Warga Wonogiri Sulit Peroleh BBM Subsidi, Bupati Usulkan Penambahan Kuota

Sejumlah elemen masyarakat di Wonogiri mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan solar setelah harga BBM naik, Sabtu (3/19/2022).

 Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tentang penyesuaian harga BBM yang diselenggarakan Polres Wonogiri di Alua Sanika Satyawadya Polres Wonogiri, Selasa (13/9/2022). Sejumlah elemen masyarakat Wonogiri mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Di sisi lain, Pertamina menyebut ada pembatasan kuota untuk BBM bersubsidi. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tentang penyesuaian harga BBM yang diselenggarakan Polres Wonogiri di Alua Sanika Satyawadya Polres Wonogiri, Selasa (13/9/2022). Sejumlah elemen masyarakat Wonogiri mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Di sisi lain, Pertamina menyebut ada pembatasan kuota untuk BBM bersubsidi. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah elemen masyarakat di Wonogiri mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan solar setelah harga BBM naik, Sabtu (3/19/2022). Di sisi lain, Pertamina menyebut hal itu disebabkan ada pembatasan kuota BBM subsidi. 

Hal itu mereka sampaikan pada acara Focus Group Discussion (FGD) tentang penyesuaian harga BBM Wonogiri yang digelar Polres Wonogiri di Aula Sanika Satyawadya Polres Wonogiri, Selasa (13/9/2022). FGD dihadiri berbagai elemen masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri, perwakilan PT Pertamina, dan tamu undangan lainnya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Ketua Organisasi Angkutan Darat Wonogiri, Edi Purwanto, mengatakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) seringkali dibatasi ketika mengisi BBM jenis biosolar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hal itu menyebabkan perjalanan bus AKAP terganggu lantaran harus berkali-kali mengisi BBM di beberapa SPBU. 

“Oleh karena itu, kami meminta agar pembatasan tidak perlu dilakukan. Itu mengganggu perjalanan penumpang. Kalau bisa, saya usul, mungkin ada jalur khusus untuk angkutan umum di SPBU,” kata Edi di FGD pada siang itu. 

Dia melanjutkan, setelah harga BBM naik seharusnya tidak ada pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Sebab pembatasan itu menambah sulit masyarakat guna mendapatkan BBM bersubsidi. 

Baca Juga: Pendaftaran Subsidi Tepat Melalui MyPertamina Masih Berjalan

Penasihat Grab Wonogiri, Roestam, juga mengaku kerap kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Hal itu jelas menyulitkan sekaligus memberatkan para driver ojek online (ojol) seperti dirinya.

Bahkan tidak jarang, SPBU di Wonogiri sering kehabisan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite. Sehingga dia dan driver ojol lain terpaksa membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

“Itu jelas sangat memberatkan bagi kami para driver ojol. Kami seakan-akan seperti dipaksa membeli Pertamax. Penghasilan kami tidak seberapa untuk membeli Pertamax,” ujar Roestam. 

Tidak jarang Roestam harus mengantre panjang di SPBU untuk mendapatkan Pertalite. Dia mengharapkan agar Pertamina menambah kuota BBM bersubsidi di Wonogiri. 

Baca Juga: Hari Ini, Tarif Ojol Resmi Naik

Sales Branch Manager PT Pertamina, Ahad Jabbar Syaifullah, menjelaskan pembatasan kuota BBM merupakan kebijakan pemerintah. PT Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) hanya bisa mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Pembatasan kuota tersebut terjadi pada BBM bersubsidi jenis bahan bakar tertentu atau JBT (Biosolar dan minyak tanah) dan jenis bahan bakar khusus penugasan khusus (Pertalite).

Pembatasan kuota BBM bersubsidi dilakukan karena kuota yang tersedia di sudah sangat minim. Bahkan menurut perhitungan, BBM jenis Pertalite itu akan habis pada Oktober 2022 jika pemerintah tidak bisa menambah kuota. 

“Selain itu, pembatasan kuota ini agar BBM bersubsidi digunakan yang berhak menerima, agar penggunaannya tepat sasaran. Makanya, sekarang ada penggunaan barcode ketika membeli BBM bersubsidi. Itu fungsinya memonitor agar penggunaan BBM bersubsidi ini tepat sasaran,” jelas Ahad. 

Baca Juga: Harga BBM Naik, DPRD Wonogiri: Berpotensi Naikkan Angka Kemiskinan

Perihal pembatasan kuota pembelian terhadap angkutan umum, Ahad menyampaikan hal itu sudah diatur sejak 2020. Mobil penumpang roda empat hanya boleh mengisi BBM maksimal 60 liter, mobil angkutan barang dan jasa roda empat maksimal 80 liter, dan angkutan roda enam atau lebih maksimal 200 liter setiap satu kali pengisian di satu SPBU. 

Perwakilan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali, Danang, mengatakan Pertamina memastikan tidak ada kelangkaan BBM di masyarakat. TBBM Boyolali selalu mengirimkan BBM ke SPBU di Soloraya, sebagian Jawa Timur, dan Kabupaten Semarang. Perjalanan terjauh untuk mengirimkan BBM membutuhkan maksimal enam jam. 

“Jadi, kalau ada SPBU kehabisan BBM itu bukan karena langka tapi karena sedang menunggu pengiriman. SPBU sekarang sudah terdigitalisasi sehingga TBBM tahu pasti di mana SPBU yang persediaannya akan habis, langsung kami kirim,” ungkap Danang. 

Dia menambahkan, pembatasan kuota itu perlu dilakukan lantaran produksi minyak mentah di Indonesia tidak dapat mencukupi kebutuhan. Dalam sehari, Indonesia membutuhkan minyak mentah sebanyak 1.400-1.500 barel per hari. Sementara produksi minyak mentah di Indonesia hanya 600 barel per hari.

Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkutan Umum di Wonogiri Naik hingga 30%

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Wahyu Widayat, menuturkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, sudah mengusulkan penambahan kuota BBM di Wonogiri kepada PT Pertamina pada Juli 2022. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Kuota BBM subsidi jenis Biosolar untuk Wonogiri sebanyak 33.242 kiloliter/tahun dan Pertalite sebesar 54.106 kiloliter/tahun.

“Pak Bupati sudah mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi sebanyak 70 persen untuk Pertalite dan 20 persen untuk solar. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban,” kata Wahyu kepada Solopos.com di Polres Wonogiri, Selasa. 

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Berawan Pagi-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Los Dol hingga Medot Janji, Denny Caknan Hibur 3.000 Penonton di Sekaten Solo

      Penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan, sukses menghibur ribuan penonton lewat lagu-lagu andalannya di panggung hiburan Sekaten di Alkid Keraton Solo, Selasa (4/10/2022) malam.

      4 Oknum TNI-Polri Tertangkap Curi Kabel Telkom di Solo, Warganet: Ngisin-isini!

      Warganet dibuat geram dengan ulah empat anggota TNI-Polri yang terlibat komplotan tukang curi kabel Telkom di Solo.

      Jelang Muktamar Muhammadiyah di Solo, Pimpinan-Dosen UMS Dilarang Keluar Kota

      Rektor UMS Sofyan Anif melarang civitas akademika UMS khususnya pimpinan dan dosen untuk keluar kota menjelang pelaksanaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah.