang tumpang tindih dan membuat masyarakat jenuh," kata dia.

Data Terbaru Covid-19 Kota Solo: Positif Tetap 29, PDP Tambah Jadi 192, ODP 583 Orang

Yuni mengatakan jika pemerintah mau menerapkan PSBB secara tegas selama dua minggu, Bupati Sragen ini yakin kasus Covid-19 di Indonesia akan turun signifikan.

"Kalau kita mau melakukan ini serius, misalnya dua minggu dibuat tegas. Selesai kok sebetulnya memutus mata rantai itu," pungkas dia.

Wawancara Deddy Corbuzier dan Siti Fadilah Digelar Tengah Malam dengan Kamar Dikunci


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho