Kategori: Nasional

2 Bayi PDP Corona di Sleman Jogja Meninggal Dunia


Solopos.com/Abdul Hamied Razak/Harianjogja.com

Solopos.com, SLEMAN - Dua bayi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan atau PDP virus corona. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih.

Berty menjelaskan ada dua bayi asal Sleman yang meninggal dunia dengan status PDP corona dalam dua pekan terakhir. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil swab untuk mengetahui kedua bayi tersebut positif corona atau tidak.

Persekat Tegal Jualan Beras Untuk Tunjang Finansial, Persis Solo Jualan Apa?

"Keduanya belum ada hasil laboratorium. Sudah diswab sekali, laporan belum masuk Sleman dan Provinsi," katanya seperti dilansir Harianjogja.com, Jumat (17/4/2020).

Bayi pertama yang meninggal adalah berjenis kelamin perempuan dengan usia 10 hari. Bayi perempuan PDP Corona ini meninggal pada 13 April 2020 lalu. Kemudian bayi kedua adalah laki-laki berusia satu tahun dan meninggal pada 15 April 2020 lalu.

Sudah 20 Hari, Masa Karantina ODP Covid-19 Klaster Gowa di Karanganyar Diperpanjang

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, bayi perempuan berusia 10 hari tersebut dirawat sebagai PDP karena memiliki penyakit meningitis dan gejala pneumonia. "Tetapi tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota. Tapi karena ada gejala pneumonia masuk PDP," terang Berty.

Gagalkan Perampokan, Telapak Tangan Perempuan Karangpelem Sragen Terluka Kena Parang

Pelacakan

Adapun hasil tracing bayi usia setahun yang meninggal diduga terpapar virus setelah kontak erat dengan orang tuanya. Bayi ini juga mengalami gejala klinis yang mengarah Covid-19. "Ada kontak erat dengan orang tuanya. Ibunya kerja di Klaten, dan ada gejala klinis, sehingga masuk PDP," katanya.

Menurut Berty, Dinkes Kabupaten sudah semestinya melakukan tracing tidak hanya bagi pasien konfirm Covid-19 tetapi juga pasien PDP. "Disamping yang positif juga untuk PDP yang di-tracing. Tracing utama adalah kontak eratnya," kata dia.

Soal RS Tempat Kerja Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas Sukoharjo

Mahasiswi UNS Solo Positif Corona, Teman Indekos Tak Punya Riwayat Kontak Langsung

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi