Berkaca dari Kasus Grobogan, Ada 6 Tipe Hubungan di Antara Pasangan Gay
Ilustrasi pasangan sesama jenis (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Seorang pemuda asal Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dibunuh pasangan gay. Korban berinisial IAT alias Ibnu masih berusia 19 tahun, sedangkan pelaku Joko Kurniawan, 26, warga Desa Terkesi, Klambu, Grobogan.

Pelaku membunuh korban di rumahnya, Jumat (22/1/2021) malam. Pembunuhan diduga terjadi karena korban yang merupakan pasangan gay pelaku tidak mau membayar setelah berkencan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dia mengenal korban melalui media sosial. Keduanya bertemu di rumah pelaku, Jumat petang sekitar pukul 18.00 WIB untuk melakukan hubungan seksual.

Baca juga: Pemuda Grobogan Ditusuk Pasangan Gay-nya Sampai Tewas, Jasadnya Dibungkus Seprai

Selama ini banyak orang menduga pasangan gay memiliki hubungan yang relatif sama dengan pasangan heterogen. Berdasarkan kajian dari beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa tipe hubungan dari pasangan gay.

Tipe-tipe hubungan pasangan gay ini dituangkan dalam penelitian berjudul Interaksi Simbolik Kaum Gay (Studi Fenomenologi Pada Kaum Gay di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta) yang dilakukan Nurul ‘Azmi Ulil Hidayati dari IAIN Surakarta pada 2017.

Baca juga: Ibu di Bangkalan Lahirkan 4 Bayi Kembar, Namun Berakhir Sedih

Disebutkan David Sonenschein mengidentifikasikan enam tipe hubungan sosioseksual yang terdapat pada gay.

Permanent Social Relationship

Pada bentuk hubungan ini, tidak terdapat adanya aktivitas seksual dari pasangan gay. Individu-individu akan menjelaskan diri mereka sebagai “teman atau sahabat dekat” yang mana persahabatan ini dijaga dari waktu ke waktu.

Nonpermanet Social Relationship

Pada bentuk hubungan ini, individu-individu menyatakan diri mereka sebagai teman baik, tetapi di luar kelompok (clique) tidak ada kontak yang berlanjut. Hubungan seksual/genital sangat jarang terjadi pada bentuk hubungan ini.

Permanent Sexual Relationship

Permanent sexual relationship mencakup “dipertahankan” dan hubungan didasarkan kepada sifat materialistik. Keterlibatan seksual dan emosional dengan pasangan tidaklah terlalu dalam dan sifatnya terpaksa.

Baca juga: Ajak Warga Jarah Muatan Truk Tronton Terguling di Tawangmangu, 2 Wanita Ini Minta Maaf

Bentuk hubungan pasangan gay tipe ini mencakup seorang individu yang lebih muda ‘dipelihara’ oleh individu yang lebih tua. Ada yang memiliki kekayaan lebih yang mengharapkan permanensi dalam hubungan tersebut.

Bentuk hubungan ini sangat tidak stabil dan kemungkinan untuk terjadinya ketidaksetiaan oleh individu yang lebih muda tersebut lebih besar.

Nonpermanent Sexual Relationship

Jenis hubungan ini kerap disebut one night stand dan merupakan tipe hubungan yang paling sering terjadi dari pasangan gay. Individu akan melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak terlalu mereka kenal dan tujuan utama mereka hanyalah aktivitas seksual.

Perilaku promiscuous ini bisa disebabkan karena faktor psikodinamik seperti penghindaran terhadap komitmen interpersonal seperti keintiman dan tanggung jawab serta faktor sosiologis.

Permanent Sociosexual Relationship

Literatur psikologi menunjukkan mempunyai pasangan seksual yang tetap merupakan tujuan yang paling banyak dimiliki pada banyak gay. Seiring dengan bertambahnya umur (sekitar 30 tahun) menemukan pasangan menjadi hal yang sangat penting.

Baca juga: Pria Grobogan Bunuh Pemuda Gegara Kesal Honor Kencan Rp100.000 Tak Dibayar

Hubungan ini didasarkan pada konsep cinta, bukan hanya seksual. Individu mulai berbagi dan menyamakan nilai-nilai dan minat masing-masing dari pasangan gay.

Nonpermanent Sociosexual Relationship

Pada tipe hubungan ini, individu mengidentifikasikan dirinya sebagai “teman” tetapi juga sebagai pasangan seksual yang potensial. Berbeda dengan nonpermanent sexual relationship, di mana aktivitas seksual terjadi terlebih dulu.

Sedangkan pada nonpermanent sociosexual relationship, interaksi sosial terjadi terlebih dahulu sebelum aktivitas seksual dari pasangan gay itu.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 23 Januari 1950 Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil

Banyak kajian yang menggali tentang perkembangan seseorang menjadihomoseksual. Ada yang menyebut kesadaran akan adanya ketertarikan pada sesam jenis antara umur 8-11 tahun. Kemudian perilaku seksual sesama jenis antara umur 12-15 tahun.

Pada usia 15-18 tahun mulai mengidentifikasi sebagai gay atau lesbian. Berikutnya, kedekatan dengan sesama jenis pada 17-19 tahun, baru kemudian pengembangan hubungan romantis sesama jenis pada usia 18-20 tahun.

”Namun model ini tidak bisa secara akurat merefleksikan pengalaman yang mungkin saja dialami oleh kaum homoseksual yang lebih muda. Banyak di antara mereka yang merasa lebih bebas daripada masa sebelumnya untuk mendeklarasikan identitasnya,” sebagaimana tertulis di kajian Nurul ‘Azmi Ulil Hidayati.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom