Ancaman Kekeringan, Warga Jeruk Sawit Karanganyar Blokir Pemasangan Meteran Air Baru
Warga menunjukkan kondisi air di Perumahan Jeruk Sawit Permai, Gondangrejo, Karangayar, yang tidak lancar lantaran sumur dalam yang belum dibuat Senin (14/9/2020). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Perumnas Jeruk Sawit Permai yang dulu bernama Griya Lawu Asri, Gondangrejo, Karanganyar memblokir pemasangan meteran air baru di perumahan itu.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes karena pihak pengembang tak kunjung menyelesaikan permasalahan yang sudah dialami warga beberapa tahun belakangan ini. Warga sering kekurangan air karena pengembang belum juga membangbun sumur air dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Humas Warga Perum Jeruk Sawit Permai, Supriyadi, mengatakan pihaknya sudah mengadukan permasalahan tersebut kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, beberapa waktu lalu.

Fajri Sembuh dari Covid-19, Paslon ORI Jalani Tes Kesehatan di RSST Klaten

Menurut dia, setelah pengaduan, pihak pengembang Perumnas Jeruk Sawit Permai diundang oleh Bupati Karanganyar agar segera menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun begitu, belum ada tindakan yang dilakukan pihak pengembang hingga saat ini.

“Sampai saat ini belum ada tindakan penyelesaian. Makanya kami kemudian memblokir pemasangan meteran air baru agar tidak terbebani lagi permasalahan air. Saat ini sudah ada sekitar 450 keluarga yang aktif menggunakan air. Kalau meteran air ditambah lagi akan semakin parah. Soalnya, kontur geografisnya naik turun, untuk yang di atas akan kesulitan dapat air,” jelas dia kepada Solopos.com, Senin (14/9/2020).

September Ini, Pedagang Pasar Tradisional Solo Kembali Harus Bayar Retribusi

Bisa Minta Bantuan Air

Terkait bantuan air bersih, Supriyadi mengaku permasalahan tersebut masih menjadi tanggung jawab pengembang. Saat ini pihaknya akan terus mendesak pengembang Perumnas Jeruk Sawit Karanganyar untuk menyelesaikan permasalahan kebutuhan air terlebih dulu.

“Kami sebenarnya bisa minta bantuan air bersih ke BPBD Karanganyar. Tapi ini masalahnya masih tanggung jawab pengembang untuk menyelesaikan. Jadi kami tidak bisa kemana-mana selain meminta pengembang memenuhi kewajiban mereka,” papar dia.

120 Orang Terjaring Razia Masker di Solo, Mayoritas Laki-Laki

Seorang warga, Darminto, 31, mengaku sudah dua tahun tinggal di Perumnas Jeruk Sawit Permai dan mengalami kesulitan air semenjak kali pertama menempati rumah. Dia berharap pengembang bisa segera memenuhi permintaan warga.

“Saya kira awalnya hanya saat kemarau, tapi ternyata berkelanjutan,” terang dia.

Terpisah, Manajer Proyek Perumnas Jeruk Sawit Permai Solo Regional V, Djatmiko, mengakui sudah dipanggil oleh Bupati Karanganyar terkait keluhan warga. Dia mengatakan saat ini sudah dalam proses untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Jumlah Pengunjung Turun, Begini Cara Mal di Solo Bertahan di Tengah Pandemi

Sedang dalam Proses

“Memang kami sudah dipanggil untuk segera menyelesaikan permasalahan air dulu. Kami ini sedang dalam proses untuk itu,” kata dia.

Sebelumnya, warga Perumnas Jeruk Sawit Permai, Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar mengeluhkan kondisi air di perumahan tersebut yang sulit selama lima tahun terakhir dengan memasang spanduk protes Jumat (12/6/2020).

Pihak pengembang belum membangun sumur dalam untuk mencukupi kebutuhan air sekitar 300 keluarga di perumahan tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom