Warga Griya Lawu Asri Keluhkan Air Bersih, Bupati Karanganyar Minta Perumnas Serahkan Fasum
Kondisi Perumahan Jeruksawit Permai di Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, yang merupakan eks Perumahan Griya Lawu Asri (GLA), Senin (2/1/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta pihak Perumnas menyerahkan fasilitas umum dan fasilitas di Perumnas Jeruksawit Permai ke Pemkab. Ini agar persoalan sulitnya mendapat air bersih yang dirasakan warga di perumahan itu bisa segera diatasi.

Bupati pada Kamis (3/12/2020) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perumnas Jeruksawit Permai yang dulu bernama Griya Lawu Asri (GLA). Lokasinya di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.

Bupati menyempatkan diri sidak setelah menyelesaikan kegiatan di Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo. Di Desa Rejosari, Bupati meresmikan 20 rumah program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. Kabupaten Karanganyar mendapatkan 580 unit pada tahun 2020.

Ancaman Kekeringan, Warga Jeruk Sawit Karanganyar Blokir Pemasangan Meteran Air Baru

Kembali ke Perumnas Jeruksawit Permai, dari hasil sidak tersebut, Bupati menerima keluhan dari warga setempat yang mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka juga mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum.

Salah satu perumahan warga yang tinggal di sektor satu, Warsito, 64, mengaku sempat berbincang dengan Bupati saat sidak. "Pak Bupati meninjau sumur. Itu sumur yang lama. Warga yang tinggal dekat sumur itu sulit air kalau pagi dan sore. Ngithir air yang keluar," cerita Warsito kepada Solopos.com saat ditanya apa yang ia sampaikan kepada Bupati .

Saat sidak itu, Bupati didampingi DPUPR Karanganyar dan perangkat kecamatan maupun desa setempat. Mereka juga bertemu dengan pihak Perumnas. Bupati menyampaikan kepada Perumnas agar segera menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) ke Pemkab.

Jembatan Griya Lawu Asri Karanganyar Ambrol

"Perumnas diminta segera menyerahkan [fasum dan fasos] ke kabupaten biar permasalahan segera diselesaikan. Kalau Bupati yang nggarap bisa ditindaklanjuti," lanjut Warsito.

Dorong Penyerahan Fasum

Hal senada disampaikan juru bicara warga Perumnas Jeruksawit Permai, Supriyadi. Dia mengapresiasi langkah Bupati melakukan sidak. Supriyadi menjelaskan warga yang terkendala air bersih berada di sektor satu dan tiga bagian atas.

"Air itu dari jam 05.00 WIB sampai 09.00 WIB dan jam 16.00 WIB sampai 20.00 WIB itu susah diakses. Kami juga mengeluh tentang penerangan jalan umum. Perumnas sudah memasang 15 PJU, tetapi tidak pernah menyala. Itu katanya pakai pulsa. Tapi kurang tahu siapa yang harus mengisi pulsa karena sampai sekarang belum menyala," tutur dia.

Cerita Eks Bupati Rina Iriani Nostalgia Keliling Karanganyar: Kaget Ada yang Panggil Bu e

Supriyadi menyayangkan sikap Perumnas yang seolah enggan menyerahkan fasum dan fasos ke Pemkab. Tetapi di sisi lain, menurut Supriyadi, perumnas tidak bisa memenuhi kewajiban selaku pengembang.

Terpisah, Bupati Juliyatmono, membenarkan dia melakukan sidak ke lokasi yang sering dikeluhkan warga. Dia mengaku sempat mengecek kondisi fasum dan fasos. Yuli, sapaan akrabnya, mendorong Perumnas segera menyerahkan fasum dan fasos tersebut kepada Pemkab.

"Apabila memenuhi syarat, pemerintah bisa segera membantu pengembangan fasilitas pendukung lain. Pemkab tidak bisa ikut campur karena Perumnas belum menyerahkan aset kepada pemerintah," jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (4/12/2020).

Tiga Terpidana Dugaan Korupsi Griya Lawu Asri Diperiksa Kejakti

"Kami cek lokasi [Kamis] dan saya minta fasum dan fasos yang sebagian segera di serahkan pemkab sehingga kami bisa bantu. Kebutuhan warga yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pengembang."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom