Terdampak Pandemi, Disney PHK 28.000 Karyawan
Disney umumkan PHK 28.000 karyawan saat pandemi. (Disneyland Resort/Joshua Sudock)

Solopos.com, CALIFORNIA — Disney akan melakukan PHK terhadap 28.000 karyawan di seluruh segmen Chairman, Disney Parks, dan Experiences and Products karena terdampak pandemi Covid-19. Pemberhentian karyawan ini diakibatkan penutupan berkepanjangan dan pembatasan jumlah pengunjung.

20 Hari Terpapar Covid-19, Bayi Baru Lahir Asal Trucuk Klaten Akhirnya Sembuh

Dilansir CNBC, Rabu (30/9/2020), penutupan berkepanjangan ini terjadi di taman hiburan Disney yang berbasis di California. Dalam sebuah press release internal perusahaan Disney, pada hari Selasa (29/8/2020), Josh D’Amaro Kepala Taman Hiburan Disney merinci beberapa keputusan yang harus diambil perusahaan. Keputusan ini termasuk mengakhiri cuti ribuan karyawannya.

Menurut pernyataannya, sekitar 67% dari 28.000 karyawan yang di PHK adalah karyawan paruh waktu. Diketahui saham perusahaan turun kurang dari dua persen setelah pengumuman tersebut.

Meskipun taman hiburan Disney di Florida, Paris, Shanghai, Jepang, dan Hong Kong dapat dibuka kembali dengan pembatasan pengunjung, namun dua taman hiburan di Disneyland dan California Adventure yang berbasis di Anaheim, California tetap ditutup.

Aturan Baru Diterapkan di Disneyland Jepang Setelah Dibuka, Pengunjung Dilarang Berteriak!

Tak Ada Cara Lain

Menurut pernyataan tersebut, selama beberapa bulan terakhir manajemen Disney telah mencoba mencari cara menghindari pemberhentian karyawan perusahaan. Perusahaan Disney telah memangkas pengeluaran, menghentikan sejumlah proyek, dan mengubah operasional.

Akan tetapi, hal ini terbentur dengan aturan pembatasan pengunjung dan protokol kesehatan yang harus diterapkan. “Seperti yang bisa Anda bayangkan, keputusan sebesar ini tidaklah mudah,” tulis Josh dalam memo press rilis tersebut.

Manajemen Disney juga akan memberikan pesangon terhadap karyawan yang terkena PHK, serta memberikan bantuan lain agar karyawan bisa tetap mendapatkan pemasukan usai di PHK.

Seluruh segmen Chairman, Disney Parks, dan Experiences and Product merupakan segmen yang paling penting dari bisnis Disney. Tahun lalu, segmen ini menyumbang 37% dari total pendapatan perusahaan sekitar US$69,6 miliar.

Sandiaga Uno, Edo Kondologit, Nico Siahaan, Krisdayanti Bakal Jadi Jurkam Gibran Cawali Solo?

Disney diketahui sudah mulai merugi sejak wabah Covid-19 dimulai, pada kuartal kedua perusahaan melaporkan kerugian US$1 miliar karena penutupan taman, hotel, dan jalur pelayarannya. Pada kuartal ketiga, perusahaan Disney melaporkan kerugian yang lebih besar sebesar US$3,5 miliar.

Siasati Pedoman Kesehatan

Diketahui Managemen Disney telah membujuk para legislator California untuk memberikan pedoman untuk membuka kembali taman hiburan. Mereka memberikan pembaruan media untuk menyoroti keberhasilan kebijakan pemerintah negara lain, dalam usahanya membuka kembali taman hiburan, khususnya taman hiburan Disney di Florida, Paris, Shanghai, dan Jepang.

Pemberitahuan virtual itu memamerkan langkah-langkah protokol kesehatan yang sudah ada. Termasuk kebijakan mengenakan masker, memiliki stasiun sanitasi yang tersedia secara luas, pemesanan makanan secara online, dan pembayaran tanpa uang tunai.

Tetapi usaha ini percuma, karena pemerintah tetap enggan mencabut peraturan pembatasan tersebut. Sedangkan Gubernur Gavin Newsom menguraikan, Orange Country tempat Disney beroperasi merupakan daerah yang substansial, sehingga taman hiburan harus tetap ditutup.

Disney+ Hotstar Bisa Dinikmati Mulai Hari Ini, Catet Kelebihan & Kekurangannya

Menurut situs web negara bagian, Orange Country memiliki tingkat presentasi sebesar 3,1% dibawah tingkat 3,4% dari total yang memiliki hasil positif, dan sekitar 4,4 kasus Covid-19 baru per 100.000 orang setiap harinya. Hal inilah yang membuat California enggan untuk mencabut aturan pembatasan tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom