Tutup Iklan -->
Rusunawa Jadi RS Darurat Covid-19 Boyolali, Wabup: Semoga Tetap Kosong
Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat (tengah), meninjau rumah sakit darurat Covid-19 Boyolali, Senin (6/4/2020). (Espos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI – Meski kini Boyolali memiliki rumah sakit atau RS Darurat Covid-19, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, berharap rumah sakit itu kosong pasien. Dia berharap masyarakat Boyolali sehat dan tidak terpapar Covid-19.

Pada Senin (6/4) siang, Said bersama jajaran dan forum komunikasi pimpinan daerah meninjau rumah sakit yang menempati bangunan rusunawa di Kemiri tersebut.

Round Up Corona Solo: Pasien Positif Tambah, Aparat Patroli

"Ini adalah tempat yang dipersiapkan Pemerintah Daerah Boyolali, yaitu rumah sakit darurat untuk Covid-19. Artinya rumah sakit ini disiapkan untuk pasien ringan dan sedang. Doa kami semoga rumah sakit ini tetap kosong," kata dia kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Said berharap jika ada pasien yang harus dirawat di RS Darurat Covid-19 Boyolali, kondisinya segera pulih dan bisa diantar pulang oleh tim rumah sakit. Sedangkan, pasien yang kondisinya membutuhkan penanganan lebih serius, akan dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Pandan Arang, Boyolali.

11.454 Pemudik Tiba di Karanganyar, RT/RW Diminta Memantau

"Artinya kami tegaskan rumah sakit ini hanya untuk menangani pasien ringan dan sedang. Ini merupakan langkah kesiapsiagaan kami terkait pencegahan Covid-19,” ujar dia.

Meski di tengah pandemi, ia berharap Kabupaten Boyolali tetap dalam suasana yang baik, tanpa pasien positif Covid-19.

Cegah Corona, Desa Di Klaten Ini Gerakkan Penjahit Lokal Untuk Bikin Masker Kain

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan rumah sakit darurat Covid-19, disiapkan untuk penegakan diagnosis dan sceening pasien-pasien yang memiliki gejala Covid-19.

"Untuk penegakan diaknosis di sini disiapkan fasilitas UGD dan fasilitas untuk melakukan proses pemeriksaan dan screening. Kemudian ditunjang oleh pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan darah," kata dia.

Solo KLB Corona, Okupansi Hotel Karanganyar Anjlok 80%

Fasilitas RS Darurat Covid-19 Boyolali

Rumah sakit darurat tersebut memiliki 123 tenaga yang meliputi tenaga dokter spesialis paru, dokter umum, perawat, dariografer, tenaga gizi, psikolog dan sebagainya. Ada juga petugas ambulans dan call center.

Dokter spesialis paru di rumah sakit darurat tersebut, Dr. Y. S. Nugroho, mengatakan rumah sakit darurat akan melayani rujukan dari fasilitas kesehatan pertama atau Puskesmas di seluruh Boyolali.

Bikin Rugi Gara-Gara Corona, China Dituntut Bayar Denda US$6,5 Triliun

"Ketika ada kondisi yang berat atau memang diperlukan rumah sakit rujukan, kami siapkan rumah sakit rujukan lini dua, yakni RSUD Pandan Arang. Kriteria di sini memang untuk usia 15-55 tahun. Kurang dari itu kami koordinasikan dengan RSUD Pandan Arang," kata dia.

Dia mengatakan rumah sakit darurat akan menjadi tempat untuk melihat kondisi pasien.

10 Berita Terpopuler: Pasien Corona Solo Tambah-Keringanan Kredit di Jateng

"Di sini hanya penegakan diagnosis. Butuh perawatan dua tiga hari atau perawatan lama, nanti bisa diprediksi di sini. Jadi kalau perlu perawatan lebih lama lagi, kami rujuk ke RSUD Pandan Arang. Kalau hanya ringan saja, bisa dievaluasi dua atau tiga hari sudah bisa dipulanglan, kami pulangkan. Jadi di sini dilihat apakah ini ODP ringan atau ODP dengan gejala lainnya seperti asma, atau lainnya yang belum tentu mengarah ke Covid-19," lanjut dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho