Tutup Iklan
Bukan Figur, Ini Kunci Kemenangan di Pilkada Solo Menurut Pengamat Politik
Pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Figur atau ketokohan kandidat kerap menjadi kunci kemenangan dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada di sejumlah daerah, namun tidak demikian dengan Solo.

Pada Pilkada Solo, figur atau ketokohan menjadi aspek kesekian setelah aspek kendaraan politik sang calon. Hal itu tercermin dalam setiap pergelaran pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bengawan.

Siapa pun calonnya, PDIP selalu tampil sebagai pemenang. Sebut saja Pilkada 2005 yang dimenangi pasangan calon dari PDIP yakni Joko Widodo (Jokowi)-FX Hadi Rudyatmo.

Ngithir! Warga Mojosongo Solo Curhat Aliran PDAM Kalah Deras Dengan Air Kencing

Duet itu kembali meraih kemenangan pada Pilkada Solo 2010. Sedangkan di Pilkada 2015 muncul pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo yang juga dari PDIP.

Merujuk hasil Pemilu Legislatif 2019 di mana PDIP memborong 189.76 0 suara, tampaknya PDIP tak akan menemukan kendala berarti di Pilkada Solo 2020. Pertarungan sengit justru terjadi dalam perebutan rekomendasi cawali-cawawali di internal PDIP.

DPC PDIP Solo yang mengusung duet Achmad Purnomo-Teguh Prakosa (Puguh) harus menghadapi sosok putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Tarik ulur dukungan terhadap dua figur cawali berlangsung ketat beberapa bulan ini.

Pemungutan Suara Agustus, Tahapan Pilkades Serentak Boyolali Dilanjutkan

“Khusus di Solo tidak ada calon istimewa. Siapa pun calon yang diajukan PDIP pasti menang kok. Kendati bukan Gibran, bukan Purnomo, tokoh lain pun yang disodorkan pasti menang,” ujar pengamat politik UNS, Agus Riewanto, Minggu (5/7/2020).

Infrastruktur Politik

Dilihat dari figur calon dan dinamika yang terjadi, Agus menilai Gibran mempunyai peluang paling besar untuk mendapatkan rekomendasi cawali dari PDIP. Pengusaha kuliner itu dinilai memiliki infrastruktur politik dan modal pendukung untuk meraih kemenangan di Pilkada Solo 2020.

“Dugaan saya begitu. Gibran lebih tinggi dibandingkan yang lain karena survei-survei lembaga tidak memunculkan figur lain. Positioning-nya sudah jelas ke arah sana. Saya melihat Gibran sudah disiapkan berbagai modal pendukung,” kata dia.

Hampir Sebulan Berkeliaran dan Belum Tertangkap, Ke Manakah Perginya Monyet Hutan Balekambang Solo?

Diberitakan sebelumnya, pasangan cawali-cawawali Solo dari PDIP nyaris tak mempunya lawan dari kalangan partai politik. Satu-satunya lawan yang muncul sejauh ini dari jalur perseorangan yakni Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Pasangan independen ini tengah menjalani verifikasi syarat dukungan oleh KPU Solo. Partai politik (parpol) lain pemilik kursi di DPRD Solo seperti Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN dan PSI, menyiratkan dukungan kepada Gibran bila mendapat rekomendasi sebagai cawali dari DPP PDIP. Hanya PKS yang belum memastikan sikap


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho