Tutup Iklan
Tahukah Anda? Kompleks Keraton Solo Sampai PGS dan BTC Itu Dulunya Danau
Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Kompleks Keraton Solo hingga pusat perdagangan Beteng Trade Center (BTC) dan Pusat Grosir Solo (PGS) di wilayah Kelurahan Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo, dulunya merupakan kedung atau danau.

Area kedung tersebut hingga kawasan yang sekarang digunakan untuk Gedung Kantor Bank Central Asia (BCA) J. Slamet Riyadi. Penjelasan itu disampaikan KP Bambang Pradotonagoro saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (5/7/2020).

“Gambarannya dari BCA memutar terus sampai Alun-alun Kidul, sampai ke Masjid Agung, itu dulu merupakan kedung besar. Kawasan itu lalu diuruk untuk dijadikan Nagari Keraton Surakarta yang boyongan dari Kartasura,” ujar dia.

Bukan Figur, Ini Kunci Kemenangan di Pilkada Solo Menurut Pengamat Politik

Proses pindahan kerajaan ke lokasi yang sekarang menjadi Kompleks Keraton Solo itu terjadi tahun 1745 atau dalam kalender sekarang 17 Februari 1745. Dibutuhkan sangat banyak tanah dan kayu untuk menguruk area kedung saat itu. Prosesnya pun memakan cukup banyak waktu.

“Konon untuk tanah dan kayu uruknya diambil dari Alas Donoloyo, Wonogiri. Konon katanya dari situ,” ungkap warga Baluwarti, Solo, yang pernah menjadi pejabat Humas Keraton Solo itu.

Proses Pengurukan

Saat proses pengurukan kedung itu, menurut dia, Sunan Paku Buwono (PB) II dibantu Kiai Sala sebagai lurah atau tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Atas jasanya itu, saat Kiai Sala meninggal, jenazahnya dimakamkan di Kompleks Keraton Solo.

Ngithir! Warga Mojosongo Solo Curhat Aliran PDAM Kalah Deras Dengan Air Kencing

“Itu sebagai bentuk penghormatan kepada Kiai Sala. Kiai Sala ini semacam lurah desa atau tokoh masyarakat di Desa Sala yang meliputi wilayah Kedung Lumbu dan Kauman. Kiai Sala dimakamkan di ujung sisi timur keraton,” urai dia.

Terkait pemindahan keraton dari Kartasura ke Sala, menurut Bambang, diawali PB II dengan mengutus abdi dalemnya. Mereka diminta mencari tempat yang tepat untuk dijadikan pusat pemerintahan keraton kala itu.

Pemungutan Suara Agustus, Tahapan Pilkades Serentak Boyolali Dilanjutkan

Dari proses itu muncul tiga opsi tempat keraton, yakni Kadipolo, Beton, dan Sala. Namun dengan banyak pertimbangan, akhirnya lokasi yang dipilih adalah Sala kendati kondisi geografisnya berupa kedung besar dan harus diuruk.

“Lokasi yang dinilai bagus adalah Kadipolo dan Beton. Tapi diyakini umur keraton tak akan lama bila dipindahkan ke dua tempat itu. Akhirnya diputuskan untuk memilih opsi ke tiga yaitu Sala walau harus menguruk kedung,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho