Tutup Iklan
Ngithir! Warga Mojosongo Solo Curhat Aliran PDAM Kalah Deras Dengan Air Kencing
Unggahan pengguna akun Facebook tentang air PDAM Solo. (Facebook Simeon Teguh Widodo)

Solopos.com, SOLO -- Memasuki musim kemarau 2020, warga Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, mulai mengeluhkan suplai air dari Perumda Air Minum Toya Wening atau PDAM Solo.

Keluhan itu seperti diunggah pengguna akun Facebook Simeon Teguh Widodo di Grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya, Minggu (5/7/2020). Dalam unggahannya, Simeon mengundang wartawan untuk mampir ke Gang Dempo Tengah III Mojosongo.

“Yen golek berita mangga mampir gang Dempo Tengah 3 Mojosongo, Solo. Mumpung enek PDAM mati banyune. Iso galir yen bar diprotes. Trus mati po ngitir, jik banter uyuh metune banyu. Mangga sik butuh bahan berita ringan tapi panjang kalau mau mengikuti,” tulis dia.

Hampir Sebulan Berkeliaran dan Belum Tertangkap, Ke Manakah Perginya Monyet Hutan Balekambang Solo?

Terjemahan bahasa Indonesianya kurang lebih, "Kalau mau cari berita silakan mampir Gang Dempo Tengah 3 Mojosongo, Solo, mumpung air PDAM sedang mati. Bisa mengalir hanya setelah diprotes. Terus mati atau ngithir, masih lebih deras kencing keluar airnya. Silakan yang butuh bahan berita ringan tapi panjang kalau mau mengikuti."

Tidak lupa Simeon mengunggah foto dan video kondisi bak air kamar mandinya yang minim air dan keran yang tidak mengalirkan air kendati sudah dibuka.

Bukan Permasalahan Teknis

Dimintai tanggapannya mengenai hal itu, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Air Minum Solo, Bayu Tunggul, mengakui suplai air yang kurang deras di kawasan Dempo, Mojosongo.

Sejarah Pilkada Solo Dikuasai Cawali Dari Utara, Ini Penyebabnya Menurut Pemerhati Budaya

Tapi tidak derasnya aliran air PDAM di Mojosongo, Solo, itu bukan dikarenakan adanya permasalahan teknis jaringan air. Menurut dia, sumber utama tidak derasnya air di kawasan Dempo karena kondisi geografis wilayah itu.

“Wilayah dempo itu posisinya paling tinggi dibandingkan wilayah lain. Jadi warga di situ dapat airnya ketika warga yang di bawah sudah tercukupi,” kata dia.

Solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pelanggan PDAM di wilayah Dempo, menurut dia, yakni pemerataan tekanan air. Tapi pendekatan itu pernah dilakukan dengan hasil yang kurang maksimal. Aliran air di luar Dempo malah jadi tidak bagus.

Ada Luka Lecet Hingga Pendarahan di Mulut Remaja Gatak Sukoharjo Yang Meninggal Saat Latihan Silat

“Untuk Dempo kami mohon maaf memang seperti itu. Kami terus berupaya, yang paling dekat ya pemerataan tekanan. Tapi kami coba kemarin, Dempo mengalir, yang lain tidak mengalir. Yang atas mesti dapatnya air ketika di bawah konsumsinya cukup,” urai dia.

Opsi lainnya, menurut Bayu, mesti menunggu realisasi SPAM Regional Wosusokas dari Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Bila program itu sudah selesai, Solo akan mendapat tambahan pasokan air yang akan diprioritaskan untuk pelanggan di wilayah Solo utara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho