Tutup Iklan
Warga berlari menuju lokasi pengungsian dalam kegiatan simulasi penanganan banjir di Dusun Nangan, Desa Gemantar, Selogiri, Wonogiri, Sabtu (2/11/2019). (Istimewa/BPBD Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menggelar simulasi penanganan bencana banjir di Dusun Nangan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Sabtu (2/11/2019).

Kegiatan simulasi itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir pada musim hujan. Sebagaimana diketahui, beberaap wilayah di Kecamatan Selogiri merupakan daerah langganan banjir.

Salah satunya Gemantar. Banjir di wilayah ini biasanya dipicu luapan air sungai.

Di Gemantar, simulai melibatkan 330 personel meliputi organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, aparatur pemerintah desa, anggota forum pengurangan risiko bencana (FPRB), sukarelawan difabel, dan warga Dusun Nangan.

4 Toko di Matesih Karanganyar Terbakar

Simulasi itu digelar untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. “Simulasi juga sebagai uji rencana kontijensi [renkon] penanggulangan banjir yang ditetapkan melalui keputusan Bupati Wonogiri,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada Solopos.com, Minggu (3/11/2019).

BPBD juga mempersiapkan bibit tanaman yang akan ditanam saat memasuki musim penghujan. Bibit itu dikembangkan di kebun bibit milik BPBD Wonogiri. Sejumlah tanaman yang dibudidayakan meliputi tanaman tegakan seperti beringin, trembesi, asem, mahoni hingga kelor.

Selain itu masih ada pula jenis tanaman produktif seperti jambu biji, duwet, dan alpukat. BPBD juga menyiapkan bibit serai dan akar wangi. “Jumlah total tersedia ada 2.238 batang,” imbuh dia.

Gamelan Ditabuh, Sekaten Solo Dimulai

Selain pengadaan bibit oleh BPBD, para sukarelawan juga menyiapkan dua batang bibit beringin dan gayam secara mandiri. Bibit itu akan ditanam begitu memasuki musim penghujan dengan lokasi prioritas di sumber-sumber potensi mata air.

Hal itu bertujuan mengembalikan sekaligus menjaga kelangsungan potensi air. “Penyediaan bibit dan penanamannya ini merupakan kesepakatan dan kesiapan para sukarelawan FPRB Wonogiri,” terang Bambang.

Ia menjelaskan bibit tanaman yang bersumber dari kebun bibit BPBD itu menurut rencana didistribusikan melalui gerakan mitigasi bencana dengan melibatkan warga masyarakat khususnya di daerah potensi rawan bencana.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten